<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/">
	
	<channel>
        
        <atom:link href="https://nusantara.wahananews.co/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title>Wahana News Nusantara - Inspirasi Konsumen Nusantara</title>
        <link>https://nusantara.wahananews.co/</link>
        <description>Portal Berita Nusantara dari WahanaNews.co dengan tagline Inspirasi Konsumen Nusantara</description>
        <lastBuildDate>Fri, 05 Sep 2025 05:38:13 +0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

        
        <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
        <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
        <dc:rights>Copyrights 2026 by nusantara.wahananews.co</dc:rights>

        <image>
            <url>https://wahananews.co/assets/icon/apple-icon-144x144.png</url>
            <title>Wahana News Nusantara - Inspirasi Konsumen Nusantara</title>
            <link>https://nusantara.wahananews.co/</link>
            <width>144</width>
            <height>144</height>
        </image>

        
        	
        	<item>
        		<title>TKDN IKN Dinilai Perkuat Ekonomi Nasional, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Jaga Identitas dan Kemandirian Nasional</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/tkdn&#45;ikn&#45;dinilai&#45;perkuat&#45;ekonomi&#45;nasional&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;jaga&#45;identitas&#45;dan&#45;kemandirian&#45;nasional&#45;6562D1640u/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/tkdn&#45;ikn&#45;dinilai&#45;perkuat&#45;ekonomi&#45;nasional&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;jaga&#45;identitas&#45;dan&#45;kemandirian&#45;nasional&#45;6562D1640u/0#komentar</comments>
                <pubDate>Wed, 15 Jul 2026 06:00:12 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif apresiasi Komisi VII DPR RI terhadap tingginya Tingkat Komponen Dalam Negeri dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara karena capaian tersebut menunjukkan bahwa proyek strategis nasional dapat berjalan seiring dengan penguatan industri dan ekonomi lokal.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif apresiasi Komisi VII DPR RI terhadap tingginya Tingkat Komponen Dalam Negeri dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara karena capaian tersebut menunjukkan bahwa proyek strategis nasional dapat berjalan seiring dengan penguatan industri dan ekonomi lokal.</p><p>“Pembangunan IKN harus menjadi contoh bahwa kemajuan infrastruktur nasional dapat menciptakan pasar yang nyata bagi produk Indonesia, tenaga kerja lokal, dan pelaku usaha di wilayah sekitarnya,” kata Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba, Selasa (14/7/2026).</p><p>Menurut Tohom, tingginya TKDN perlu dipertahankan secara konsisten pada setiap tahapan pembangunan agar manfaat ekonomi tidak berhenti pada masa konstruksi.</p><p>Ia menilai penggunaan material dalam negeri juga akan memperkuat rantai pasok nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.</p><p>Tohom mengatakan pembangunan IKN memiliki nilai strategis karena dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.</p><p>Karena itu, keterlibatan masyarakat Kalimantan Timur harus diperluas melalui kesempatan kerja, pelatihan usaha, dan akses terhadap proyek-proyek pendukung.</p><p>Ia mengapresiasi langkah Otorita IKN yang memberikan pelatihan kepada pelaku kuliner lokal untuk memenuhi kebutuhan konsumsi kegiatan di kawasan Nusantara.</p><p>Program tersebut dinilai dapat meningkatkan kualitas produk sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM di sekitar IKN.</p><p>“UMKM harus ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem utama IKN karena merekalah yang akan menghidupkan kegiatan ekonomi sehari-hari ketika kawasan tersebut semakin berkembang.”</p><p>Tohom berpandangan penyediaan booth usaha, pusat aktivitas masyarakat, dan kawasan komersial perlu dikelola dengan skema yang memberi ruang wajar bagi pelaku usaha lokal.</p><p>Ia mengingatkan agar pertumbuhan pusat bisnis modern tidak membuat UMKM hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pembangunan IKN perlu dihubungkan dengan pengembangan kawasan penyangga secara terencana.</p><p>Konektivitas antara IKN, Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, dan daerah sekitarnya akan menentukan pemerataan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.</p><p>Menurutnya, pembangunan jalan, transportasi publik, logistik, telekomunikasi, dan layanan dasar harus dirancang sebagai satu kesatuan wilayah.</p><p>Pendekatan tersebut akan menghindari kesenjangan antara Kawasan Inti Pusat Pemerintahan dan daerah yang menopang aktivitas Nusantara.</p><p>Tohom juga melihat potensi IKN sebagai destinasi wisata dan pusat kegiatan pertemuan, insentif, konferensi, serta pameran berskala nasional maupun internasional.</p><p>Potensi itu dapat berkembang apabila didukung hotel, ruang pertemuan, transportasi yang mudah, pelayanan berkualitas, dan agenda kegiatan yang konsisten.</p><p>Ia menilai perpaduan arsitektur modern, ruang hijau, budaya Nusantara, dan konservasi satwa endemik dapat menjadi identitas yang membedakan IKN dari kota-kota lain.</p><p>Identitas tersebut harus dijaga agar pembangunan modern tidak menghilangkan karakter Indonesia dan kearifan masyarakat Kalimantan.</p><p>“Keberhasilan IKN nantinya tidak hanya diukur dari berdirinya gedung pemerintahan, tetapi dari tumbuhnya ekonomi lokal, meningkatnya kesejahteraan masyarakat, dan kuatnya penggunaan produk nasional.”</p><p>Tohom percaya IKN dapat menjadi simbol transformasi Indonesia apabila pembangunan fisik, penguatan SDM, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan UMKM dijalankan secara seimbang.</p><p>Ia berharap sinergi pemerintah, DPR, Otorita IKN, dunia usaha, masyarakat lokal, dan organisasi kemasyarakatan terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan pembangunan Nusantara.</p><p><strong>[Redaktur: Sandy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir072026/tkdn-ikn-dinilai-perkuat-ekonomi-nasional-martabat-prabowo-gibran-jaga-identitas-dan-kemandirian-nasional_CzPS2E46nL.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Investor China Apresiasi Kelanjutan IKN, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Kepercayaan Global Terus Menguat</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/investor&#45;china&#45;apresiasi&#45;kelanjutan&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;kepercayaan&#45;global&#45;terus&#45;menguat&#45;8mxNthfZ9d/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/investor&#45;china&#45;apresiasi&#45;kelanjutan&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;kepercayaan&#45;global&#45;terus&#45;menguat&#45;8mxNthfZ9d/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 06:08:35 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.Co &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif apresiasi investor China terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara serta membuka ruang luas bagi investasi asing.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.Co - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif apresiasi investor China terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara serta membuka ruang luas bagi investasi asing.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan, “Kepercayaan investor asing menunjukkan bahwa arah pembangunan IKN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo memiliki kepastian, keberlanjutan, dan prospek ekonomi yang kuat.”</p><p>Menurut Tohom, keputusan pemerintah meneruskan pembangunan IKN memberikan pesan jelas bahwa Indonesia tetap konsisten menjalankan agenda transformasi pusat pemerintahan dan pembangunan kawasan baru.</p><p>Ia menilai konsistensi kebijakan menjadi salah satu faktor utama yang dibutuhkan investor sebelum menanamkan modal dalam proyek jangka panjang.</p><p>“Investor membutuhkan kepastian bahwa proyek berjalan berdasarkan perencanaan yang matang, dukungan infrastruktur yang nyata, serta komitmen pemerintah yang tidak berubah-ubah,” ujar Tohom.</p><p>Direktur Utama PT Starbright International Investment Lu Keming sebelumnya mengapresiasi dukungan Presiden Prabowo terhadap keterlibatan investor asing dalam pembangunan IKN.</p><p>Perusahaan tersebut telah menandatangani kesepakatan dengan Otorita IKN untuk mengerjakan sejumlah proyek konstruksi dalam beberapa tahapan.</p><p>Proyek yang direncanakan meliputi pembangunan apartemen, kawasan ritel, serta perkantoran di kawasan ibu kota baru tersebut.</p><p>Lu menyebut pelaksanaan proyek berjalan lancar berkat dukungan infrastruktur yang telah disiapkan oleh Otorita IKN.</p><p>Infrastruktur air dan listrik juga disebut telah tersedia serta terhubung langsung dengan lokasi proyek milik investor.</p><p>Tohom menilai kesiapan infrastruktur dasar menjadi bukti bahwa pembangunan IKN tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi telah bergerak menuju pembentukan ekosistem perkotaan yang siap dihuni dan dikembangkan.</p><p>“Ketersediaan air, listrik, jalan, telekomunikasi, serta fasilitas publik akan menentukan seberapa cepat investasi dapat berubah menjadi kegiatan ekonomi dan lapangan kerja,” katanya.</p><p>Menurutnya, keterlibatan investor dari China, Korea Selatan, Jepang, dan Uni Emirat Arab semakin memperkuat karakter IKN sebagai calon kota dengan jaringan ekonomi global.</p><p>Ia mengatakan keberagaman sumber investasi juga dapat memperluas kerja sama teknologi, konstruksi, properti, energi, transportasi, dan pengembangan kawasan hijau.</p><p>Investasi China di IKN hingga saat ini disebut telah mencapai sekitar 2 miliar yuan atau setara dengan Rp5,2 triliun.</p><p>Nilai tersebut diperkirakan masih bertambah seiring berjalannya pembangunan serta meningkatnya kepercayaan terhadap prospek IKN.</p><p>“Arus modal harus diarahkan agar menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, kemitraan dengan pengusaha lokal, dan penggunaan produk dalam negeri,” ujarnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pertumbuhan IKN harus dirancang bersama pengembangan wilayah penyangga di Kalimantan Timur.</p><p>Menurutnya, pembangunan ibu kota tidak boleh membentuk pusat pertumbuhan yang terpisah dari Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, dan daerah sekitarnya.</p><p>“IKN harus menjadi mesin penggerak aglomerasi yang menghubungkan kawasan pemerintahan, industri, permukiman, logistik, pendidikan, dan pariwisata,” kata Tohom.</p><p>Ia berpandangan konektivitas antarkawasan akan menentukan seberapa luas dampak ekonomi IKN dapat dirasakan masyarakat Kalimantan dan Indonesia bagian timur.</p><p>Tohom juga mendukung harapan investor agar bandara di IKN segera melayani penerbangan komersial internasional.</p><p>Menurutnya, penerbangan langsung akan memangkas waktu perjalanan investor, pelaku usaha, wisatawan, dan delegasi internasional menuju pusat pemerintahan baru.</p><p>“Bandara internasional akan menjadi pintu masuk strategis yang memperkuat posisi IKN sebagai pusat pemerintahan sekaligus destinasi investasi dunia,” katanya.</p><p>Ia mengingatkan agar pembukaan penerbangan komersial tetap disesuaikan dengan kesiapan keselamatan, kebutuhan penumpang, integrasi transportasi, serta keberlanjutan operasional.</p><p>Tohom optimis IKN dapat berkembang menjadi kawasan urban yang modern dan makmur apabila pembangunan fisik diikuti tata kelola yang transparan, pelayanan publik berkualitas, serta perlindungan terhadap lingkungan.</p><p>“Apresiasi investor China harus menjadi energi bagi pemerintah untuk mempercepat pembangunan IKN secara terukur, inklusif, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Tohom.</p><p><strong>[Redaktur: Sandy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir072026/investor-china-apresiasi-kelanjutan-ikn-martabat-prabowo-gibran-kepercayaan-global-terus-menguat_25SKiBOGb3.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Wastra IKN Dikembangkan Jadi Identitas Nusantara, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Ini Ekonomi Kreatif yang Berakar Budaya</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/wastra&#45;ikn&#45;dikembangkan&#45;jadi&#45;identitas&#45;nusantara&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;ini&#45;ekonomi&#45;kreatif&#45;yang&#45;berakar&#45;budaya&#45;3v8AoI2fCE/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/wastra&#45;ikn&#45;dikembangkan&#45;jadi&#45;identitas&#45;nusantara&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;ini&#45;ekonomi&#45;kreatif&#45;yang&#45;berakar&#45;budaya&#45;3v8AoI2fCE/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 06 Jul 2026 06:01:04 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran merespons positif kolaborasi Otorita Ibu Kota Nusantara dan Bank Indonesia dalam memberikan pelatihan serta pendampingan kepada perajin wastra di IKN dan sekitarnya sebagai langkah visioner untuk membangun wajah budaya Nusantara melalui ekonomi kreatif lokal.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran merespons positif kolaborasi Otorita Ibu Kota Nusantara dan Bank Indonesia dalam memberikan pelatihan serta pendampingan kepada perajin wastra di IKN dan sekitarnya sebagai langkah visioner untuk membangun wajah budaya Nusantara melalui ekonomi kreatif lokal.</p><p>Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan pelatihan pengembangan motif batik bagi perajin wastra di kawasan IKN merupakan bentuk nyata bahwa pembangunan ibu kota baru tidak hanya berbicara tentang gedung, jalan, dan teknologi, tetapi juga tentang manusia, budaya, dan identitas bangsa.</p><p>"IKN harus menjadi ruang tumbuh bagi kebudayaan Indonesia, dan wastra adalah salah satu bahasa visual paling kuat untuk memperkenalkan jiwa Nusantara kepada dunia," ujar Tohom, Sabtu (4/7/2026)</p><p>Menurut Tohom, kegiatan yang digelar pada 17–19 Juni 2026 di Kantor Kemenko 1 IKN tersebut memiliki nilai strategis karena menghadirkan ruang pembelajaran bagi para perajin untuk mengembangkan motif, memperkuat kualitas desain, dan membangun karakter produk yang khas.</p><p>Ia menilai keterlibatan sembilan kelompok batik dan wastra dengan total 50 peserta, termasuk 30 perajin batik yang mendapatkan pendampingan desain, menunjukkan bahwa masyarakat sekitar IKN dapat menjadi pelaku utama dalam ekosistem ekonomi kreatif ibu kota baru.</p><p>Tohom mengatakan proses kreatif melalui mind mapping, moodboard, pengembangan elemen visual, komposisi motif, hingga penyempurnaan desain merupakan pendekatan yang penting agar produk wastra lokal tidak hanya indah secara tampilan, tetapi juga memiliki cerita, nilai, dan daya saing.</p><p>"Produk budaya yang kuat adalah produk yang punya akar, punya narasi, dan punya keberanian untuk masuk ke pasar modern tanpa kehilangan jati dirinya," kata Tohom.</p><p>Ia berpandangan bahwa pendampingan oleh pelaku usaha dan pengembang batik seperti Tepa Selira menjadi langkah tepat karena perajin membutuhkan jembatan antara tradisi, inovasi, kualitas produksi, dan selera pasar yang terus bergerak.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa IKN harus berkembang sebagai pusat pertumbuhan baru yang tidak meminggirkan masyarakat lokal, melainkan mengangkat keterampilan, kreativitas, dan produk mereka agar mampu masuk ke rantai ekonomi yang lebih luas.</p><p>Menurut dia, pernyataan OIKN bahwa wastra di sekitar IKN sudah tumbuh dan masih membutuhkan penguatan harus dibaca sebagai peluang besar untuk membangun klaster ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.</p><p>Ia juga mengapresiasi pandangan Bank Indonesia IKN bahwa identitas ibu kota baru perlu hadir melalui karya masyarakat, termasuk batik dan wastra, karena kota masa depan membutuhkan simbol budaya yang hidup di tengah masyarakatnya.</p><p>"Modernisasi IKN harus berjalan beriringan dengan penguatan budaya, sebab kota yang maju tanpa identitas akan kehilangan ruh kebangsaannya," ujar Tohom.</p><p>Tohom menilai semangat transformasi dan digitalisasi IKN dapat dipadukan dengan karya wastra melalui pengembangan desain modern, pemasaran digital, sertifikasi kualitas, katalog produk, hingga peluang masuk ke pasar nasional dan internasional.</p><p>Ia mendorong agar pelatihan semacam ini tidak berhenti pada workshop, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan bisnis, akses pembiayaan, promosi terpadu, kurasi produk, serta koneksi dengan industri fesyen, pariwisata, dan ekonomi kreatif.</p><p>Menurutnya, jika dilakukan secara berkelanjutan, wastra IKN dapat menjadi ikon budaya sekaligus sumber ekonomi baru bagi masyarakat lokal di sekitar Nusantara.</p><p>"MARTABAT Prabowo-Gibran melihat program seperti ini sejalan dengan semangat pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membangun Indonesia dari kekuatan rakyat, budaya, dan kemandirian ekonomi," kata Tohom.</p><p>Ia berharap karya para perajin wastra IKN dapat menjadi bagian dari narasi besar ibu kota baru sebagai kota dunia yang tetap berpijak pada nilai Nusantara.</p><p><strong>[Redaktur: Sobar Bahtiar]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir072026/wastra-ikn-dikembangkan-jadi-identitas-nusantara-martabat-prabowo-gibran-ini-ekonomi-kreatif-yang-berakar-budaya_1GKg3kbAlc.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Satgas IKN Berantas Tambang Ilegal, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Tata Kelola Kawasan Harus Tegas dan Visioner</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/satgas&#45;ikn&#45;berantas&#45;tambang&#45;ilegal&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;tata&#45;kelola&#45;kawasan&#45;harus&#45;tegas&#45;dan&#45;visioner&#45;hy683K55Ca/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/satgas&#45;ikn&#45;berantas&#45;tambang&#45;ilegal&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;tata&#45;kelola&#45;kawasan&#45;harus&#45;tegas&#45;dan&#45;visioner&#45;hy683K55Ca/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sun, 05 Jul 2026 06:00:46 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif pernyataan Otorita Ibu Kota Nusantara bahwa hingga Juni 2026 sudah tidak ada tambang ilegal di kawasan hutan konservasi dalam delineasi IKN sebagai bukti keseriusan negara menjaga kawasan strategis nasional dari aktivitas yang merusak lingkungan.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif pernyataan Otorita Ibu Kota Nusantara bahwa hingga Juni 2026 sudah tidak ada tambang ilegal di kawasan hutan konservasi dalam delineasi IKN sebagai bukti keseriusan negara menjaga kawasan strategis nasional dari aktivitas yang merusak lingkungan.</p><p>“Penertiban tambang ilegal di kawasan hutan konservasi IKN adalah langkah penting karena Nusantara harus dibangun dengan kepastian hukum, disiplin tata ruang, dan keberpihakan pada keberlanjutan lingkungan,” ujar Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, Sabtu (4/7/2026).</p><p>Menurut Tohom, pembangunan IKN tidak boleh hanya dilihat dari gedung, jalan, dan fasilitas pemerintahan, tetapi juga dari keberanian negara memulihkan kawasan yang rusak serta mencegah aktivitas ilegal masuk kembali ke ruang ekologis yang vital.</p><p>Ia menilai keberhasilan membersihkan tambang ilegal di kawasan hutan konservasi menunjukkan bahwa pengelolaan IKN bergerak pada arah yang benar, yakni membangun kota masa depan tanpa mengabaikan daya dukung alam.</p><p>“Nusantara harus menjadi contoh bahwa pembangunan modern bisa berjalan bersama penegakan hukum, rehabilitasi lingkungan, dan tata kelola kawasan yang transparan,” kata Tohom.</p><p>Tohom berpandangan bahwa langkah revegetasi di Tahura Bukit Soeharto dengan penanaman sekitar 1.000 pohon pada area bekas tambang ilegal merupakan pesan kuat bahwa kerusakan lingkungan harus dijawab dengan pemulihan yang nyata.</p><p>Ia mengatakan jenis pohon seperti Balangeran, Tanjung, dan Trembesi dapat menjadi simbol pemulihan ekologis karena pembangunan IKN perlu terus menjaga tutupan vegetasi, keseimbangan ekosistem, dan kualitas lingkungan hidup di sekitarnya.</p><p>“Kalau IKN ingin menjadi kota dunia, maka ukuran keberhasilannya bukan hanya kemegahan kawasan inti, tetapi juga kemampuan menjaga hutan, air, tanah, udara, dan kehidupan sosial masyarakat sekitar,” ucap Tohom.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa kawasan IKN harus dikembangkan sebagai pusat aglomerasi baru yang tertib, aman, hijau, dan mampu memberi dampak positif bagi Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Samarinda, serta wilayah penyangga lainnya.</p><p>Menurutnya, penertiban aktivitas ilegal di dalam dan sekitar IKN penting agar pertumbuhan kawasan tidak dikendalikan oleh praktik tambang liar, spekulasi lahan, penggunaan ruang yang tidak tertata, dan kepentingan jangka pendek.</p><p>Ia menambahkan, agenda pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mempersiapkan IKN sebagai pusat pemerintahan masa depan harus didukung dengan pengawasan lapangan yang konsisten, aparat yang tegas, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga kawasan.</p><p>“IKN harus hadir sebagai simbol negara yang tertib, bukan kawasan yang dibiarkan tumbuh liar, karena ibu kota baru harus membawa standar baru dalam hukum, lingkungan, dan peradaban kota,” tutur Tohom.</p><p>MARTABAT Prabowo-Gibran berharap OIKN, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat terus menjaga kawasan konservasi agar penertiban tambang ilegal tidak berhenti pada operasi sesaat, tetapi menjadi sistem pengawasan permanen yang melindungi masa depan Nusantara.</p><p>Sebelumnya, Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik Edgar Diponegoro menyatakan hingga Juni 2026 kawasan hutan konservasi dalam delineasi IKN sudah tidak lagi memiliki tambang ilegal dan delapan perkara aktivitas tambang ilegal telah ditindaklanjuti melalui proses hukum.</p><p>Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Safitri mengatakan pemulihan kawasan sangat penting untuk menjaga hutan dan membutuhkan konsistensi serta dukungan semua pihak.</p><p><strong>[Redaktur: Sandy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir072026/satgas-ikn-berantas-tambang-ilegal-martabat-prabowo-gibran-tata-kelola-kawasan-harus-tegas-dan-visioner_yGzpHuf48x.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Plaza Seremoni IKN Raih Honour Award, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Bukti Arah Pembangunan Nusantara Diakui Dunia</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/plaza&#45;seremoni&#45;ikn&#45;raih&#45;honour&#45;award&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;bukti&#45;arah&#45;pembangunan&#45;nusantara&#45;diakui&#45;dunia&#45;ntrNr8v5GB/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/plaza&#45;seremoni&#45;ikn&#45;raih&#45;honour&#45;award&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;bukti&#45;arah&#45;pembangunan&#45;nusantara&#45;diakui&#45;dunia&#45;ntrNr8v5GB/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 03 Jul 2026 05:59:52 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif keberhasilan Plaza Seremoni Ibu Kota Nusantara meraih Honour Award pada ajang Malaysia Landscape Architecture Awards 2026 sebagai bukti bahwa pembangunan Nusantara mulai mendapat pengakuan dunia.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO -</strong> Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif keberhasilan Plaza Seremoni Ibu Kota Nusantara meraih Honour Award pada ajang Malaysia Landscape Architecture Awards 2026 sebagai bukti bahwa pembangunan Nusantara mulai mendapat pengakuan dunia.</p><p>“Penghargaan internasional untuk Plaza Seremoni IKN ini menunjukkan bahwa arah pembangunan yang dibawa pemerintahan Prabowo-Gibran bukan hanya mengejar infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas ruang hidup, estetika kota, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, Kamis (2/7/2026).</p><p>Menurut Tohom, Plaza Seremoni IKN menjadi contoh bahwa ibu kota baru Indonesia tidak dibangun dengan pendekatan lama yang kaku, melainkan dirancang sebagai ruang publik modern yang menyatukan fungsi kenegaraan, interaksi sosial, budaya, ekonomi kreatif, dan rekreasi masyarakat.</p><p>Ia menilai penghargaan Honour Award dalam kategori Landscape Design Award Professional Category pada MLAA 2026 menjadi sinyal kuat bahwa karya anak bangsa mampu bersaing dalam percakapan global tentang kota masa depan.</p><p>“Plaza Seremoni bukan hanya wajah depan IKN, tetapi etalase peradaban baru Indonesia yang ingin menunjukkan bahwa pembangunan nasional dapat indah, fungsional, inklusif, dan ramah lingkungan,” kata Tohom.</p><p>Tohom berpandangan bahwa keberadaan amfiteater terbuka, jalur pejalan kaki, jalur sepeda, area hijau, galeri UMKM, dan ruang komunal di Plaza Seremoni memperlihatkan bahwa IKN tidak dirancang hanya untuk seremoni negara, tetapi juga untuk kehidupan warga sehari-hari.</p><p>Ia mengatakan konsep Plaza Seremoni yang mereinterpretasi alun-alun Indonesia merupakan langkah cerdas karena menghubungkan identitas budaya bangsa dengan kebutuhan kota modern yang lebih terbuka, sehat, dan partisipatif.</p><p>“Di titik ini, kita melihat IKN bukan hanya proyek pemindahan pusat pemerintahan, melainkan proyek pembentukan standar baru kota Indonesia yang lebih manusiawi dan visioner,” ucap Tohom.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pengembangan IKN harus terus dijaga agar menjadi pusat pertumbuhan baru yang mampu memberi dampak ekonomi dan sosial bagi kawasan sekitarnya.</p><p>Menurutnya, keberhasilan desain Plaza Seremoni perlu dibaca sebagai pesan bahwa pembangunan kota masa depan harus memperhatikan hubungan antara manusia, ruang publik, lingkungan, transportasi, ekonomi lokal, dan kualitas hidup.</p><p>Ia juga menilai arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 dalam mempersiapkan IKN sebagai ibu kota politik pada 2028 menjadi fondasi penting agar pembangunan Nusantara berjalan lebih terarah.</p><p>“Kalau IKN konsisten dibangun dengan prinsip kualitas, estetika, teknologi, dan keberlanjutan, maka Nusantara bisa menjadi laboratorium besar bagi wajah baru pembangunan kota di Indonesia,” tutur Tohom.</p><p>MARTABAT Prabowo-Gibran berharap penghargaan dunia tersebut menjadi pemacu bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga mutu pembangunan IKN, memperkuat partisipasi masyarakat, serta memastikan Nusantara benar-benar tumbuh sebagai kota yang nyaman, layak huni, dan membanggakan Indonesia.</p><p><strong>[Redaktur: Sobar Bahtiar]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir072026/plaza-seremoni-ikn-raih-honour-award-martabat-prabowo-gibran-bukti-arah-pembangunan-nusantara-diakui-dunia_m1mVA0UjU6.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Infrastruktur IKN Capai Progres Signifikan, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Visi Besar Harus Dikawal Serius</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/infrastruktur&#45;ikn&#45;capai&#45;progres&#45;signifikan&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;visi&#45;besar&#45;harus&#45;dikawal&#45;serius&#45;DvSGU24kaj/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/infrastruktur&#45;ikn&#45;capai&#45;progres&#45;signifikan&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;visi&#45;besar&#45;harus&#45;dikawal&#45;serius&#45;DvSGU24kaj/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 02 Jul 2026 08:21:33 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran merespons positif progres sejumlah proyek infrastruktur PT Hutama Karya di kawasan Ibu Kota Nusantara yang dinilai menjadi bukti bahwa agenda pembangunan ibu kota baru tetap bergerak dalam koridor percepatan, kualitas, dan kepentingan jangka panjang bangsa.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran merespons positif progres sejumlah proyek infrastruktur PT Hutama Karya di kawasan Ibu Kota Nusantara yang dinilai menjadi bukti bahwa agenda pembangunan ibu kota baru tetap bergerak dalam koridor percepatan, kualitas, dan kepentingan jangka panjang bangsa.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan, progres pembangunan IKN harus dibaca sebagai bagian dari kerja besar negara dalam menyiapkan pusat pemerintahan baru yang lebih modern, terintegrasi, dan mampu menopang pemerataan ekonomi nasional.</p><p>"IKN bukan hanya proyek fisik, tetapi simbol keberanian Indonesia menata ulang arah pembangunan agar tidak terus bertumpu pada satu pusat pertumbuhan," ujar Tohom, Senin (29/6/2026).</p><p>Menurut Tohom, capaian Jalan Tol IKN Segmen 5B ruas Jembatan Pulau Balang–Simpang Riko yang telah mencapai 96,24 persen menunjukkan bahwa konektivitas menuju kawasan inti pemerintahan baru semakin siap untuk mendukung mobilitas manusia, barang, layanan publik, dan aktivitas ekonomi.</p><p>Ia juga melihat progres Jalan Tol IKN Segmen 3A-2 Karangjoang–KKT Kariangau yang sudah mencapai 88,35 persen sebagai sinyal penting bahwa pembangunan IKN mulai memasuki fase pembentukan jaringan penghubung yang akan menentukan efektivitas kawasan tersebut pada masa depan.</p><p>"Jalan tol, jembatan, kawasan yudikatif, gedung negara, dan sarana pemerintahan adalah fondasi awal agar IKN tidak hanya berdiri sebagai pusat administrasi, tetapi juga tumbuh sebagai pusat peradaban baru," katanya.</p><p>Tohom mengatakan, kunjungan Dewan Komisaris PT Danantara Asset Management ke proyek IKN juga memiliki makna strategis karena pengawasan terhadap proyek nasional harus berjalan beriringan dengan keberanian mengeksekusi agenda pembangunan.</p><p>Ia menilai peran Danantara dalam mengawal agenda strategis nasional perlu diarahkan untuk memastikan pembangunan IKN terhubung dengan agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama dalam hal kemandirian energi, hilirisasi, industrialisasi, dan pemerataan ekonomi.</p><p>"Pembangunan IKN akan jauh lebih kuat jika terhubung dengan ekosistem energi, logistik, industri, pendidikan, kesehatan, teknologi, dan layanan publik yang bekerja dalam satu arah pembangunan nasional," ucapnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa IKN harus dirancang sebagai simpul pertumbuhan yang mampu menggerakkan kawasan sekitarnya, bukan hanya menjadi kawasan pemerintahan yang berdiri sendiri.</p><p>Menurutnya, pembangunan ibu kota baru harus membuka ruang bagi tumbuhnya pusat ekonomi baru di Kalimantan Timur, memperkuat rantai pasok nasional, serta menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, pelaku usaha, tenaga kerja, dan generasi muda.</p><p>"Kalau infrastruktur dasarnya kuat, maka investasi akan lebih percaya diri masuk, lapangan kerja bisa tumbuh, dan masyarakat sekitar harus menjadi bagian dari manfaat pembangunan itu," ujarnya.</p><p>Tohom juga mengapresiasi Hutama Karya yang telah menyelesaikan sejumlah proyek penting di IKN, antara lain Masjid Negara, Gedung Sarana dan Prasarana 1B, Jalan Otorita IKN Paket F, Jalan Tol IKN Segmen 3A-1, serta Jembatan Pulau Balang.</p><p>Ia mengatakan, pembangunan Jalan Kawasan Yudikatif yang telah mencapai 22,20 persen serta pembangunan gedung lembaga tinggi negara seperti Mahkamah Agung, Plaza Keadilan, dan Gedung MPR perlu terus dikawal agar memenuhi standar mutu, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu.</p><p>Menurut Tohom, keberhasilan pembangunan IKN tidak cukup diukur dari persentase progres konstruksi, tetapi juga dari kualitas tata kelola, transparansi pelaksanaan, kesiapan layanan dasar, dan kemampuan kawasan tersebut menghadirkan manfaat jangka panjang bagi negara.</p><p>"MARTABAT Prabowo-Gibran memandang IKN sebagai proyek peradaban yang harus dijaga bersama, karena di sana ada kepentingan pemerintahan, ekonomi, lingkungan, teknologi, dan masa depan generasi Indonesia," katanya.</p><p>Ia menambahkan, dukungan publik terhadap IKN akan semakin kuat apabila pemerintah, BUMN, Danantara, dan seluruh pelaksana proyek terus membuka informasi perkembangan secara proporsional serta memastikan setiap penugasan berjalan dengan disiplin dan akuntabel.</p><p>Tohom berharap pembangunan IKN menjadi contoh bagaimana proyek strategis nasional dapat dijalankan dengan visi besar, manajemen kuat, dan keberpihakan nyata terhadap kepentingan rakyat.</p><p>"Yang paling penting, IKN harus menjadi bukti bahwa pembangunan nasional di era Prabowo-Gibran mampu menghadirkan harapan baru, pusat pertumbuhan baru, dan masa depan Indonesia yang lebih merata," tuturnya.</p><p><strong>[Redaktur: Sobar Bahtiar]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir072026/infrastruktur-ikn-capai-progres-signifikan-martabat-prabowo-gibran-visi-besar-harus-dikawal-serius_moA2Uycp4i.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>OIKN Dongkrak Kapasitas UMKM, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: IKN Jadi Ruang Tumbuh Pelaku Usaha Lokal</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/oikn&#45;dongkrak&#45;kapasitas&#45;umkm&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;ikn&#45;jadi&#45;ruang&#45;tumbuh&#45;pelaku&#45;usaha&#45;lokal&#45;K3p9jy34Xq/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/oikn&#45;dongkrak&#45;kapasitas&#45;umkm&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;ikn&#45;jadi&#45;ruang&#45;tumbuh&#45;pelaku&#45;usaha&#45;lokal&#45;K3p9jy34Xq/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 30 Jun 2026 06:00:01 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif langkah Otorita Ibu Kota Nusantara yang terus meningkatkan kapasitas UMKM lokal di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara agar mampu menangkap peluang ekonomi dari pembangunan ibu kota baru.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO -</strong> Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif langkah Otorita Ibu Kota Nusantara yang terus meningkatkan kapasitas UMKM lokal di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara agar mampu menangkap peluang ekonomi dari pembangunan ibu kota baru.</p><p>“Pembangunan IKN harus memberi ruang besar bagi UMKM lokal, karena Nusantara tidak boleh hanya menjadi pusat pemerintahan baru, tetapi juga pusat lahirnya kekuatan ekonomi rakyat yang lebih modern dan berdaya saing,” ujar Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, Senin (29/6/2026).</p><p>Menurut Tohom, pembekalan tata kelola keuangan melalui aplikasi SIAPIK merupakan langkah strategis karena banyak pelaku UMKM sebenarnya memiliki produk yang baik, tetapi belum memiliki pencatatan usaha yang rapi untuk mengakses pembiayaan dan memperluas pasar.</p><p>Ia menilai program seperti Akademi SIAPIK AKSI 2026 penting untuk menjembatani pelaku usaha lokal dengan dunia perbankan, sistem pembayaran digital, literasi keuangan, ekonomi syariah, dan perlindungan konsumen.</p><p>“UMKM lokal harus naik kelas bukan hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari cara mencatat keuangan, membaca peluang, mengelola modal, menggunakan teknologi, dan membangun kepercayaan lembaga keuangan,” kata Tohom.</p><p>Tohom berpandangan bahwa pembangunan IKN akan semakin kuat apabila warga lokal tidak hanya menjadi penonton, melainkan ikut menjadi pelaku utama dalam rantai ekonomi baru yang tumbuh di sekitar kawasan.</p><p>Ia mengatakan keberadaan pelatihan, pendampingan, perluasan akses pasar, dan fasilitasi pembiayaan akan membantu UMKM masuk ke ekosistem ekonomi Nusantara secara lebih percaya diri.</p><p>“Kalau UMKM lokal diperkuat sejak awal, maka pertumbuhan IKN akan memiliki akar sosial yang kokoh karena manfaat ekonominya langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar,” ucap Tohom.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pengembangan IKN harus menjadi model aglomerasi baru yang menghubungkan pusat pemerintahan, kawasan penyangga, pelaku usaha, perbankan, pasar digital, dan komunitas lokal dalam satu ekosistem ekonomi yang sehat.</p><p>Menurutnya, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai kawasan penyangga ekonomi IKN apabila UMKM lokal dibekali keterampilan manajemen, digitalisasi, akses modal, dan jaringan pemasaran.</p><p>Ia menambahkan bahwa digitalisasi pencatatan keuangan akan membantu pelaku UMKM lebih mudah mengukur keuntungan, mengatur arus kas, menyusun rencana usaha, dan meyakinkan lembaga pembiayaan.</p><p>“Ini adalah fondasi ekonomi masa depan, karena UMKM yang tertib secara keuangan akan lebih mudah tumbuh, lebih tahan menghadapi perubahan, dan lebih siap masuk ke rantai pasok pembangunan IKN,” tutur Tohom.</p><p>MARTABAT Prabowo-Gibran berharap kolaborasi Otorita IKN, Bank Indonesia, OJK, pemerintah daerah, perbankan, dan komunitas usaha terus diperluas agar UMKM lokal benar-benar menjadi bagian penting dari wajah ekonomi Nusantara.</p><p>Sebelumnya, Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin menyatakan pembangunan IKN harus memberikan manfaat nyata bagi warga lokal melalui penguatan pelaku usaha agar mampu menangkap peluang ekonomi yang terus berkembang.</p><p>Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN Aura Pandu Wirawan menyampaikan bahwa kolaborasi dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas UMKM agar semakin kuat, maju, dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi di kawasan IKN.</p><p>Salah satu peserta, Reni, pelaku usaha keripik pisang asal Kabupaten Penajam Paser Utara, mengaku pembekalan SIAPIK membantu pelaku usaha beralih dari pencatatan manual menuju sistem digital yang lebih tertata.</p><p><strong>[Redaktur: Sandy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir072026/oikn-dongkrak-kapasitas-umkm-martabat-prabowo-gibran-ikn-jadi-ruang-tumbuh-pelaku-usaha-lokal_nvY9Drs27J.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Hibah Rp115,94 Miliar untuk Smart City IKN, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Investasi Pengetahuan dan Teknologi</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/hibah&#45;rp11594&#45;miliar&#45;untuk&#45;smart&#45;city&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;investasi&#45;pengetahuan&#45;dan&#45;teknologi&#45;Akq5RIuR72/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/hibah&#45;rp11594&#45;miliar&#45;untuk&#45;smart&#45;city&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;investasi&#45;pengetahuan&#45;dan&#45;teknologi&#45;Akq5RIuR72/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 06:00:26 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif groundbreaking Smart City Cooperation Center atau SCCC di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara sebagai langkah strategis untuk memperkuat arah pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai kota cerdas, modern, hijau, dan berbasis teknologi.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif groundbreaking Smart City Cooperation Center atau SCCC di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara sebagai langkah strategis untuk memperkuat arah pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai kota cerdas, modern, hijau, dan berbasis teknologi.</p><p>Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan pembangunan SCCC melalui kerja sama Otorita IKN dan Pemerintah Korea Selatan menunjukkan bahwa Nusantara tidak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai pusat inovasi nasional.</p><p>“Groundbreaking SCCC ini adalah sinyal kuat bahwa pembangunan IKN bergerak ke arah yang benar, karena kota masa depan harus dibangun dengan ilmu pengetahuan, teknologi, tata kelola digital, dan kolaborasi internasional,” ujar Tohom Purba, Jumat (19/6/2026).</p><p>Menurut Tohom, nilai hibah kerja sama sebesar 9,9 miliar KRW atau sekitar Rp 115,94 miliar menjadi bukti kepercayaan internasional terhadap masa depan IKN dan arah pembangunan Indonesia di bawah kepemimpinan nasional yang berorientasi pada kemajuan.</p><p>Ia menilai keberadaan SCCC di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara, memiliki makna strategis karena berada di pusat pengembangan kota baru yang dirancang untuk menjadi model transformasi perkotaan Indonesia.</p><p>“Indonesia membutuhkan kota yang bukan hanya tertata secara fisik, tetapi juga cerdas dalam mengelola energi, transportasi, lingkungan, data, pelayanan publik, pendidikan, dan ekosistem inovasi,” katanya.</p><p>Tohom mengatakan rencana pembangunan gedung SCCC seluas sekitar 1.098 meter persegi dengan control room, ruang pertemuan, area pameran, AI & Robotics Lab, serta urban farming merupakan gambaran nyata bahwa IKN sedang diarahkan menjadi laboratorium kehidupan perkotaan masa depan.</p><p>Menurutnya, keberadaan AI & Robotics Lab sangat penting karena generasi muda Indonesia harus diberi ruang untuk berinteraksi langsung dengan teknologi maju, bukan hanya menjadi pengguna produk teknologi dari luar negeri.</p><p>“SCCC harus menjadi tempat belajar, tempat uji coba, tempat bertemunya peneliti, pelajar, pemerintah, industri, dan masyarakat untuk membangun solusi kota cerdas yang sesuai dengan karakter Indonesia,” ujar Tohom.</p><p>Ia menilai kerja sama dengan Korea Selatan juga relevan karena negara tersebut memiliki pengalaman dalam membangun kota pintar seperti Sejong yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan Nusantara dengan tetap menyesuaikan kebutuhan nasional.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pembangunan IKN harus dilihat sebagai bagian dari agenda besar pemerataan pertumbuhan, bukan hanya pemindahan pusat administrasi pemerintahan.</p><p>“Dari perspektif aglomerasi, IKN harus mampu menjadi magnet pertumbuhan baru yang terhubung dengan daerah sekitar, membuka ruang ekonomi baru, dan menghadirkan tata kelola perkotaan yang lebih manusiawi serta berkelanjutan,” ucap Tohom.</p><p>Ia berpandangan bahwa Smart City Masterplan, Smart Building Protocol, Nusantara Smart City Forum, dan Capacity Building Program akan menjadi fondasi penting untuk memastikan transfer pengetahuan dari kerja sama Indonesia-Korea berjalan produktif.</p><p>Menurut Tohom, pembangunan kota cerdas tidak boleh berhenti pada teknologi, tetapi harus menghasilkan pelayanan publik yang lebih cepat, lingkungan yang lebih sehat, mobilitas yang lebih efisien, serta kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.</p><p>“Visi besar Prabowo-Gibran tentang Indonesia maju harus diterjemahkan melalui proyek-proyek konkret seperti SCCC, karena kemajuan bangsa lahir dari keberanian membangun pusat inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman,” tuturnya.</p><p>MARTABAT Prabowo-Gibran berharap SCCC dapat menjadi pusat kolaborasi kota cerdas Indonesia-Korea, ruang demonstrasi teknologi, pusat pembelajaran, serta ekosistem inovasi yang mempercepat lahirnya Nusantara sebagai kota masa depan Indonesia.</p><p><strong>[Redaktur: Sandy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/hibah-rp11594-miliar-untuk-smart-city-ikn-martabat-prabowo-gibran-investasi-pengetahuan-dan-teknologi_93M6UU2oF0.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Restorasi Mangrove Pantai Tanah Merah, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: IKN Wajib Tumbuh dengan Etika Ekologi</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/restorasi&#45;mangrove&#45;pantai&#45;tanah&#45;merah&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;ikn&#45;wajib&#45;tumbuh&#45;dengan&#45;etika&#45;ekologi&#45;R5uBKlbIpO/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/restorasi&#45;mangrove&#45;pantai&#45;tanah&#45;merah&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;ikn&#45;wajib&#45;tumbuh&#45;dengan&#45;etika&#45;ekologi&#45;R5uBKlbIpO/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 05:40:19 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif aksi pemulihan ekosistem pesisir Pantai Tanah Merah di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, yang berada dalam garis delineasi Ibu Kota Nusantara atau IKN.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif aksi pemulihan ekosistem pesisir Pantai Tanah Merah di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, yang berada dalam garis delineasi Ibu Kota Nusantara atau IKN.</p><p>Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan penanaman mangrove dan pembersihan sampah pesisir merupakan langkah penting untuk memastikan pembangunan IKN berjalan selaras dengan agenda perlindungan lingkungan.</p><p>“IKN bisa jadi tonggak lahirnya tata kelola kota masa depan yang hijau, sehat, berketahanan iklim, dan berpihak kepada masyarakat pesisir,” kata Tohom, Rabu (17/6/2026).</p><p>Menurutnya, posisi Pantai Tanah Merah sebagai bagian dari koridor pesisir IKN menjadikannya kawasan strategis yang harus dijaga dari ancaman abrasi, pencemaran, dan tekanan aktivitas manusia yang tidak terkendali.</p><p>Ia menilai aksi Otorita IKN bersama lintas sektor dalam menanam ratusan bibit mangrove dan membersihkan kawasan pantai dari material polutan menunjukkan bahwa pembangunan ibu kota baru tidak bisa dipisahkan dari pemulihan daya dukung alam.</p><p>“Pembangunan besar seperti IKN membutuhkan fondasi ekologis yang kuat, sebab kota yang maju tanpa perlindungan lingkungan hanya akan mewariskan beban bagi generasi berikutnya,” ujar Tohom.</p><p>Tohom mengatakan mangrove memiliki peran vital sebagai pelindung alami kawasan pesisir, penyerap karbon, penahan abrasi, tempat hidup biota laut, sekaligus penyangga ekonomi masyarakat yang bergantung pada ekosistem pantai.</p><p>Ia menilai pengangkutan 202,7 kilogram sampah domestik dan plastik dari garis pantai menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan di kawasan pesisir tidak cukup dijawab dengan penanaman pohon, tetapi juga harus disertai perubahan perilaku publik.</p><p>“Gerakan bersih pantai harus diperluas menjadi budaya baru masyarakat IKN, karena kota masa depan tidak dibangun hanya dengan infrastruktur megah, tetapi juga dengan disiplin sosial dalam menjaga ruang hidup bersama,” ucap Tohom.</p><p>Menurutnya, keterlibatan Otorita IKN, pemerintah kecamatan, masyarakat, dan sektor privat seperti PT Pertamina Hulu Mahakam mencerminkan model kolaborasi yang tepat dalam mengelola risiko perubahan iklim di kawasan strategis nasional.</p><p>Tohom menilai kontribusi bibit bakau jenis Rhizophora mucronata atau bakau hitam perlu diikuti dengan pemantauan berkala, perawatan tanaman, edukasi masyarakat, serta pengendalian sampah agar investasi ekologis tersebut benar-benar tumbuh dan memberi manfaat jangka panjang.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa kawasan penyangga IKN seperti Samboja harus dipandang sebagai bagian penting dari ekosistem aglomerasi Nusantara, bukan hanya sebagai wilayah sekitar ibu kota.</p><p>Ia mengatakan keberhasilan IKN sangat bergantung pada kemampuan pemerintah mengintegrasikan pusat pemerintahan, kawasan penyangga, wilayah pesisir, komunitas lokal, dan sektor ekonomi dalam satu arah pembangunan yang adil dan berkelanjutan.</p><p>“Jika wilayah penyangga seperti Samboja kuat secara ekologis dan sosial, maka IKN akan memiliki ketahanan yang lebih kokoh sebagai pusat pemerintahan dan simbol peradaban baru Indonesia,” kata Tohom.</p><p>Tohom juga mendorong Otorita IKN memperkuat regulasi pengelolaan sampah di area publik pantai agar kawasan pesisir tidak kembali dibebani limbah domestik dan plastik yang dapat merusak pertumbuhan mangrove.</p><p>Menurutnya, pembangunan IKN harus menjadi contoh bahwa agenda pemerintahan Prabowo-Gibran tidak hanya berorientasi pada percepatan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas lingkungan, kesejahteraan rakyat, dan ketahanan iklim nasional.</p><p>“MARTABAT Prabowo-Gibran mendukung langkah pemulihan Pantai Tanah Merah, karena IKN harus lahir sebagai warisan peradaban hijau yang memberi rasa aman, manfaat ekonomi, dan kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Tohom.</p><p><strong>[Redaktur: Sandy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/restorasi-mangrove-pantai-tanah-merah-martabat-prabowo-gibran-ikn-wajib-tumbuh-dengan-etika-ekologi_awP3gx2402.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Trans Borneo Railway Siap Dibangun, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Otorita IKN, Malaysia dan Brunai Bakal Tersambung</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/trans&#45;borneo&#45;railway&#45;siap&#45;dibangun&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;otorita&#45;ikn&#45;malaysia&#45;dan&#45;brunai&#45;bakal&#45;tersambung&#45;2X96dg64CO/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/trans&#45;borneo&#45;railway&#45;siap&#45;dibangun&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;otorita&#45;ikn&#45;malaysia&#45;dan&#45;brunai&#45;bakal&#45;tersambung&#45;2X96dg64CO/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 13 Jun 2026 06:00:03 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif gagasan pembangunan Trans Borneo Railway yang diproyeksikan menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam dalam satu jaringan kereta cepat lintas negara.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO -</strong> Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif gagasan pembangunan Trans Borneo Railway yang diproyeksikan menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam dalam satu jaringan kereta cepat lintas negara.</p><p>“Ini gagasan besar yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam membangun konektivitas Indonesia dari pinggiran, memperkuat IKN, dan membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan,” kata Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, Jumat (12/06/2026).</p><p>Tohom mengatakan, rencana Trans Borneo Railway dapat menjadi lompatan strategis bagi Kalimantan karena jaringan tersebut tidak hanya bicara soal transportasi, tetapi juga masa depan logistik, perdagangan, investasi, pariwisata, dan pemerataan ekonomi kawasan.</p><p>Menurut dia, apabila proyek itu benar-benar terealisasi, Ibu Kota Nusantara atau IKN berpeluang menjadi simpul utama konektivitas regional yang menghubungkan Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Brunei Darussalam, Sarawak, hingga Sabah.</p><p>“Bayangkan ketika Otorita IKN, wilayah Indonesia di Kalimantan, Malaysia, dan Brunei tersambung dalam satu koridor modern, maka yang bergerak bukan hanya manusia, tetapi juga barang, modal, teknologi, ide, dan peluang ekonomi baru,” ujar Tohom.</p><p>Ia menilai, konsep Trans Borneo Railway perlu dilihat sebagai bagian dari transformasi besar Pulau Kalimantan menuju kawasan strategis yang lebih terintegrasi dengan ekonomi ASEAN.</p><p>Tohom berpandangan, pembangunan IKN akan semakin kuat apabila ditopang oleh infrastruktur lintas wilayah yang mampu menurunkan biaya logistik dan mempercepat mobilitas masyarakat.</p><p>“IKN tidak boleh berdiri sendiri sebagai pusat pemerintahan, tetapi harus menjadi pusat gravitasi ekonomi baru yang terhubung dengan kawasan sekitarnya, termasuk negara-negara tetangga di Pulau Borneo,” katanya.</p><p>Gagasan Trans Borneo Railway sebelumnya ditawarkan oleh perusahaan asal Brunei Darussalam, Brunergy Utama Sdn Bhd, melalui rencana pembangunan jaringan kereta cepat sepanjang sekitar 1.620 kilometer.</p><p>Jalur tersebut diproyeksikan membentang dari Kalimantan Barat menuju Sarawak, Brunei Darussalam, Sabah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Balikpapan, hingga IKN.</p><p>Dalam konsep yang dipublikasikan Brunergy, proyek itu dirancang menggunakan teknologi kereta cepat dengan kecepatan operasional sekitar 300 hingga 350 kilometer per jam.</p><p>Dengan konsep tersebut, waktu tempuh antarkawasan di Pulau Kalimantan yang selama ini bisa memakan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari berpotensi dipangkas secara signifikan.</p><p>Tohom mengatakan, kehadiran kereta cepat lintas negara di Borneo dapat menjadi jawaban atas persoalan klasik konektivitas Kalimantan yang selama ini banyak bergantung pada jalan raya, sungai, dan transportasi udara.</p><p>“Kalau konektivitas dibangun dengan benar, maka pedalaman Kalimantan tidak lagi menjadi halaman belakang pembangunan, tetapi bisa tumbuh menjadi beranda baru ekonomi Indonesia,” ucapnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa konsep Trans Borneo Railway harus dibaca dalam kerangka aglomerasi kawasan yang lebih luas, khususnya hubungan antara IKN, kota-kota penyangga, kawasan industri, pelabuhan, bandara, dan pusat ekonomi lintas negara.</p><p>Menurut dia, konektivitas modern akan membuat pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi di satu titik, melainkan menyebar ke banyak wilayah yang selama ini belum menikmati akses infrastruktur secara optimal.</p><p>“Prinsipnya, rel kereta harus menjadi urat nadi aglomerasi baru di Kalimantan, sehingga IKN, Balikpapan, Samarinda, Bontang, Tanjung Selor, hingga wilayah perbatasan dapat tumbuh dalam satu ekosistem ekonomi yang saling menguatkan,” tutur Tohom.</p><p>Meski demikian, Tohom mengingatkan bahwa proyek sebesar Trans Borneo Railway membutuhkan kajian mendalam, terutama terkait kelayakan ekonomi, pembiayaan, regulasi lintas negara, kesiapan lahan, keamanan, dan dampak lingkungan.</p><p>Ia mengatakan, pemerintah Indonesia perlu bersikap terbuka namun tetap berhati-hati agar proyek tersebut benar-benar membawa manfaat bagi kepentingan nasional.</p><p>“Indonesia harus berada di posisi yang cerdas, terbuka terhadap kerja sama internasional, tetapi tetap memastikan kedaulatan, manfaat ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kepentingan rakyat menjadi dasar utama setiap keputusan,” katanya.</p><p>Tohom juga menilai keterlibatan pemerintah pusat, Otorita IKN, pemerintah daerah di Kalimantan, pelaku usaha, dan masyarakat adat menjadi faktor penting apabila gagasan tersebut masuk ke tahap pembahasan lebih lanjut.</p><p>Menurut dia, pembangunan rel modern di Kalimantan harus memperhatikan ruang hidup masyarakat lokal, kawasan konservasi, dan karakter ekologis Borneo sebagai salah satu wilayah hutan tropis terpenting di dunia.</p><p>“Modernisasi transportasi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, karena masa depan Kalimantan tidak boleh dibangun dengan mengorbankan alam dan masyarakat yang sudah lama hidup di sana,” ujar Tohom.</p><p>Ia menambahkan, pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki momentum besar untuk menjadikan Kalimantan sebagai pusat pertumbuhan baru Indonesia melalui kombinasi pembangunan IKN, hilirisasi, energi, konektivitas, dan penguatan kawasan perbatasan.</p><p>“Trans Borneo Railway bisa menjadi simbol babak baru bahwa pembangunan Indonesia tidak lagi Jawa-sentris, tetapi bergerak menuju Indonesia-sentris dengan Kalimantan sebagai salah satu poros utamanya,” katanya.</p><p>Tohom berharap gagasan tersebut dapat dikaji secara serius, transparan, dan melibatkan para pemangku kepentingan terkait agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia.</p><p>“Kalau dirancang dengan visi besar dan tata kelola yang baik, Trans Borneo Railway dapat menjadi warisan konektivitas lintas generasi bagi Indonesia, Malaysia, dan Brunei,” ucapnya.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/trans-borneo-railway-siap-dibangun-martabat-prabowo-gibran-otorita-ikn-malaysia-dan-brunai-bakal-tersambung_j5eyYXxRJ3.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Basuki Lantik PNS Angkatan Pertama Otorita IKN, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Nusantara Masuki Fase Operasional</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/basuki&#45;lantik&#45;pns&#45;angkatan&#45;pertama&#45;otorita&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;nusantara&#45;masuki&#45;fase&#45;operasional&#45;a6zVWvlKYu/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/basuki&#45;lantik&#45;pns&#45;angkatan&#45;pertama&#45;otorita&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;nusantara&#45;masuki&#45;fase&#45;operasional&#45;a6zVWvlKYu/0#komentar</comments>
                <pubDate>Wed, 10 Jun 2026 05:20:29 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran merespons positif pelantikan 555 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) angkatan pertama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono di Taman Kusuma Bangsa, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Senin (08/06/2026).]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO -</strong> Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran merespons positif pelantikan 555 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) angkatan pertama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono di Taman Kusuma Bangsa, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Senin (08/06/2026).</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan pelantikan tersebut menjadi tanda penting bahwa IKN tidak lagi hanya bergerak sebagai proyek pembangunan fisik, tetapi mulai memasuki fase operasional sebagai pusat pemerintahan baru.</p><p>“Pelantikan 555 PNS Otorita IKN ini adalah sinyal kuat bahwa Ibukota IKN sudah mulai operasi secara kelembagaan. Negara sedang membangun mesin pemerintahannya di Nusantara, bukan hanya membangun gedung, jalan, atau kawasan,” kata Tohom, Selasa (09/06/2026).</p><p>Menurut Tohom, hadirnya ASN angkatan pertama Otorita IKN menjadi fondasi awal bagi terbentuknya budaya birokrasi baru yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada masa depan.</p><p>Ia menilai arahan Basuki Hadimuljono agar para pegawai menjadi “insan Otorita” merupakan pesan strategis yang harus dipahami sebagai ajakan untuk membangun karakter aparatur negara yang berbeda dari pola birokrasi lama.</p><p>“Pak Basuki memberi pesan yang sangat tepat. ASN Otorita IKN harus punya identitas kerja yang kuat, punya rasa memiliki, dan punya tanggung jawab sejarah karena mereka adalah generasi pertama aparatur pemerintahan di ibu kota baru,” ujar Tohom.</p><p>Tohom mengatakan, pembangunan IKN membutuhkan aparatur yang tidak hanya mengerti administrasi, tetapi juga mampu membaca arah perubahan zaman, memahami tata kelola kota masa depan, serta memiliki keberanian untuk mengambil keputusan berbasis integritas.</p><p>Ia menyebut empat karakter yang disampaikan Basuki, yakni kompetensi, integritas, loyalitas profesional, dan inovasi, merupakan fondasi penting bagi birokrasi IKN agar tidak terjebak dalam rutinitas kerja yang kaku.</p><p>“IKN harus menjadi laboratorium pemerintahan modern Indonesia. Kalau ASN-nya kuat secara kompetensi, berani karena berintegritas, loyal pada profesi, dan mampu berinovasi, maka IKN bisa menjadi contoh reformasi birokrasi nasional,” ucapnya.</p><p>Tohom menambahkan, pelantikan 555 PNS tersebut juga menunjukkan adanya keberlanjutan pembangunan IKN di bawah pemerintahan Prabowo Subianto.</p><p>Menurutnya, keberlanjutan IKN penting karena proyek tersebut bukan milik satu periode pemerintahan, melainkan agenda besar negara untuk membangun pusat pertumbuhan baru yang lebih seimbang di luar Pulau Jawa.</p><p>“Dalam pandangan MARTABAT Prabowo-Gibran, keberlanjutan IKN adalah bagian dari kesinambungan visi besar Indonesia. IKN harus dilihat sebagai strategi pemerataan, strategi geopolitik, strategi ekonomi, dan strategi peradaban,” tutur Tohom.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa keberadaan IKN harus tetap dibaca dalam hubungan yang saling melengkapi dengan kawasan aglomerasi besar lainnya, termasuk Jabodetabekjur.</p><p>Ia menjelaskan, Jakarta dan kawasan sekitarnya tetap akan menjadi pusat ekonomi, bisnis, jasa, dan konektivitas nasional, sementara IKN dapat berkembang sebagai pusat pemerintahan yang lebih tertata, hijau, dan berbasis teknologi.</p><p>“IKN bukan untuk mematikan Jakarta. IKN justru harus menjadi pasangan strategis bagi aglomerasi Jabodetabekjur. Negara besar seperti Indonesia membutuhkan banyak pusat pertumbuhan, bukan hanya satu titik yang menanggung semua beban,” katanya.</p><p>Tohom menilai pelatihan kedisiplinan, kekompakan, dan ketahanan mental ASN Otorita IKN bersama Grup 4 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) juga merupakan langkah positif untuk membentuk aparatur yang tangguh.</p><p>Menurutnya, ASN yang bertugas di IKN akan menghadapi tantangan besar, mulai dari membangun sistem kerja kelembagaan, melayani masyarakat, menarik kepercayaan investor, hingga menjaga semangat kolektif dalam proses pemindahan pusat pemerintahan.</p><p>“ASN Otorita IKN harus punya mental pelopor. Mereka bukan hanya bekerja di tempat baru, tetapi sedang ikut menulis babak baru sejarah pemerintahan Indonesia,” ujar Tohom.</p><p>Ia berharap pelantikan PNS angkatan pertama Otorita IKN dapat menjadi momentum untuk mempercepat kesiapan kelembagaan, pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan di Nusantara.</p><p>Tohom juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan IKN secara objektif, kritis, dan konstruktif, karena keberhasilan ibu kota baru akan berdampak pada masa depan bangsa dalam jangka panjang.</p><p>“Indonesia membutuhkan cara pandang besar. IKN bukan hanya soal hari ini, tetapi soal 50 sampai 100 tahun ke depan. Karena itu, MARTABAT Prabowo-Gibran mendukung langkah-langkah yang memperkuat operasional IKN sebagai ibu kota masa depan Indonesia,” pungkas Tohom.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/basuki-lantik-pns-angkatan-pertama-otorita-ikn-martabat-prabowo-gibran-nusantara-masuki-fase-operasional_59VujVMmi4.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Atasi Kumuh dan Bau, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: PSEL Regional di Kawasan Otorita IKN Jadi Simbol Peradaban Baru Indonesia</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/atasi&#45;kumuh&#45;dan&#45;bau&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;psel&#45;regional&#45;di&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;jadi&#45;simbol&#45;peradaban&#45;baru&#45;indonesia&#45;zh9lqLHe6f/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/atasi&#45;kumuh&#45;dan&#45;bau&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;psel&#45;regional&#45;di&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;jadi&#45;simbol&#45;peradaban&#45;baru&#45;indonesia&#45;zh9lqLHe6f/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sun, 24 May 2026 06:00:53 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif langkah pemerintah dalam membangun sistem Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) regional di kawasan Otorita IKN dan wilayah penyangga Kalimantan Timur.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO –</strong> Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif langkah pemerintah dalam membangun sistem Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) regional di kawasan Otorita IKN dan wilayah penyangga Kalimantan Timur.&nbsp;</p><p>Program tersebut dinilai menjadi terobosan strategis untuk menghapus persoalan kumuh, bau sampah, sekaligus memperkuat ketahanan energi berbasis lingkungan di masa depan.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba mengatakan proyek PSEL Samarinda Raya dan Balikpapan Raya menunjukkan keseriusan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam membangun wajah baru Indonesia yang modern, sehat, dan berkelas dunia.</p><p>“Ini bukan hanya proyek pengelolaan sampah biasa. Pemerintah sedang membangun fondasi peradaban baru di kawasan IKN. Sampah yang selama ini dipandang sebagai masalah kini diubah menjadi sumber energi dan kekuatan ekonomi hijau,” ujar Tohom Purba, Sabtu (23/5/2026).</p><p>Menurut Tohom, keberanian pemerintah membangun sistem pengelolaan sampah regional merupakan langkah visioner karena persoalan limbah perkotaan tidak mungkin lagi diselesaikan dengan pola lama yang hanya mengandalkan tempat pembuangan akhir.</p><p>“Kalau kota-kota besar ingin naik kelas menjadi kota dunia, maka persoalan sampah harus selesai total. Tidak boleh ada lagi kawasan strategis nasional yang identik dengan bau, tumpukan limbah, dan pencemaran lingkungan,” katanya.</p><p>Ia menilai proyek PSEL di Kalimantan Timur juga akan menjadi contoh nasional bagi daerah lain dalam mengembangkan konsep waste-to-energy yang terintegrasi dengan kebutuhan energi bersih masyarakat.</p><p>“Ke depan, pengelolaan sampah tidak boleh dipisahkan dari agenda ketahanan energi nasional. Dunia sedang bergerak menuju ekonomi sirkular, dan Indonesia tidak boleh tertinggal dalam transformasi itu,” ucapnya.</p><p>Tohom menyebut langkah pemerintah membangun kolaborasi lintas daerah antara Otorita IKN, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Balikpapan, Samarinda, hingga Kutai Kartanegara merupakan model tata kelola modern yang harus diperluas ke berbagai wilayah lain di Indonesia.</p><p>“Masalah sampah tidak mengenal batas administrasi. Karena itu pendekatan regional seperti ini jauh lebih efektif dibanding masing-masing daerah berjalan sendiri-sendiri,” tuturnya.</p><p>Tohom yang juga Pengamat Energi dan Lingkungan ini mengatakan pembangunan PSEL memiliki dampak strategis jangka panjang karena mampu mengurangi emisi gas metana dari timbunan sampah sekaligus menciptakan sumber listrik alternatif yang lebih ramah lingkungan.</p><p>“PSEL adalah kombinasi antara solusi lingkungan dan solusi energi. Kalau dikelola dengan teknologi modern dan pengawasan ketat, maka Indonesia bisa memiliki sistem pengelolaan limbah yang bukan hanya bersih, tetapi juga produktif,” ungkapnya.</p><p>Ia juga memandang target Presiden Prabowo untuk menyelesaikan persoalan sampah nasional dalam dua hingga tiga tahun merupakan tantangan besar yang membutuhkan keberanian politik, konsistensi kebijakan, dan dukungan seluruh elemen masyarakat.</p><p>“Kalau visi besar ini berjalan konsisten, Indonesia berpeluang menjadi salah satu negara dengan transformasi pengelolaan sampah tercepat di kawasan Asia,” katanya.</p><p>Sebelumnya, pemerintah resmi menandatangani Kesepakatan Bersama penyelenggaraan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) wilayah Samarinda Raya dan Balikpapan Raya sebagai bagian dari percepatan pembangunan kawasan Otorita IKN dan penguatan sistem energi berkelanjutan di Kalimantan Timur.</p><p><strong>[Redaktur: Sobar Bahtiar]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/atasi-kumuh-dan-bau-martabat-prabowo-gibran-psel-regional-di-kawasan-otorita-ikn-jadi-simbol-peradaban-baru-indonesia_yAyCSuil26.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Investasi IKN Tembus Rp72 Triliun, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Dunia Mulai Percaya Masa Depan Nusantara</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/investasi&#45;ikn&#45;tembus&#45;rp72&#45;triliun&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dunia&#45;mulai&#45;percaya&#45;masa&#45;depan&#45;nusantara&#45;Z6zn7m12Ok/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/investasi&#45;ikn&#45;tembus&#45;rp72&#45;triliun&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dunia&#45;mulai&#45;percaya&#45;masa&#45;depan&#45;nusantara&#45;Z6zn7m12Ok/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 23 May 2026 15:11:41 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif capaian investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang telah mencapai Rp72,39 triliun.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif capaian investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang telah mencapai Rp72,39 triliun.&nbsp;</p><p>MARTABAT menilai tingginya minat investasi swasta dan masuknya investor asing menjadi indikator kuat bahwa pembangunan IKN tetap memiliki daya tarik besar dan dipandang menjanjikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba mengatakan masuknya investasi dari berbagai negara menunjukkan bahwa dunia internasional mulai membaca arah baru pembangunan Indonesia yang lebih modern, terintegrasi, dan berjangka panjang.</p><p>“Ketika investor asing mulai masuk dan membangun di IKN, itu berarti ada kepercayaan terhadap stabilitas, visi pembangunan, dan masa depan ekonomi Indonesia. IKN sedang dibaca dunia sebagai simbol transformasi besar bangsa ini,” ujar Tohom Purba, Jumat (22/5/2026).</p><p>Menurutnya, pembangunan IKN tidak bisa dilihat hanya dari pembangunan gedung pemerintahan, tetapi juga dari terbentuknya ekosistem ekonomi baru yang mampu menciptakan pusat pertumbuhan nasional di luar Pulau Jawa.</p><p>“Indonesia selama puluhan tahun terlalu terpusat. Kehadiran IKN membuka jalan pemerataan baru. Ini akan mengubah arah distribusi investasi, industri, infrastruktur, hingga sumber daya manusia secara lebih seimbang,” katanya.</p><p>Tohom menilai investasi yang masuk ke IKN, mulai dari apartemen, hotel, fasilitas olahraga, restoran, hingga kawasan pendidikan menunjukkan bahwa pembangunan Nusantara mulai bergerak menuju pembentukan kota hidup yang memiliki denyut ekonomi dan aktivitas sosial yang lengkap.</p><p>“Kalau investor mulai membangun hunian, pusat komersial, dan fasilitas publik, artinya mereka melihat IKN bukan proyek sementara. Mereka sedang membaca potensi jangka panjang dari pertumbuhan kota baru Indonesia,” lanjutnya.</p><p>Ia juga melihat keberanian pemerintah menjaga kesinambungan pembangunan IKN menjadi faktor penting yang membuat kepercayaan investor tetap tumbuh di tengah dinamika ekonomi global.</p><p>“Dalam dunia investasi, konsistensi kebijakan adalah faktor utama. Ketika pembangunan terus berjalan dan infrastruktur dasar terus dibangun, maka pasar akan menangkap sinyal positif bahwa Indonesia serius membangun masa depan,” ujarnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan IKN memiliki peluang besar menjadi model kota aglomerasi modern yang mampu mengintegrasikan pusat pemerintahan, bisnis, pendidikan, teknologi, dan lingkungan hidup secara berkelanjutan.</p><p>“IKN jangan hanya menjadi kota administrasi. Nusantara harus menjadi pusat inovasi nasional yang mampu melahirkan ekosistem ekonomi hijau, kota cerdas, dan pusat talenta masa depan Indonesia,” katanya.</p><p>Menurutnya, konsep pembangunan IKN juga dapat menjadi momentum lahirnya pusat ekonomi baru berbasis konektivitas kawasan timur Indonesia yang selama ini belum berkembang maksimal.</p><p>“Kalimantan memiliki posisi strategis sebagai simpul baru ekonomi nasional. Ketika infrastruktur, investasi, dan mobilitas manusia mulai terkoneksi, maka efek pertumbuhannya akan sangat besar bagi Indonesia,” tambahnya.</p><p>Sebelumnya, Otorita IKN mencatat total investasi swasta dan pembangunan pemerintah di IKN mencapai Rp72,39 triliun.&nbsp;</p><p>Nilai tersebut terdiri dari investasi swasta murni sebesar Rp60,29 triliun dan pembangunan fasilitas publik serta penugasan kementerian/lembaga senilai Rp12,10 triliun.</p><p>Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw mengatakan terdapat 75 perjanjian kerja sama investasi swasta murni dengan 65 pelaku usaha, termasuk investor asing dari Korea Selatan, China, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura.</p><p>Sementara Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono menyebut investasi yang masuk bertujuan memperkuat ekosistem kawasan agar IKN semakin siap menjadi kota yang hidup, produktif, dan inklusif.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/investasi-ikn-tembus-rp72-triliun-martabat-prabowo-gibran-dunia-mulai-percaya-masa-depan-nusantara_76s91711wc.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Proyek Kereta Api Kaltara&#45;Otorita IKN Bakal Dibangun, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Harus Dipastikan Tersambung ke Malaysia dan Brunai</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/proyek&#45;kereta&#45;api&#45;kaltara&#45;otorita&#45;ikn&#45;bakal&#45;dibangun&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;harus&#45;dipastikan&#45;tersambung&#45;ke&#45;malaysia&#45;dan&#45;brunai&#45;yWRpewy4Vd/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/proyek&#45;kereta&#45;api&#45;kaltara&#45;otorita&#45;ikn&#45;bakal&#45;dibangun&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;harus&#45;dipastikan&#45;tersambung&#45;ke&#45;malaysia&#45;dan&#45;brunai&#45;yWRpewy4Vd/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 19 May 2026 06:53:10 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; MARTABAT Prabowo&#45;Gibran memberikan apresiasi atas rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) membangun jaringan kereta api pertama di Pulau Kalimantan yang diharapkan terhubung hingga ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>MARTABAT Prabowo-Gibran memberikan apresiasi atas rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) membangun jaringan kereta api pertama di Pulau Kalimantan yang diharapkan terhubung hingga ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.</p><p>Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan proyek strategis tersebut harus dirancang dengan visi besar agar tidak berhenti pada konektivitas domestik, tetapi berkembang menjadi jalur logistik internasional yang terhubung langsung dengan Malaysia dan Brunei Darussalam.</p><p>“Kalau proyek ini benar-benar diwujudkan, maka harus dipastikan sejak awal bahwa jalur kereta ini tersambung ke Malaysia dan Brunei. Dengan begitu, Kalimantan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dengan kawasan ASEAN,” ujar Tohom, Senin (18/5/2026).</p><p>Menurut Tohom, pembangunan kereta api di Kaltara akan menjadi game changer bagi perekonomian Kalimantan karena dapat memangkas biaya logistik, mempercepat distribusi hasil tambang, perkebunan, perikanan, dan berbagai komoditas unggulan lainnya.</p><p>“Selama ini biaya logistik di Kalimantan relatif tinggi. Kehadiran kereta api akan meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing produk daerah, dan membuka peluang investasi yang jauh lebih besar,” katanya.</p><p>Ia menilai keputusan investor nasional menyiapkan dana hingga Rp25 triliun menunjukkan bahwa Kalimantan Utara memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan dan mendapat kepercayaan kuat dari dunia usaha.</p><p>“Ini adalah fondasi peradaban baru di Kalimantan yang akan mendorong terciptanya kawasan industri, pusat perdagangan, dan simpul pertumbuhan ekonomi lintas negara,” tutur Tohom.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan jalur kereta Kaltara-IKN perlu disinergikan dengan pelabuhan, kawasan industri, pusat logistik, dan jaringan transportasi regional agar manfaat ekonominya berlipat ganda.</p><p>“Jika terintegrasi dengan pelabuhan dan kawasan industri, maka Kaltara dapat menjadi gerbang utama perdagangan Indonesia di bagian utara Kalimantan. Dampaknya akan sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ucapnya.</p><p>Menurut dia, proyek tersebut selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk membangun Indonesia dari pinggiran, memperkuat konektivitas nasional, dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa.</p><p>MARTABAT Prabowo-Gibran optimistis pembangunan kereta api pertama di Kalimantan akan menjadi tonggak penting transformasi ekonomi kawasan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan logistik dan perdagangan ASEAN.</p><p>Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Paliwang menyatakan investor nasional telah menunjukkan keseriusan untuk membangun jalur kereta api yang menghubungkan Malinau, Tana Tidung, hingga Tanjung Selor.&nbsp;</p><p>Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp25 triliun dan diharapkan dapat terhubung ke IKN, Malaysia, serta Brunei Darussalam.&nbsp;</p><p>Dukungan penuh juga datang dari DPRD Kaltara yang menilai proyek ini sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antardaerah.</p><p><strong>[Redaktur: Sobar Bahtiar]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/proyek-kereta-api-kaltara-otorita-ikn-bakal-dibangun-martabat-prabowo-gibran-harus-dipastikan-tersambung-ke-malaysia-dan-brunai_mnwbQ9lF57.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>PBB Sambut Positif Pembangunan Otorita IKN, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Investor Lokal Harus Bergerak Secepatnya di Nusantara</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/pbb&#45;sambut&#45;positif&#45;pembangunan&#45;otorita&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;investor&#45;lokal&#45;harus&#45;bergerak&#45;secepatnya&#45;di&#45;nusantara&#45;3m31UoHAjo/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/pbb&#45;sambut&#45;positif&#45;pembangunan&#45;otorita&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;investor&#45;lokal&#45;harus&#45;bergerak&#45;secepatnya&#45;di&#45;nusantara&#45;3m31UoHAjo/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 18 May 2026 06:00:21 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[WAHANANEWS.CO, Jakarta &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran memandang apresiasi Perserikatan Bangsa&#45;Bangsa (PBB) terhadap perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai sinyal kuat bahwa proyek strategis nasional tersebut telah memperoleh legitimasi global.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>WAHANANEWS.CO, Jakarta -</strong> Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran memandang apresiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai sinyal kuat bahwa proyek strategis nasional tersebut telah memperoleh legitimasi global.</p><p>Momentum ini dinilai menjadi saat yang tepat bagi investor lokal untuk mengambil posisi terdepan dalam pembangunan pusat pertumbuhan baru Indonesia.</p><p>"Ketika badan Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan perhatian dan menunjukkan ketertarikan terhadap Ibu Kota Nusantara, itu berarti dunia internasional melihat IKN sebagai proyek yang kredibel, terukur, dan memiliki masa depan yang sangat menjanjikan," ujar Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, Sabtu (16/5/2026).</p><p>Menurut Tohom, pengakuan dari United Nations Department of Safety and Security (UNDSS) menjadi penanda bahwa pembangunan IKN tidak lagi dipandang sebagai gagasan semata, melainkan sebagai realitas yang terus berkembang dan menarik perhatian komunitas internasional.</p><p>Ia menilai investor dalam negeri tidak boleh hanya menjadi penonton ketika kepercayaan global terhadap Nusantara terus menguat.</p><p>"Investor lokal harus bergerak secepatnya untuk berpartisipasi di IKN, karena kawasan ini akan menjadi episentrum ekonomi baru Indonesia dengan peluang bisnis yang terbuka sangat luas," katanya.</p><p>Tohom menilai IKN akan melahirkan ekosistem ekonomi modern yang mencakup properti, energi, transportasi, teknologi, pendidikan, kesehatan, hingga sektor jasa yang saling terintegrasi.</p><p>Menurut dia, pelaku usaha nasional memiliki kesempatan historis untuk menjadi aktor utama dalam pembangunan kota masa depan yang dirancang hingga 2045.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan bahwa IKN akan menjadi simpul pertumbuhan yang menghubungkan berbagai kawasan strategis di Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing nasional dalam peta ekonomi global.</p><p>"IKN bukan hanya pusat pemerintahan baru, tetapi laboratorium peradaban Indonesia modern yang akan menciptakan efek berganda bagi seluruh daerah," ujarnya.</p><p>Ia menilai keterbukaan Otorita IKN terhadap PBB menunjukkan bahwa tata kelola pembangunan Nusantara berada dalam jalur yang transparan, inklusif, dan sesuai standar internasional.</p><p>Menurut Tohom, hal tersebut akan meningkatkan rasa percaya investor karena proyek yang terbuka terhadap pengawasan global cenderung memiliki kepastian dan akuntabilitas yang lebih kuat.</p><p>"Kepercayaan internasional adalah modal strategis, tetapi manfaat terbesarnya harus dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat Indonesia," tuturnya.</p><p>Tohom meyakini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pembangunan IKN akan dipercepat sebagai simbol transformasi ekonomi, pemerataan pembangunan, dan kemandirian bangsa.</p><p>Ia berharap investor lokal segera mengambil langkah konkret agar manfaat ekonomi Nusantara dapat dinikmati secara optimal oleh anak bangsa.</p><p><strong>[Redaktur: Sandy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/pbb-sambut-positif-pembangunan-otorita-ikn-martabat-prabowo-gibran-investor-lokal-harus-bergerak-secepatnya-di-nusantara_8q0UqFXx7s.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Potensi Migas Transmigrasi Perkuat IKN, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Dorong Kemandirian Fiskal Daerah</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/potensi&#45;migas&#45;transmigrasi&#45;perkuat&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dorong&#45;kemandirian&#45;fiskal&#45;daerah&#45;rkXlx34Nek/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/potensi&#45;migas&#45;transmigrasi&#45;perkuat&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dorong&#45;kemandirian&#45;fiskal&#45;daerah&#45;rkXlx34Nek/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 20 Apr 2026 06:00:39 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif pergeseran paradigma transmigrasi yang kini tidak lagi sekadar program kependudukan, melainkan menjadi instrumen strategis penggerak ekonomi nasional, khususnya di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif pergeseran paradigma transmigrasi yang kini tidak lagi sekadar program kependudukan, melainkan menjadi instrumen strategis penggerak ekonomi nasional, khususnya di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).&nbsp;</p><p>Organisasi ini menilai temuan potensi energi di wilayah transmigrasi sebagai peluang besar untuk mempercepat kemandirian ekonomi daerah sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional berbasis sumber daya domestik.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa transformasi ini mencerminkan arah kebijakan yang visioner dan adaptif terhadap dinamika global.&nbsp;</p><p>“Perubahan pendekatan transmigrasi dari sekadar relokasi penduduk menjadi pembangunan ekosistem ekonomi adalah lompatan besar dalam kebijakan pembangunan nasional. Ini menunjukkan keberanian negara dalam membaca potensi riil di lapangan,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).</p><p>Menurut Tohom, ditemukannya puluhan sumur minyak di kawasan transmigrasi di Kutai Kartanegara beberapa waktu lalu menjadi bukti bahwa wilayah-wilayah tersebut memiliki nilai strategis yang selama ini belum dimaksimalkan.&nbsp;</p><p>Ia menilai integrasi antara sektor migas dan kawasan transmigrasi akan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berdaya saing.</p><p>“Ketika kawasan transmigrasi terhubung langsung dengan industri energi, maka yang tercipta bukan hanya aktivitas ekonomi, tetapi juga multiplier effect yang luas—mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan infrastruktur, hingga tumbuhnya industri turunan,” jelasnya.</p><p>Tohom juga menyoroti pentingnya pengelolaan potensi tersebut secara inklusif dan berkeadilan.&nbsp;</p><p>Ia menyebutkan bahwa masyarakat lokal dan transmigran harus menjadi aktor utama dalam rantai nilai ekonomi yang terbentuk.&nbsp;</p><p>“Jangan sampai eksploitasi sumber daya hanya menguntungkan segelintir pihak. Harus ada skema distribusi manfaat yang adil agar kesejahteraan benar-benar dirasakan masyarakat di kawasan tersebut,” tegasnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa penyelesaian sengketa lahan melalui program Transmigrasi Tuntas (Transtuntas) menjadi kunci utama untuk membuka pintu investasi.&nbsp;</p><p>Tanpa kepastian hukum, potensi sebesar apa pun tidak akan bisa dimanfaatkan secara optimal.</p><p>Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengembangan kawasan transmigrasi berbasis energi di sekitar IKN akan menjadi model baru pembangunan kawasan terpadu di Indonesia.&nbsp;</p><p>Dengan dukungan infrastruktur, energi, dan kebijakan yang terintegrasi, kawasan tersebut berpotensi menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.</p><p>“Ke depan, kita harus melihat transmigrasi sebagai platform pembangunan kawasan berbasis potensi lokal. Jika dikelola dengan tepat, ini bisa menjadi kekuatan utama Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” pungkasnya.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir042026/potensi-migas-transmigrasi-perkuat-ikn-martabat-prabowo-gibran-dorong-kemandirian-fiskal-daerah_6tmR6C6aOL.jpeg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>MARTABAT PRABOWO GIBRAN: Kunjungan Masyarakat yang Signifikan Tunjukkan Kawasan Otorita IKN Siap Jadi Kota Dunia</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;kunjungan&#45;masyarakat&#45;yang&#45;signifikan&#45;tunjukkan&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;siap&#45;jadi&#45;kota&#45;dunia&#45;yput9v5m5y/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;kunjungan&#45;masyarakat&#45;yang&#45;signifikan&#45;tunjukkan&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;siap&#45;jadi&#45;kota&#45;dunia&#45;yput9v5m5y/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 14 Apr 2026 05:57:12 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[WAHANANEWS.CO, Jakarta &#45; Lonjakan kunjungan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai menjadi bukti nyata keberhasilan arah pembangunan nasional, sekaligus memperkuat martabat kepemimpinan Prabowo&#45;Gibran dalam membangun pusat peradaban baru Indonesia.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>WAHANANEWS.CO, Jakarta -</strong> Lonjakan kunjungan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai menjadi bukti nyata keberhasilan arah pembangunan nasional, sekaligus memperkuat martabat kepemimpinan Prabowo-Gibran dalam membangun pusat peradaban baru Indonesia.</p><p>Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menilai tingginya antusiasme masyarakat terhadap Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap proyek strategis nasional tersebut terus tumbuh.</p><p>"Fenomena lonjakan pengunjung ini bukan sekadar wisata, tetapi bentuk legitimasi sosial bahwa IKN diterima sebagai simbol masa depan Indonesia yang maju, inklusif, dan berkelanjutan," ujar Tohom, beberapa waktu lalu.</p><p>Ia menegaskan, angka 352.102 pengunjung dalam 12 hari selama periode 18–29 Maret 2026 merupakan sinyal kuat bahwa pembangunan IKN tidak lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi realitas yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.</p><p>Menurutnya, keberhasilan menarik puluhan ribu kendaraan dan wisatawan ke kawasan yang sebelumnya dianggap terpencil membuktikan efektivitas konektivitas dan percepatan infrastruktur yang dibangun pemerintah.</p><p>"Ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga membangun rasa memiliki masyarakat terhadap IKN sebagai rumah bersama bangsa," tambahnya.</p><p>Tohom juga menyoroti titik-titik strategis seperti Istana Negara, Masjid Negara, Jembatan Kaca, hingga Bendungan Sepaku Semoi yang menjadi magnet utama kunjungan sebagai simbol integrasi antara fungsi pemerintahan, budaya, dan pariwisata.</p><p>Ia melihat transformasi ruang publik seperti Plaza Seremoni dan Plaza Bhinneka sebagai indikator tumbuhnya ekosistem sosial yang sehat dan dinamis di kawasan tersebut.</p><p>"Ketika ruang publik hidup, kuliner tumbuh, interaksi sosial berkembang, itu berarti kota ini tidak dibangun secara kaku, tetapi dengan pendekatan humanis dan berorientasi pada masyarakat," jelasnya.</p><p>Tohom menilai kehadiran fasilitas edukatif seperti Sentra Massa yang menampilkan konsep kota cerdas menjadi langkah strategis dalam membangun literasi publik terhadap arah pembangunan nasional berbasis teknologi.</p><p>Lebih jauh, ia mengapresiasi kesiapan pelayanan dan pengamanan yang melibatkan berbagai unsur seperti TNI, Polri, hingga tenaga kesehatan dalam mengelola lonjakan pengunjung secara profesional.</p><p>"Ini adalah gambaran tata kelola modern yang kolaboratif, di mana negara hadir secara nyata dalam memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat," ujarnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch menambahkan bahwa IKN memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan baru yang akan mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah di Indonesia.</p><p>"IKN bukan hanya memindahkan pusat pemerintahan, tetapi juga mendistribusikan kesejahteraan dan membuka peluang ekonomi baru di kawasan timur Indonesia," katanya.</p><p>Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan, sejalan dengan harapan pengunjung internasional yang melihat IKN sebagai kota modern di tengah hutan.</p><p>"Prinsip pembangunan hijau harus tetap dijaga, karena di situlah nilai tambah IKN di mata dunia, yakni harmoni antara kemajuan dan keberlanjutan," ucapnya.</p><p>Menurut Tohom, keterbukaan pemerintah dalam memperlihatkan progres pembangunan kepada publik melalui pendekatan “seeing is believing” menjadi strategi komunikasi yang efektif dalam membangun kepercayaan.</p><p>"IKN adalah simbol martabat bangsa, dan di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, kita melihat arah pembangunan yang tidak hanya ambisius tetapi juga terukur dan inklusif," pungkasnya.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir042026/martabat-prabowo-gibran-kunjungan-masyarakat-yang-signifikan-tunjukkan-kawasan-otorita-ikn-siap-jadi-kota-dunia_Lgy38dzsIU.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Proyek IKN Berlanjut Pascalebaran, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Momentum Akselerasi Harus Dijaga</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/proyek&#45;ikn&#45;berlanjut&#45;pascalebaran&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;momentum&#45;akselerasi&#45;harus&#45;dijaga&#45;n8het1wiIT/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/proyek&#45;ikn&#45;berlanjut&#45;pascalebaran&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;momentum&#45;akselerasi&#45;harus&#45;dijaga&#45;n8het1wiIT/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 06 Apr 2026 06:15:49 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif progres awal pembangunan gedung yudikatif dan legislatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang telah memasuki tahap land clearing atau pembersihan lahan.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO -</strong> MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif progres awal pembangunan gedung yudikatif dan legislatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang telah memasuki tahap land clearing atau pembersihan lahan.&nbsp;</p><p>Organisasi relawan nasional tersebut menilai langkah ini sebagai sinyal kuat kesinambungan pembangunan IKN sekaligus bentuk komitmen nyata pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat operasional pusat pemerintahan baru.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan bahwa dimulainya tahapan awal ini menunjukkan arah kebijakan pembangunan yang semakin terstruktur dan terukur.&nbsp;</p><p>“Kami melihat progres ini sebagai bagian dari konsistensi pemerintah dalam memastikan IKN tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pusat pemerintahan modern yang lengkap,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).</p><p>Menurut Tohom, pembangunan gedung legislatif dan yudikatif merupakan elemen krusial dalam mewujudkan keseimbangan kekuasaan negara di IKN.&nbsp;</p><p>“Tidak cukup hanya eksekutif, kehadiran lembaga legislatif dan yudikatif di IKN akan memperkuat sistem checks and balances, sehingga tata kelola pemerintahan bisa berjalan lebih optimal dan kredibel,” katanya.</p><p>Ia juga menilai percepatan pembangunan pasca-Lebaran sebagai momentum penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proyek strategis nasional tersebut.&nbsp;</p><p>“Akselerasi setelah Lebaran ini harus dijaga ritmenya. Jangan sampai ada jeda yang mengurangi kepercayaan investor maupun masyarakat. Konsistensi adalah kunci,” tegasnya.</p><p>Lebih lanjut, Tohom menyoroti bahwa target penyelesaian pada 2028 merupakan tantangan besar yang membutuhkan sinergi lintas sektor.&nbsp;</p><p>“Target ini realistis jika didukung koordinasi yang solid antara pemerintah pusat, otorita IKN, dan seluruh pemangku kepentingan. Ini bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi transformasi peradaban,” ungkapnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan harus terintegrasi dengan konsep aglomerasi wilayah di sekitarnya.&nbsp;</p><p>“IKN tidak boleh berdiri sendiri. Harus ada konektivitas ekonomi, sosial, dan infrastruktur dengan wilayah penyangga agar dampak ekonominya merata dan berkelanjutan,” ujarnya.</p><p>Ia menambahkan, pembangunan gedung yudikatif dan legislatif juga harus mengedepankan prinsip keberlanjutan dan efisiensi.&nbsp;</p><p>“IKN harus menjadi contoh kota masa depan yang mengedepankan green infrastructure, digital governance, dan efisiensi energi. Ini peluang Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan global dalam pembangunan kota modern,” katanya.</p><p>Di sisi lain, MARTABAT Prabowo-Gibran menilai keberlanjutan proyek IKN di bawah pemerintahan saat ini menunjukkan adanya kepastian arah pembangunan nasional.&nbsp;</p><p>Hal ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.</p><p>Sebelumnya, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa pembangunan gedung yudikatif dan legislatif saat ini masih berada pada tahap land clearing dan akan dilanjutkan ke tahap fondasi setelah Lebaran.&nbsp;</p><p>Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan fasilitas legislatif dan yudikatif di IKN dapat rampung pada 2028.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir042026/proyek-ikn-berlanjut-pascalebaran-martabat-prabowo-gibran-momentum-akselerasi-harus-dijaga_437bSqgfRd.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Operasional Total Tol IKN Ditargetkan Rampung 2027, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Percepat Konektivitas dan Ekonomi Kawasan</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/operasional&#45;total&#45;tol&#45;ikn&#45;dikebut&#45;rampung&#45;2027&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;percepat&#45;konektivitas&#45;dan&#45;ekonomi&#45;kawasan&#45;6qe7hxlEh6/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/operasional&#45;total&#45;tol&#45;ikn&#45;dikebut&#45;rampung&#45;2027&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;percepat&#45;konektivitas&#45;dan&#45;ekonomi&#45;kawasan&#45;6qe7hxlEh6/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sun, 29 Mar 2026 06:01:30 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif rencana operasional penuh Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tahun 2027.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif rencana operasional penuh Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tahun 2027.&nbsp;</p><p>Organisasi relawan nasional tersebut menilai proyek ini sebagai langkah strategis dalam mempercepat konektivitas nasional serta memperkuat fondasi pembangunan ekonomi di kawasan timur Indonesia.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menyatakan bahwa kehadiran Jalan Tol IKN merupakan simbol nyata dari transformasi infrastruktur Indonesia yang semakin modern dan terintegrasi.&nbsp;</p><p>“Tol IKN ini bukan sekadar proyek jalan, tetapi representasi dari visi besar pembangunan yang berorientasi masa depan dan pemerataan,” ujarnya.</p><p>Menurut Tohom, pengoperasian penuh tol yang menghubungkan berbagai segmen strategis seperti Sepinggan-Karang Joang hingga akses menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi mobilitas dan logistik.&nbsp;</p><p>“Pemangkasan waktu tempuh dari dua jam menjadi sekitar 30–45 menit adalah lompatan besar yang akan meningkatkan produktivitas kawasan secara menyeluruh,” katanya.</p><p>Ia menilai, keberadaan tol tersebut juga akan mendorong pertumbuhan kawasan industri, perdagangan, serta investasi baru di sekitar IKN dan wilayah penyangga seperti Balikpapan dan Penajam Paser Utara.&nbsp;</p><p>“Konektivitas adalah kunci. Ketika akses semakin cepat dan efisien, maka arus barang, jasa, dan manusia akan semakin dinamis,” ucapnya.</p><p>Lebih lanjut, Tohom menekankan pentingnya pengelolaan tol melalui skema profesional seperti Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) agar operasional berjalan optimal dan berkelanjutan.&nbsp;</p><p>“Manajemen yang profesional akan memastikan kualitas layanan tetap terjaga serta memberikan kepastian bagi investor,” jelasnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan bahwa pembangunan Tol IKN harus dilihat sebagai bagian dari desain besar pengembangan kawasan aglomerasi nasional.&nbsp;</p><p>“IKN tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus terhubung dengan pusat-pusat ekonomi lain dalam satu ekosistem terintegrasi yang saling menguatkan,” ujarnya.</p><p>Ia menambahkan bahwa penyelesaian infrastruktur pendukung seperti Istana Wakil Presiden, masjid negara, serta sistem sanitasi dan pengelolaan air limbah akan semakin memperkuat kesiapan IKN sebagai ibu kota masa depan.&nbsp;</p><p>“Kita melihat progresnya sudah sangat maju, tinggal penyempurnaan di beberapa aspek teknis,” katanya.</p><p>Menurutnya, keberhasilan proyek Tol IKN akan menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan infrastruktur nasional di era pemerintahan Prabowo-Gibran.&nbsp;</p><p>“Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu membangun infrastruktur kelas dunia dengan perencanaan matang dan eksekusi yang konsisten,” ujarnya.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir032026/operasional-total-tol-ikn-dikebut-rampung-2027-martabat-prabowo-gibran-percepat-konektivitas-dan-ekonomi-kawasan_vC2XFME45B.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>DIPA 2026 Otorita Resmi Turun, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran Imbau Investor Investasi di Ibukota Nusantara</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/dipa&#45;2026&#45;otorita&#45;resmi&#45;turun&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;imbau&#45;investor&#45;investasi&#45;di&#45;ibukota&#45;nusantara&#45;wKxb5RtiaQ/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/dipa&#45;2026&#45;otorita&#45;resmi&#45;turun&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;imbau&#45;investor&#45;investasi&#45;di&#45;ibukota&#45;nusantara&#45;wKxb5RtiaQ/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 28 Mar 2026 07:11:17 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif turunnya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp6 triliun.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif turunnya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp6 triliun.&nbsp;</p><p>Mereka menilai langkah ini sebagai sinyal kuat keberlanjutan pembangunan IKN sekaligus momentum strategis untuk mendorong masuknya investasi domestik maupun global ke pusat pemerintahan baru Indonesia.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa kepastian anggaran tersebut menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kepercayaan investor.&nbsp;</p><p>“Turunnya DIPA 2026 ini adalah bukti konkret bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serius menjadikan IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ini momentum yang harus ditangkap oleh para investor,” ujar Tohom, Jumat (27/3/2026).</p><p>Menurut Tohom, fase pembangunan IKN kini telah bergeser dari sekadar infrastruktur dasar menuju penguatan fungsi kota modern berbasis teknologi dan pelayanan publik.&nbsp;</p><p>Ia menilai arah ini sejalan dengan tren global, di mana kota-kota masa depan mengedepankan konsep smart city, keberlanjutan, dan inklusivitas sosial.</p><p>Lebih lanjut, Tohom menilai penekanan pada transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran, seperti yang ditegaskan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono melalui penandatanganan pakta integritas, merupakan faktor kunci dalam menarik kepercayaan pasar.</p><p>“Investor tidak hanya melihat potensi proyek, tetapi juga governance. Ketika tata kelola dijaga ketat dan bebas conflict of interest, maka risiko investasi akan jauh lebih terukur,” jelasnya.</p><p>Ia juga menyoroti alokasi anggaran yang difokuskan pada operasional dan pemeliharaan fasilitas dasar, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan sistem digital pemerintahan.&nbsp;</p><p>Menurutnya, kombinasi ini menciptakan ekosistem kota yang tidak hanya layak huni, tetapi juga produktif secara ekonomi.</p><p>Dalam analisis visionernya, Tohom memandang IKN sebagai “magnet baru” yang akan menggeser pusat gravitasi ekonomi Indonesia dari Jawa ke Kalimantan.&nbsp;</p><p>Ia memperkirakan, dalam beberapa tahun ke depan, kawasan ini akan berkembang menjadi hub investasi di sektor energi hijau, teknologi digital, hingga industri kreatif berbasis kearifan lokal.</p><p>“Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pembangunan IKN tidak bisa dilihat sebagai proyek jangka pendek, melainkan sebagai grand design transformasi Indonesia menuju negara maju. Efek aglomerasinya akan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru yang saling terhubung,” paparnya.</p><p>Ia pun mengimbau para pelaku usaha, baik nasional maupun internasional, untuk tidak ragu mengambil posisi sejak dini.&nbsp;</p><p>Menurutnya, investasi awal di IKN akan memberikan keuntungan strategis dalam jangka panjang, terutama ketika kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) mulai beroperasi penuh.</p><p>Dengan turunnya DIPA dan kesiapan struktur pengelola anggaran yang profesional, Tohom optimistis IKN telah memasuki fase “point of no return”.&nbsp;</p><p>Ia menegaskan, keberhasilan implementasi anggaran Rp6 triliun ini akan menjadi tolok ukur penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus mempercepat realisasi visi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru di kawasan Asia.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir032026/dipa-2026-otorita-resmi-turun-martabat-prabowo-gibran-imbau-investor-investasi-di-ibukota-nusantara_i48fpEFZH0.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Menuju Negara Maju, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Semua Daerah Bisa Tiru Kawasan Otorita IKN Bebas Kabel Semrawut dan Lubang Galian</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/menuju&#45;negara&#45;maju&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;semua&#45;daerah&#45;bisa&#45;tiru&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;bebas&#45;kabel&#45;semrawut&#45;dan&#45;lubang&#45;galian&#45;Kmnnw7xVfd/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/menuju&#45;negara&#45;maju&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;semua&#45;daerah&#45;bisa&#45;tiru&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;bebas&#45;kabel&#45;semrawut&#45;dan&#45;lubang&#45;galian&#45;Kmnnw7xVfd/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 26 Mar 2026 07:19:06 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyatakan dukungan penuh terhadap konsep pembangunan Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengadopsi sistem Multi Utility Tunnel (MUT) sebagai solusi penataan utilitas modern.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>MARTABAT Prabowo-Gibran menyatakan dukungan penuh terhadap konsep pembangunan Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengadopsi sistem Multi Utility Tunnel (MUT) sebagai solusi penataan utilitas modern.&nbsp;</p><p>Menurut organisasi relawan nasional tersebut, konsep IKN yang bebas kabel semrawut dan tanpa galian jalan merupakan lompatan besar menuju standar kota maju yang layak ditiru oleh seluruh daerah di Indonesia.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa pendekatan infrastruktur bawah tanah seperti MUT mencerminkan arah pembangunan nasional yang visioner dan berkelas dunia.&nbsp;</p><p>“IKN menunjukkan bahwa Indonesia mampu keluar dari pola lama pembangunan yang tidak terintegrasi. Ini bukan sekadar estetika kota, tetapi transformasi cara berpikir dalam membangun peradaban modern,” ujarnya, belum lama ini.</p><p>Ia menjelaskan, sistem MUT yang mengintegrasikan kabel listrik, fiber optik, jaringan air, hingga gas dalam satu koridor bawah tanah memberikan efisiensi tinggi sekaligus meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.&nbsp;</p><p>“Selama ini kita terbiasa dengan kabel bergelantungan dan jalanan yang terus-menerus dibongkar. Di IKN, semua itu dihapus. Ini bukti bahwa perencanaan matang menghasilkan kualitas hidup yang lebih baik,” kata Tohom.</p><p>Menurutnya, keunggulan konsep tersebut tidak hanya berdampak pada keindahan kota, tetapi juga pada efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan.&nbsp;</p><p>“Biaya pemeliharaan jangka panjang akan lebih rendah, risiko kerusakan akibat pekerjaan galian bisa ditekan, dan kota menjadi lebih ramah lingkungan. Ini adalah standar baru pembangunan perkotaan Indonesia,” tuturnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch menambahkan bahwa konsep MUT harus mulai direplikasi di kawasan-kawasan strategis lain, khususnya wilayah aglomerasi dan kota-kota besar.</p><p>“Kita tidak bisa lagi membangun kota secara parsial. Integrasi utilitas seperti di IKN harus menjadi model nasional, terutama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas yang efisien di kawasan perkotaan,” ujarnya.</p><p>Ia juga menilai proyek pembangunan MUT di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kota pintar yang sesungguhnya.&nbsp;</p><p>Dengan panjang jalan mencapai sekitar 10,9 kilometer yang terintegrasi dengan terowongan utilitas, proyek ini dinilai sebagai bukti konkret keseriusan pemerintah dalam membangun infrastruktur berkelanjutan.</p><p>“Ke depan, keberhasilan IKN harus menjadi benchmark nasional. Semua daerah bisa meniru dengan menyesuaikan kapasitas fiskal dan kebutuhan wilayah masing-masing. Ini bukan soal mahal atau tidak, tetapi soal komitmen terhadap kualitas pembangunan,” kata Tohom.</p><p>Ia menutup dengan menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi besar Indonesia menuju negara maju.&nbsp;</p><p>“Kalau kita ingin sejajar dengan negara-negara maju, maka standar infrastrukturnya juga harus maju. IKN sudah memulai, sekarang saatnya daerah-daerah lain mengikuti,” pungkasnya.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir032026/menuju-negara-maju-martabat-prabowo-gibran-semua-daerah-bisa-tiru-kawasan-otorita-ikn-bebas-kabel-semrawut-dan-lubang-galian_iiibjwmuj4.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Hibah Rp39 Miliar dari AS Bukti Kepercayaan Global pada Visi IKN</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;hibah&#45;rp39&#45;miliar&#45;dari&#45;as&#45;bukti&#45;kepercayaan&#45;global&#45;pada&#45;visi&#45;ikn&#45;N1vVf0qFqC/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;hibah&#45;rp39&#45;miliar&#45;dari&#45;as&#45;bukti&#45;kepercayaan&#45;global&#45;pada&#45;visi&#45;ikn&#45;N1vVf0qFqC/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 28 Feb 2026 04:09:39 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif hibah senilai 2,49 juta dolar AS atau sekitar Rp39 miliar dari Pemerintah Amerika Serikat melalui US Trade and Development Agency (USTDA) untuk penguatan cetak biru Smart City Ibu Kota Nusantara (IKN).&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO </strong>– Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif hibah senilai 2,49 juta dolar AS atau sekitar Rp39 miliar dari Pemerintah Amerika Serikat melalui US Trade and Development Agency (USTDA) untuk penguatan cetak biru Smart City Ibu Kota Nusantara (IKN).&nbsp;</p><p>Dukungan tersebut dinilai sebagai sinyal kuat meningkatnya kepercayaan global terhadap arah pembangunan IKN sebagai kota masa depan berbasis teknologi dan keberlanjutan.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa hibah ini merupakan bentuk pengakuan internasional atas visi besar transformasi Indonesia.&nbsp;</p><p>“Ini adalah validasi global bahwa arah pembangunan IKN sudah berada di jalur yang tepat. Dunia melihat Indonesia serius membangun ibu kota yang bukan hanya fisik, tetapi juga digital, adaptif, dan berdaya saing tinggi,” ujar Tohom, Jumat (27/2/2026).</p><p>Menurutnya, langkah Otorita Ibu Kota Nusantara mengamankan dukungan teknis dari USTDA menunjukkan pendekatan yang matang dan terukur.&nbsp;</p><p>Dana tersebut akan digunakan untuk asistensi teknis penyusunan arsitektur sistem terintegrasi, model keuangan dan investasi, hingga paket pengadaan (RFP) yang bankable dan siap ditawarkan ke pasar global.</p><p>Tohom menilai, proyeksi IKN menjadi Cognitive City merupakan lompatan strategis yang menempatkan Indonesia sebagai pelopor di kawasan.&nbsp;</p><p>Konsep kota kognitif memungkinkan sistem perkotaan belajar dari data, melakukan simulasi real-time, serta mengoptimalkan layanan publik secara adaptif berbasis kecerdasan buatan.&nbsp;</p><p>“Kalau ini terealisasi dengan konsisten, IKN tidak hanya menjadi smart city biasa, tetapi platform inovasi nasional yang mengintegrasikan tata kelola, ekonomi digital, dan keberlanjutan lingkungan,” katanya.</p><p>Ia juga menyoroti pentingnya prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pembangunan ekosistem digital IKN.&nbsp;</p><p>Menurut Tohom, investor global saat ini tidak hanya melihat potensi keuntungan, tetapi juga aspek transparansi, keamanan data, serta komitmen terhadap lingkungan.&nbsp;</p><p>“Dengan kerangka ESG yang kuat, IKN bisa menjadi magnet investasi jangka panjang. Ini bukan proyek lima tahun, tetapi fondasi peradaban baru Indonesia,” tegasnya.</p><p>Di sisi lain, Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pembangunan IKN harus diintegrasikan secara harmonis dengan kawasan penyangga dan pusat-pusat ekonomi lain di sekitarnya.</p><p>Menurutnya, konsep kota kognitif tidak boleh berdiri sendiri, melainkan menjadi simpul dalam jaringan aglomerasi nasional yang saling terhubung.&nbsp;</p><p>“IKN harus menjadi episentrum inovasi yang memancar ke wilayah sekitarnya, menciptakan efek pengganda ekonomi dan pemerataan pembangunan,” ujarnya.</p><p>Ia menambahkan, kolaborasi dengan konsorsium internasional seperti Eficens Systems Inc., Frost & Sullivan, hingga kemitraan teknologi melalui Google Cloud Platform menunjukkan bahwa Indonesia mengadopsi standar global dalam tata kelola data dan keamanan siber.&nbsp;</p><p>Hal ini dinilai penting untuk menjaga kedaulatan digital sekaligus membuka ruang kolaborasi internasional.</p><p>Bagi MARTABAT Prabowo-Gibran, dukungan Amerika Serikat melalui USTDA menjadi momentum strategis untuk mempercepat realisasi visi IKN sebagai kota hijau, berkelanjutan, dan berbasis kecerdasan buatan.&nbsp;</p><p>Tohom menegaskan, keberhasilan IKN nantinya akan menjadi simbol martabat Indonesia sebagai bangsa yang mampu merancang masa depan dengan teknologi, tata kelola modern, dan komitmen lingkungan yang kuat.</p><p>“Ini bukan hanya tentang membangun ibu kota baru, tetapi membangun model kota masa depan yang bisa menjadi rujukan global. Jika dikelola konsisten dan transparan, IKN akan menjadi legacy besar bagi generasi mendatang,” pungkasnya.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir022026/martabat-prabowo-gibran-hibah-rp39-miliar-dari-as-bukti-kepercayaan-global-pada-visi-ikn_DkqzMqrl9P.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Investasi UEA Rp4 Triliun di IKN, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran Nilai Kepercayaan Dunia Kian Kuat</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/investasi&#45;uea&#45;rp4&#45;triliun&#45;di&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;nilai&#45;kepercayaan&#45;dunia&#45;kian&#45;kuat&#45;9ou6A69r9t/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/investasi&#45;uea&#45;rp4&#45;triliun&#45;di&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;nilai&#45;kepercayaan&#45;dunia&#45;kian&#45;kuat&#45;9ou6A69r9t/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 26 Jan 2026 05:00:57 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[WAHANANEWS.CO, Jakarta – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif masuknya investasi asing bernilai jumbo dari Uni Emirat Arab (UEA) dalam pembangunan kawasan terpadu di Ibu Kota Nusantara (IKN).&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>WAHANANEWS.CO, Jakarta </strong>– Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif masuknya investasi asing bernilai jumbo dari Uni Emirat Arab (UEA) dalam pembangunan kawasan terpadu di Ibu Kota Nusantara (IKN).&nbsp;</p><p>Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor global terhadap arah pembangunan nasional dan visi besar Indonesia ke depan.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa kolaborasi antara Otorita IKN dan Ayedh Dejem Group merupakan bukti konkret bahwa pembangunan Nusantara bukan sekadar wacana, melainkan agenda strategis yang dipercaya dunia internasional.</p><p>“Masuknya investasi sekitar Rp4 triliun dari pengembang asal UEA ini menunjukkan bahwa IKN telah dipandang sebagai kawasan dengan prospek ekonomi jangka panjang yang sangat menjanjikan,” ujar Tohom, Minggu (25/1/2026).</p><p>Menurut Tohom, alokasi lahan seluas 9,7 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A merupakan cerminan dari kejelasan tata kelola dan kepastian hukum yang ditawarkan pemerintah.&nbsp;</p><p>Hal tersebut, kata dia, menjadi faktor krusial bagi investor asing dalam mengambil keputusan besar.</p><p>“Keberanian investor global menanamkan modal di jantung pemerintahan masa depan Indonesia menandakan bahwa fondasi kebijakan, stabilitas politik, serta kesinambungan visi pembangunan nasional telah terbaca dengan baik,” katanya.</p><p>Lebih jauh, Tohom menyoroti rencana pembangunan kompleks perkantoran, area komersial, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas ibadah sebagai pendekatan pembangunan yang holistik.&nbsp;</p><p>Ia menyebut konsep tersebut sejalan dengan semangat IKN sebagai kota modern yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini mengingatkan pentingnya integrasi antara pembangunan kawasan inti dengan wilayah penyangga di sekitarnya.</p><p>“Percepatan investasi di KIPP harus dibarengi dengan perencanaan aglomerasi yang matang agar manfaat ekonomi IKN dapat dirasakan secara merata, tidak menumpuk di satu titik saja,” ujarnya.</p><p>Ia menilai pembangunan infrastruktur pendukung, seperti jalan kawasan KIPP 1A dan kawasan yudikatif dengan nilai kontrak triliunan rupiah, merupakan langkah strategis untuk memastikan kelancaran aktivitas pemerintahan dan ekonomi di masa depan.&nbsp;</p><p>Namun, Tohom juga mengungkapkan pentingnya pengawasan berkelanjutan agar proyek-proyek tersebut tetap tepat waktu, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.</p><p>“IKN harus menjadi etalase peradaban baru Indonesia. Investasi asing memang penting, tetapi yang lebih penting adalah memastikan bahwa pembangunan ini berkelanjutan, inklusif, dan memberi nilai tambah bagi rakyat,” pungkasnya.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir012026/investasi-uea-rp4-triliun-di-ikn-martabat-prabowo-gibran-nilai-kepercayaan-dunia-kian-kuat_u0TMbkKpt0.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>RDMP Balikpapan Penopang IKN, MARTABAT Soroti Arah Baru Ketahanan Energi</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/rdmp&#45;balikpapan&#45;penopang&#45;ikn&#45;martabat&#45;soroti&#45;arah&#45;baru&#45;ketahanan&#45;energi&#45;OwF4yj3Gll/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/rdmp&#45;balikpapan&#45;penopang&#45;ikn&#45;martabat&#45;soroti&#45;arah&#45;baru&#45;ketahanan&#45;energi&#45;OwF4yj3Gll/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sun, 25 Jan 2026 06:00:53 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi relawan nasional MARTABAT Prabowo–Gibran menyampaikan apresiasi atas peresmian proyek Kilang Hijau Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, beberapa waktu lalu.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi relawan nasional MARTABAT Prabowo–Gibran menyampaikan apresiasi atas peresmian proyek Kilang Hijau Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, beberapa waktu lalu.</p><p>Proyek strategis ini dinilai menjadi elemen penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menopang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo–Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan RDMP Balikpapan mencerminkan arah baru kebijakan energi nasional yang lebih berdaulat dan berorientasi jangka panjang.&nbsp;</p><p>“RDMP Balikpapan adalah fondasi strategis untuk memastikan IKN dan kawasan sekitarnya memiliki pasokan energi yang kuat, stabil, dan mandiri,” ujar Tohom, Sabtu (24/1/2026).</p><p>Ia menilai keberhasilan Indonesia menghentikan impor solar sejak akhir 2025 merupakan sinyal positif dari konsistensi kebijakan energi pemerintah.&nbsp;</p><p>“Langkah ini menunjukkan bahwa ketahanan energi bukan wacana, tetapi sudah mulai diwujudkan secara konkret melalui peningkatan kapasitas kilang dan penguatan industri dalam negeri,” katanya.</p><p>Menurut MARTABAT, keberadaan RDMP Balikpapan memiliki dampak berlapis bagi kawasan Kalimantan Timur.</p><p>Selain menjamin pasokan BBM dan LPG, proyek ini juga memperkuat ekosistem ekonomi dan industri yang menjadi penopang utama IKN.&nbsp;</p><p>“Tanpa energi yang andal, pembangunan IKN akan rapuh. RDMP Balikpapan memastikan hal itu tidak terjadi,” ucap Tohom.</p><p>Dari sisi pembangunan sumber daya manusia, MARTABAT memandang RDMP Balikpapan sebagai peluang besar bagi generasi muda.&nbsp;</p><p>“Proyek ini membuka ruang bagi anak-anak muda lokal untuk terlibat dalam industri berteknologi tinggi dan menjadi bagian dari transformasi energi nasional,” tuturnya.</p><p>Menutup pernyataannya, Tohom mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keberlanjutan RDMP Balikpapan sebagai aset strategis negara.&nbsp;</p><p>“Ini adalah investasi besar bangsa. Menjaga RDMP Balikpapan berarti menjaga ketahanan energi nasional dan masa depan IKN,” pungkasnya.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir012026/rdmp-balikpapan-penopang-ikn-martabat-soroti-arah-baru-ketahanan-energi_w9qNA354VD.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Masuk Tahap II, MARTABAT Prabowo–Gibran Tegaskan IKN Sudah Lewati “Point of No Return”</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/masuk&#45;tahap&#45;ii&#45;martabat&#45;prabowogibran&#45;tegaskan&#45;ikn&#45;sudah&#45;lewati&#45;point&#45;of&#45;no&#45;return&#45;HlQaVb6fc8/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/masuk&#45;tahap&#45;ii&#45;martabat&#45;prabowogibran&#45;tegaskan&#45;ikn&#45;sudah&#45;lewati&#45;point&#45;of&#45;no&#45;return&#45;HlQaVb6fc8/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 20 Jan 2026 04:26:02 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Memasuki tahun 2026, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai telah melewati fase paling krusial dalam sejarahnya.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Memasuki tahun 2026, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai telah melewati fase paling krusial dalam sejarahnya.&nbsp;</p><p>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran menegaskan bahwa dimulainya Tahap II Pembangunan IKN bukan lagi sekadar kelanjutan proyek, melainkan penanda bahwa IKN telah masuk jalur yang tidak bisa diputar balik atau <i>point of no return</i>.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo–Gibran, KRT Tohom Purba, menilai transformasi IKN dari kawasan konstruksi menjadi kota yang mulai diaktivasi secara fungsional merupakan bukti keseriusan negara dalam membangun pusat pemerintahan baru.&nbsp;</p><p>“Ketika fungsi-fungsi kekuasaan negara mulai dipindahkan, infrastruktur hunian disiapkan secara masif, dan layanan dasar telah aktif, maka secara politik dan administratif, IKN sudah melampaui fase uji coba,” ujarnya.</p><p>Menurut Tohom, dimulainya Tahap II yang berfokus pada penguatan IKN sebagai Ibu Kota Politik menunjukkan bahwa pembangunan kini bergerak dari simbol menuju substansi.&nbsp;</p><p>“Pembangunan gedung DPR/MPR, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, hingga hampir rampungnya Istana Wakil Presiden adalah sinyal kuat bahwa IKN sedang dipersiapkan sebagai pusat pengambilan keputusan nasional,” katanya.</p><p>Ia menambahkan, progres hunian vertikal ASN serta hunian TNI/Polri yang hampir tuntas memperlihatkan kesiapan negara dalam mengelola migrasi aparatur secara terstruktur.&nbsp;</p><p>“IKN bukan hanya soal gedung megah, tapi tentang bagaimana ekosistem pemerintahan dan kehidupan sosial dibangun secara simultan. Itu yang sekarang mulai terlihat,” tutur Tohom.</p><p>Dari sisi sosial dan kebangsaan, Tohom menilai penyelesaian kompleks rumah ibadah, mulai dari Masjid Negara hingga Basilika Fransiskus Xaverius Nusantara, menjadi simbol penting wajah Indonesia di masa depan.</p><p>&nbsp;“IKN diproyeksikan sebagai etalase peradaban Indonesia yang inklusif. Ketika rumah-rumah ibadah berdiri berdampingan dan dirancang monumental, itu bukan sekadar arsitektur, melainkan pesan kebangsaan,” ujarnya.</p><p>MARTABAT Prabowo–Gibran juga menyoroti aspek ekonomi dan keberlanjutan. Menurut Tohom, masuknya investasi swasta dan skema KPBU dengan nilai ratusan triliun rupiah menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap masa depan IKN.&nbsp;</p><p>“Investor tidak menanamkan modal pada proyek yang belum jelas arahnya. Fakta ini memperkuat kesimpulan bahwa IKN sudah melewati titik spekulasi,” katanya.</p><p>Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, IKN diposisikan sebagai proyek strategis jangka panjang lintas pemerintahan.&nbsp;</p><p>“IKN bukan agenda lima tahunan. Ini adalah fondasi Indonesia ke depan, dan Tahap II adalah fase konsolidasi menuju ibu kota politik yang sesungguhnya pada 2028,” ucap Tohom.</p><p>Menutup pernyataannya, Tohom menyebut bahwa perdebatan soal perlu atau tidaknya IKN kini sudah tidak relevan.&nbsp;</p><p>“Pertanyaannya bukan lagi ‘apakah IKN bisa’, tetapi ‘seberapa cepat dan seberapa baik kita mengelolanya’. Di titik ini, IKN sudah melaju, dan bangsa ini harus memastikan arah lajunya tepat,” pungkasnya.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir012026/masuk-tahap-ii-martabat-prabowogibran-tegaskan-ikn-sudah-lewati-point-of-no-return_q5vK5Qv6PA.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>MARTABAT Prabowo&#45;Gibran Apresiasi Pemerintah yang Jadikan IKN Superhub Ekonomi Baru di Indonesia</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;apresiasi&#45;pemerintah&#45;yang&#45;jadikan&#45;ikn&#45;superhub&#45;ekonomi&#45;baru&#45;di&#45;indonesia&#45;an4XM2v6wz/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;apresiasi&#45;pemerintah&#45;yang&#45;jadikan&#45;ikn&#45;superhub&#45;ekonomi&#45;baru&#45;di&#45;indonesia&#45;an4XM2v6wz/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 19 Jan 2026 05:20:30 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; &amp;nbsp;Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyampaikan apresiasi terhadap langkah strategis pemerintah melalui Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menyiapkan kawasan penunjang sebagai daerah mitra untuk memperkuat fungsi IKN sebagai superhub ekonomi baru Indonesia.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - &nbsp;</strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyampaikan apresiasi terhadap langkah strategis pemerintah melalui Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menyiapkan kawasan penunjang sebagai daerah mitra untuk memperkuat fungsi IKN sebagai superhub ekonomi baru Indonesia.&nbsp;</p><p>Menurut MARTABAT, kebijakan ini menunjukkan keseriusan negara dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya terpusat di IKN, tetapi juga berdampak luas bagi wilayah sekitar dan kawasan lain di Indonesia.</p><p>Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menilai pendekatan yang ditempuh pemerintah mencerminkan visi jangka panjang pembangunan nasional.</p><p>“Penataan daerah mitra IKN dengan dasar hukum yang jelas adalah langkah visioner. Ini bukan sekadar membangun ibu kota baru, tetapi membangun ekosistem ekonomi nasional yang saling terhubung dan berkeadilan,” ujar Tohom, Minggu (18/1/2026).</p><p>Ia menegaskan, keberadaan IKN sebagai superhub ekonomi akan menjadi motor baru pemerataan pembangunan jika dikelola secara inklusif dan akuntabel.&nbsp;</p><p>Menurutnya, Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022 serta Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2023 menjadi fondasi penting agar kerja sama antarwilayah berjalan transparan dan memberi kepastian bagi investor.</p><p>“Dengan kepastian hukum, arus investasi tidak akan menumpuk di satu titik. Daerah mitra akan tumbuh bersama IKN, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing regional,” kata Tohom.</p><p>Tohom juga menilai kebijakan Otorita IKN yang membuka peluang daerah mitra tidak hanya terbatas di Kalimantan sebagai terobosan strategis.&nbsp;</p><p>Ia melihat konsep superhub ekonomi memungkinkan integrasi antarpulau, sehingga IKN berfungsi sebagai simpul penggerak ekonomi nasional.</p><p>“Ini sejalan dengan semangat Indonesia sentris. IKN harus menjadi pemantik kolaborasi ekonomi lintas wilayah, bukan simbol pemusatan baru,” ujarnya.</p><p>Lebih jauh, Tohom menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha agar konsep superhub ekonomi benar-benar terwujud.&nbsp;</p><p>Ia menilai, kerja sama yang diatur melalui Keputusan Kepala Otorita IKN dapat menjadi instrumen efektif untuk memastikan tata kelola yang sehat dan saling menguntungkan.</p><p>Tohom juga Ketua Aglomerasi Watch ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pengembangan kawasan mitra agar tidak menimbulkan ketimpangan baru.&nbsp;</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa penguatan daerah mitra harus dibarengi pengendalian tata ruang, infrastruktur berkelanjutan, serta perlindungan sosial bagi masyarakat lokal.</p><p>“Superhub ekonomi harus tumbuh dengan prinsip keberlanjutan. Jangan sampai pembangunan cepat justru mengorbankan keseimbangan sosial dan lingkungan,” tegasnya.</p><p>Ia optimis, di bawah kepemimpinan nasional Prabowo-Gibran, konsep IKN sebagai pusat ekonomi baru dapat menjadi warisan pembangunan yang memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.</p><p>“Jika konsisten dijalankan, IKN bukan hanya ibu kota pemerintahan, tetapi episentrum ekonomi masa depan Indonesia,” pungkas Tohom.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir012026/martabat-prabowo-gibran-apresiasi-pemerintah-yang-jadikan-ikn-superhub-ekonomi-baru-di-indonesia_bt4ckoKnuG.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>MARTABAT Prabowo–Gibran Minta Pemerintah dan OIKN Jalin Kerja Sama dengan Malaysia dan Brunei Bangun Interkoneksi Bus IKN</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowogibran&#45;minta&#45;pemerintah&#45;dan&#45;oikn&#45;jalin&#45;kerja&#45;sama&#45;dengan&#45;malaysia&#45;dan&#45;brunei&#45;bangun&#45;interkoneksi&#45;bus&#45;ikn&#45;QUOa5u1184/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowogibran&#45;minta&#45;pemerintah&#45;dan&#45;oikn&#45;jalin&#45;kerja&#45;sama&#45;dengan&#45;malaysia&#45;dan&#45;brunei&#45;bangun&#45;interkoneksi&#45;bus&#45;ikn&#45;QUOa5u1184/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sun, 04 Jan 2026 03:58:53 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran mendorong pemerintah bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk menjalin kerja sama dengan Malaysia dan Brunei Darussalam dalam membangun interkoneksi angkutan umum bus lintas negara menuju dan dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran mendorong pemerintah bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk menjalin kerja sama dengan Malaysia dan Brunei Darussalam dalam membangun interkoneksi angkutan umum bus lintas negara menuju dan dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).&nbsp;</p><p>Inisiatif ini dinilai penting untuk mempercepat konektivitas kawasan, memperkuat integrasi regional, serta membuka akses ekonomi baru bagi Kalimantan sebagai pintu gerbang Indonesia di Asia Tenggara.</p><p>Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan pembangunan IKN harus dirancang sebagai pusat pertumbuhan regional, bukan hanya kota administrasi nasional.&nbsp;</p><p>"Konektivitas lintas negara melalui angkutan umum bus merupakan langkah strategis untuk memastikan IKN terhubung langsung dengan denyut ekonomi negara-negara tetangga," katanya, Sabtu (3/1/2026).</p><p>Tohom menilai, pengalaman layanan angkutan lintas batas negara seperti rute bus Pontianak–Kuching membuktikan bahwa transportasi darat lintas negara memiliki tingkat keterjangkauan dan minat masyarakat yang tinggi.&nbsp;</p><p>Ia menyebut capaian jumlah penumpang yang terus meningkat sebagai indikator kuat bahwa moda bus lintas negara layak dijadikan tulang punggung konektivitas kawasan.</p><p>“Bus lintas negara adalah moda transportasi yang inklusif. Ia melayani masyarakat luas, dari pekerja lintas batas, pelaku UMKM, hingga wisatawan. Ini sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo–Gibran yang menekankan pemerataan pembangunan dan keadilan akses,” ujar Tohom.</p><p>Ia juga mengungkapkan peran strategis OIKN sebagai koordinator kebijakan lintas sektor dan lintas negara.&nbsp;</p><p>Menurut Tohom, kerja sama dengan Malaysia dan Brunei tidak hanya memperkuat mobilitas manusia, tetapi juga mempercepat arus barang, pariwisata, dan investasi ke kawasan IKN dan sekitarnya.</p><p>Selain berdampak ekonomi, Tohom menilai interkoneksi angkutan umum bus lintas negara juga sejalan dengan konsep pembangunan hijau yang diusung IKN.&nbsp;</p><p>Transportasi massal, kata dia, merupakan solusi jangka panjang untuk menekan emisi dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.</p><p>“Jika sejak awal IKN dibangun dengan fondasi transportasi publik yang kuat dan terintegrasi secara regional, maka Indonesia sedang meletakkan standar baru pembangunan kota masa depan di Asia Tenggara,” pungkasnya.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir012026/martabat-prabowogibran-minta-pemerintah-dan-oikn-jalin-kerja-sama-dengan-malaysia-dan-brunei-bangun-interkoneksi-bus-ikn_llUyetZtbP.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Jembatan Satwa Endemik Dibangun di Atas Jalan Tol, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Kawasan Otorita IKN Semakin Tunjukkan Kelas Dunianya</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/jembatan&#45;satwa&#45;endemik&#45;dibangun&#45;di&#45;atas&#45;jalan&#45;tol&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;semakin&#45;tunjukkan&#45;kelas&#45;dunianya&#45;4UWw6vsq9r/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/jembatan&#45;satwa&#45;endemik&#45;dibangun&#45;di&#45;atas&#45;jalan&#45;tol&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;semakin&#45;tunjukkan&#45;kelas&#45;dunianya&#45;4UWw6vsq9r/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 01 Jan 2026 05:41:55 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Pembangunan jembatan satwa endemik di atas Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) menuai apresiasi dari Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Pembangunan jembatan satwa endemik di atas Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) menuai apresiasi dari Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran.&nbsp;</p><p>Infrastruktur tersebut dinilai menjadi indikator bahwa kawasan Otorita IKN tidak hanya dibangun untuk mengejar konektivitas, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan ekosistem hutan Kalimantan.</p><p>Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menilai kehadiran jembatan satwa sebagai langkah strategis yang menandai perubahan paradigma pembangunan nasional.</p><p>Menurutnya, pembangunan infrastruktur besar kini mulai ditempatkan sejalan dengan prinsip perlindungan lingkungan.</p><p>“Jembatan satwa ini merupakan simbol bahwa pembangunan Indonesia sedang bergerak menuju standar kelas dunia,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).</p><p>Ia mengungkapkan bahwa kota masa depan harus dibangun dengan kesadaran ekologis, bukan dengan mengorbankan ruang hidup satwa demi percepatan proyek.</p><p>Tohom juga menegaskan bahwa kehadiran jembatan satwa di atas Tol IKN bukan keputusan teknis semata, melainkan pilihan politik pembangunan.&nbsp;</p><p>“Negara sedang mengirim pesan bahwa pembangunan tidak boleh memutus rantai ekologi. Ini keputusan yang berani dan tidak populis, tapi sangat penting,” ujarnya.</p><p>Tohom mengatakan, perlindungan terhadap satwa endemik seperti orangutan, macan dahan, bekantan, dan beruang madu menunjukkan bahwa negara mulai menempatkan keberlanjutan sebagai ukuran keberhasilan proyek.&nbsp;</p><p>“Kalau tol dibangun cepat tapi merusak habitat, itu bukan kemajuan. Yang disebut maju adalah ketika infrastruktur hadir tanpa membuat alam kalah,” katanya.</p><p>Ia mengapresiasi langkah PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang menerapkan teknologi konstruksi berkelanjutan, termasuk penggunaan timbunan ringan mortar busa.&nbsp;</p><p>Menurut Tohom, pendekatan tersebut membuktikan bahwa BUMN Indonesia mampu bekerja dengan standar global.&nbsp;</p><p>“Ini bukan proyek asal jadi. Ada kesadaran bahwa satwa harus merasa aman melintas, bukan sekadar dipindahkan,” ucapnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch menilai pembangunan IKN memberikan preseden baru dalam pengelolaan kawasan aglomerasi nasional.&nbsp;</p><p>Ia menyebut integrasi antara jalan tol, hutan lindung, dan koridor satwa sebagai praktik tata ruang modern yang selama ini kerap hanya menjadi konsep di atas kertas.&nbsp;</p><p>“IKN sedang diuji. Kalau ini konsisten, kita punya model kota baru yang ramah alam,” katanya.</p><p>Tohom menambahkan, proyek Tol IKN Seksi 3B yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026 harus dijaga konsistensinya hingga tahap operasional.&nbsp;</p><p>"Kelas dunia itu bukan pada saat peresmian, tetapi ketika kebijakan ini tetap dijaga puluhan tahun ke depan,” ujarnya.</p><p>Menurut Tohom, kehadiran jembatan satwa di kawasan Otorita IKN memperkuat posisi Indonesia di mata internasional sebagai negara yang mampu membangun kota modern dengan tanggung jawab ekologis.&nbsp;</p><p>“Kalau ini berhasil, IKN bukan hanya ibu kota baru, tapi simbol bahwa pembangunan Indonesia sudah naik kelas,” tutupnya.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir012026/jembatan-satwa-endemik-dibangun-di-atas-jalan-tol-martabat-prabowo-gibran-kawasan-otorita-ikn-semakin-tunjukkan-kelas-dunianya_Bx5V3a0W0W.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>MARTABAT Prabowo Gibran Apresiasi Kolaborasi CAT BKN–OIKN Wujudkan Dream Team ‘Pegawai Berintegritas’ untuk Dukung Pembangunan Otorita IKN</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;apresiasi&#45;kolaborasi&#45;cat&#45;bknoikn&#45;wujudkan&#45;dream&#45;team&#45;pegawai&#45;berintegritas&#45;untuk&#45;dukung&#45;pembangunan&#45;otorita&#45;ikn&#45;S3QUsjo3aJ/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;apresiasi&#45;kolaborasi&#45;cat&#45;bknoikn&#45;wujudkan&#45;dream&#45;team&#45;pegawai&#45;berintegritas&#45;untuk&#45;dukung&#45;pembangunan&#45;otorita&#45;ikn&#45;S3QUsjo3aJ/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 30 Dec 2025 06:08:33 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dalam menyiapkan aparatur sipil negara (ASN) yang profesional dan berintegritas.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dalam menyiapkan aparatur sipil negara (ASN) yang profesional dan berintegritas.&nbsp;</p><p>Sinergi ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun “dream team” birokrasi yang mampu mengawal pembangunan IKN secara efektif, transparan, dan berorientasi masa depan.</p><p>Menurut MARTABAT Prabowo–Gibran, seleksi CPNS OIKN berbasis CAT BKN mencerminkan komitmen kuat pemerintah menghadirkan tata kelola SDM aparatur yang objektif, meritokratis, dan bebas intervensi.&nbsp;</p><p>Pendekatan ini sejalan dengan agenda besar pemerintahan Prabowo–Gibran yang menempatkan reformasi birokrasi dan integritas aparatur sebagai prasyarat utama keberhasilan pembangunan nasional, khususnya di kawasan strategis seperti IKN.</p><p>Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa pembangunan fisik IKN harus berjalan seiring dengan pembangunan kualitas manusianya.&nbsp;</p><p>Ia menilai, kehadiran CPNS hasil seleksi CAT BKN merupakan investasi jangka panjang negara untuk memastikan OIKN diisi oleh talenta terbaik yang siap bekerja lintas disiplin.</p><p>“IKN adalah simbol peradaban baru Indonesia. Karena itu, OIKN membutuhkan dream team yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga kokoh secara etika dan integritas. Kolaborasi CAT BKN–OIKN adalah langkah tepat untuk memastikan standar tersebut,” ujar Tohom.</p><p>Tohom menyoroti penekanan OIKN dan BKN terhadap integritas sebagai nilai utama ASN. Menurutnya, integritas aparatur akan menentukan kepercayaan publik terhadap IKN sebagai pusat pemerintahan masa depan.&nbsp;</p><p>“Pegawai berintegritas adalah benteng utama dari praktik penyimpangan. Di IKN, standar itu harus dimulai sejak proses rekrutmen,” katanya.</p><p>Ia juga menilai orientasi Indonesia-sentris dalam pembangunan IKN membutuhkan aparatur yang adaptif, berwawasan kebangsaan, dan mampu bekerja kolaboratif.&nbsp;</p><p>CPNS hasil CAT BKN, lanjut Tohom, diharapkan cepat beradaptasi dengan tantangan institusional OIKN yang dinamis, sekaligus mampu menghadirkan layanan publik berkelas dunia.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch mengatakan bahwa kualitas SDM OIKN akan berpengaruh langsung terhadap pengelolaan kawasan aglomerasi di sekitar IKN.&nbsp;</p><p>“IKN akan menjadi magnet pertumbuhan baru. Aparatur yang berintegritas dan kompeten akan menentukan apakah pertumbuhan itu inklusif, tertata, dan berkelanjutan, atau justru memunculkan persoalan baru,” ujarnya.</p><p>Menurut Tohom, penekanan BKN terhadap kompetensi manajerial, sosial budaya, dan integritas merupakan paket lengkap yang relevan dengan tantangan OIKN.&nbsp;</p><p>Ia berharap pola rekrutmen dan pembinaan ASN seperti ini dapat menjadi model nasional dalam penguatan birokrasi di kementerian dan lembaga lain.</p><p>“Kami melihat ini sebagai praktik baik yang patut dijaga konsistensinya. Jika SDM aparatur IKN kuat, maka visi besar menjadikan IKN sebagai pusat pemerintahan modern, bersih, dan melayani akan lebih mudah diwujudkan,” pungkas Tohom.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir122025/martabat-prabowo-gibran-apresiasi-kolaborasi-cat-bknoikn-wujudkan-dream-team-pegawai-berintegritas-untuk-dukung-pembangunan-otorita-ikn_b1g5gp4n85.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>41 Tower Hunian Digarap Konsorsium AS dan Korea, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Wujud Otorita IKN Kian Nyata</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/41&#45;tower&#45;hunian&#45;digarap&#45;konsorsium&#45;as&#45;dan&#45;korea&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;wujud&#45;otorita&#45;ikn&#45;kian&#45;nyata&#45;QK5n6i33SZ/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/41&#45;tower&#45;hunian&#45;digarap&#45;konsorsium&#45;as&#45;dan&#45;korea&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;wujud&#45;otorita&#45;ikn&#45;kian&#45;nyata&#45;QK5n6i33SZ/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 27 Dec 2025 05:20:10 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran mengapresiasi langkah progresif Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) yang berhasil menarik investasi asing berskala besar dari Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk pembangunan hunian vertikal di IKN.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO –</strong> Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran mengapresiasi langkah progresif Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) yang berhasil menarik investasi asing berskala besar dari Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk pembangunan hunian vertikal di IKN.&nbsp;</p><p>Masuknya dua konsorsium global tersebut dinilai sebagai penanda kuat bahwa pembangunan IKN telah bergerak dari fase perencanaan menuju realisasi konkret yang diakui dunia internasional.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menilai keberhasilan ini menunjukkan efektivitas kepemimpinan OIKN dalam menerjemahkan visi besar pemerintahan Prabowo-Gibran ke dalam proyek yang kredibel dan bankable.&nbsp;</p><p>“Ini memperlihatkan tumbuhnya kepercayaan global terhadap arah pembangunan Indonesia ke depan,” ujar Tohom, Jumat (26/12/2025).</p><p>Menurutnya, keterlibatan konsorsium Amerika Serikat dan Korea Selatan dalam pembangunan rumah susun di IKN membuktikan bahwa konsep kota masa depan yang diusung pemerintah mulai dipahami dan diterima oleh investor internasional.&nbsp;</p><p>“IKN kini tidak lagi dipandang sebagai gagasan ambisius di atas kertas, melainkan sebagai proyek nyata dengan tata kelola yang semakin matang,” katanya.</p><p>Tohom menilai skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang dijalankan OIKN telah menjadi instrumen penting dalam menarik investasi jangka panjang.&nbsp;</p><p>Ia berpandangan, transparansi dan kepastian hukum menjadi faktor kunci yang membuat investor global berani menanamkan modal dalam jumlah besar.&nbsp;</p><p>“Keberhasilan ini harus dijaga dengan konsistensi kebijakan dan kepastian eksekusi di lapangan,” ujarnya.</p><p>Ia juga menyebutkan bahwa pembangunan 41 tower rumah susun dari total investasi Rp 12,3 triliun akan mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian bagi aparatur sipil negara dan masyarakat di IKN.&nbsp;</p><p>“Hunian adalah fondasi kota. Ketika hunian tersedia dengan baik, aktivitas ekonomi dan sosial akan tumbuh secara alami,” kata Tohom.</p><p>Dalam perspektif yang lebih luas, Tohom melihat proyek hunian ini sebagai katalis bagi masuknya investasi lanjutan di sektor lain, mulai dari jasa, pendidikan, hingga teknologi.&nbsp;</p><p>“IKN berpotensi menjadi showcase pembangunan perkotaan Indonesia di mata dunia, dan hunian modern adalah pintu masuknya,” ujarnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini menyoroti pentingnya pembangunan IKN yang terintegrasi dengan wilayah penyangga di sekitarnya.&nbsp;</p><p>Menurutnya, keberhasilan IKN tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, tetapi dari kemampuannya menciptakan aglomerasi ekonomi yang sehat dan berkeadilan.&nbsp;</p><p>“IKN harus tumbuh sebagai pusat pertumbuhan baru yang memberi manfaat bagi kawasan sekitar, bukan berdiri sebagai enclave eksklusif,” tegasnya.</p><p>Ia menambahkan, keterlibatan investor global perlu diimbangi dengan penguatan peran pelaku nasional dan daerah.&nbsp;</p><p>“Kolaborasi internasional harus berjalan seiring dengan pemberdayaan tenaga kerja dan industri dalam negeri agar dampak ekonominya benar-benar dirasakan luas,” ujarnya.</p><p>Tohom optimistis, di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran, pembangunan IKN akan semakin menunjukkan hasil nyata.&nbsp;</p><p>“Apa yang kita lihat hari ini adalah fondasi. Ke depan, IKN harus menjadi simbol kemandirian, daya saing, dan kepercayaan dunia terhadap Indonesia,” pungkasnya.</p><p>Sebelumnya, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono menyampaikan bahwa masuknya konsorsium dari Amerika Serikat dan Korea Selatan merupakan bukti kepercayaan dunia internasional terhadap pembangunan IKN.&nbsp;</p><p>Ia menegaskan skema KPBU yang transparan dan berkelanjutan menjadi faktor utama yang menarik minat investor global, sekaligus menandai bahwa IKN kini bergerak sebagai proyek nyata yang diakui di kancah internasional.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir122025/41-tower-hunian-digarap-konsorsium-as-dan-korea-martabat-prabowo-gibran-wujud-otorita-ikn-kian-nyata_9V37szn9kx.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Demi Percepatan Pembangunan Kawasan Otorita IKN, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran Apresiasi OIKN Permudah Investor Urus Sertifikat Tanah</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/demi&#45;percepatan&#45;pembangunan&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;apresiasi&#45;oikn&#45;permudah&#45;investor&#45;urus&#45;sertifikat&#45;tanah&#45;lD2coZDtq4/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/demi&#45;percepatan&#45;pembangunan&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;apresiasi&#45;oikn&#45;permudah&#45;investor&#45;urus&#45;sertifikat&#45;tanah&#45;lD2coZDtq4/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 23 Dec 2025 05:20:24 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; MARTABAT Prabowo&#45;Gibran memberikan apresiasi atas langkah Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) yang menyederhanakan proses pengurusan sertifikat tanah bagi investor di kawasan IKN.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>MARTABAT Prabowo-Gibran memberikan apresiasi atas langkah Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) yang menyederhanakan proses pengurusan sertifikat tanah bagi investor di kawasan IKN.&nbsp;</p><p>Kebijakan ini dinilai sebagai terobosan penting untuk mempercepat pembangunan sekaligus menciptakan kepastian hukum yang selama ini menjadi faktor krusial dalam keputusan investasi.</p><p>Organisasi relawan nasional pendukung pemerintahan Prabowo–Gibran tersebut menilai kemudahan birokrasi yang diberikan OIKN menunjukkan keseriusan negara dalam membangun ekosistem investasi yang efisien, transparan, dan berorientasi pada hasil.&nbsp;</p><p>Dengan memangkas jalur administratif hingga cukup ditangani di tingkat OIKN dan kantor wilayah, hambatan klasik investasi dinilai dapat ditekan secara signifikan.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menyebut kebijakan OIKN sebagai langkah strategis yang selaras dengan visi besar pemerintahan baru dalam mempercepat pembangunan nasional berbasis tata kelola yang modern.&nbsp;</p><p>Menurutnya, kepastian hukum atas lahan adalah fondasi utama bagi kepercayaan investor.</p><p>“Penyederhanaan pengurusan sertifikat tanah ini adalah sinyal kuat bahwa negara hadir dan bekerja secara konkret. Investor membutuhkan kepastian, kecepatan, dan kejelasan. Ketika hal itu dijamin sejak awal, maka akselerasi pembangunan IKN akan berjalan lebih terukur dan berkelanjutan,” ujar Tohom, Minggu (22/12/2025).</p><p>Ia menilai pendekatan OIKN yang mengambil peran aktif sebagai penghubung antara investor dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN merupakan bentuk reformasi birokrasi yang nyata, bukan sekadar wacana. Langkah tersebut dinilainya mampu memangkas biaya ekonomi tinggi akibat prosedur yang berbelit-belit.</p><p>Lebih jauh, Tohom menegaskan bahwa kemudahan sertifikasi tanah bukan hanya soal investasi jangka pendek, tetapi juga bagian dari upaya membangun kredibilitas IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.&nbsp;</p><p>Menurutnya, kepercayaan dunia usaha akan tumbuh seiring konsistensi kebijakan dan kepastian regulasi.</p><p>“Tohok ukur keberhasilan IKN bukan hanya seberapa cepat bangunan berdiri, tetapi seberapa kuat ekosistem hukumnya menopang aktivitas ekonomi. Apa yang dilakukan OIKN hari ini adalah investasi kepercayaan untuk jangka panjang,” katanya.</p><p>Di sisi lain, Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa percepatan pengurusan sertifikat tanah di IKN harus dipandang sebagai model tata kelola kawasan aglomerasi masa depan di Indonesia.&nbsp;</p><p>Ia menilai pola pelayanan terintegrasi seperti ini layak direplikasi di kawasan strategis nasional lainnya.</p><p>“Pengelolaan aglomerasi modern membutuhkan kepastian ruang dan hukum. Jika IKN berhasil, ini bisa menjadi cetak biru bagi pengembangan kawasan metropolitan dan aglomerasi lain di Tanah Air,” ungkap Tohom.</p><p>Menurutnya, keberhasilan OIKN mempermudah investasi akan berkontribusi langsung pada penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan sektor pendukung, serta pemerataan pembangunan antarwilayah.&nbsp;</p><p>Hal tersebut sejalan dengan agenda besar pemerintahan Prabowo–Gibran dalam membangun Indonesia yang lebih terintegrasi dan berdaya saing global.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir122025/demi-percepatan-pembangunan-kawasan-otorita-ikn-martabat-prabowo-gibran-apresiasi-oikn-permudah-investor-urus-sertifikat-tanah_50HpaB0DNq.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>MARTABAT Prabowo&#45;Gibran Dorong Konektivitas Transportasi IKN–Sarawak untuk Perkuat Ekonomi Kawasan</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dorong&#45;konektivitas&#45;transportasi&#45;iknsarawak&#45;untuk&#45;perkuat&#45;ekonomi&#45;kawasan&#45;2ac2yU82Rn/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dorong&#45;konektivitas&#45;transportasi&#45;iknsarawak&#45;untuk&#45;perkuat&#45;ekonomi&#45;kawasan&#45;2ac2yU82Rn/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 20 Dec 2025 06:01:10 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[WAHANANEWS.CO – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran merespons positif langkah Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Sarawak, Malaysia, khususnya di sektor transportasi darat dan udara.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>WAHANANEWS.CO –</strong> Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran merespons positif langkah Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Sarawak, Malaysia, khususnya di sektor transportasi darat dan udara.&nbsp;</p><p>MARTABAT menilai, inisiatif ini merupakan momentum penting untuk memperkuat konektivitas lintas negara di Pulau Kalimantan sekaligus mempercepat integrasi ekonomi kawasan.</p><p>Menurut organisasi ini, pembangunan jalur transportasi dari kawasan Otorita IKN menuju Sarawak tidak hanya berdampak pada mobilitas orang dan barang, tetapi juga menjadi fondasi bagi tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di kawasan perbatasan.&nbsp;</p><p>Konektivitas yang kuat dinilai akan mempercepat arus investasi, pariwisata, serta memperkuat posisi IKN sebagai simpul pertumbuhan baru di Asia Tenggara.</p><p>Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa kerja sama transportasi lintas negara di Pulau Kalimantan harus dilihat sebagai strategi besar jangka panjang.&nbsp;</p><p>“IKN bukan hanya ibu kota administratif, tetapi juga pintu gerbang Indonesia di Borneo. Konektivitas darat dan udara ke Sarawak akan menjadikan IKN sebagai hub regional yang hidup dan berdaya saing,” ujarnya, Jumat (19/12/2025).</p><p>Menurut Tohom, rencana pembukaan penerbangan langsung dari Sarawak ke Nusantara serta pengembangan jalur kereta api lintas negara merupakan langkah visioner yang sejalan dengan semangat pemerintahan Prabowo-Gibran dalam membangun Indonesia dari pinggiran dan memperkuat kerja sama kawasan.&nbsp;</p><p>Ia menilai, keberadaan Bandara Internasional Nusantara sebagai bandara komersial harus segera dioptimalkan agar menjadi pengungkit ekonomi, bukan sekadar infrastruktur simbolik.</p><p>Tohom juga menyebut bahwa konektivitas darat, termasuk wacana jalur kereta api yang menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, berpotensi mengubah wajah ekonomi Kalimantan secara menyeluruh.&nbsp;</p><p>Jalur tersebut dinilai dapat memperlancar distribusi logistik, menurunkan biaya transportasi, serta membuka akses wilayah-wilayah yang selama ini terisolasi.&nbsp;</p><p>“Ini berkaitan dengan keadilan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan,” katanya.</p><p>Lebih jauh, Tohom melihat kerja sama ini sebagai peluang memperkuat diplomasi ekonomi berbasis kawasan.&nbsp;</p><p>Dengan latar budaya serumpun dan kedekatan geografis, Indonesia dan Malaysia, khususnya di Pulau Kalimantan, memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun kolaborasi lintas sektor.&nbsp;</p><p>Transportasi yang terintegrasi akan menjadi tulang punggung bagi kerja sama di bidang pendidikan, kesehatan, pariwisata, hingga kebudayaan.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pembangunan transportasi lintas negara harus dirancang secara terintegrasi dengan tata ruang dan pengembangan wilayah aglomerasi.&nbsp;</p><p>Menurutnya, tanpa perencanaan yang matang, konektivitas berisiko hanya memusatkan pertumbuhan di satu titik.&nbsp;</p><p>“IKN harus menjadi penggerak aglomerasi Kalimantan, bukan magnet yang menyedot sumber daya daerah sekitar. Transportasi darat dan udara harus menghubungkan, bukan memisahkan,” jelasnya.</p><p>Ia menambahkan, dukungan semua pihak, pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat, menjadi kunci keberhasilan proyek strategis ini.&nbsp;</p><p>Transparansi, keberlanjutan lingkungan, serta keberpihakan pada kepentingan masyarakat lokal harus menjadi prinsip utama dalam setiap tahap pembangunan.&nbsp;</p><p>“Kalau dikelola dengan visi besar dan tata kelola yang baik, konektivitas IKN–Sarawak akan menjadi warisan penting bagi generasi mendatang,” pungkas Tohom.</p><p>Sebelumnya, Otorita IKN bersama Pemerintah Sarawak membahas peluang kerja sama lintas sektor, termasuk rencana penerbangan langsung yang akan dioperasikan maskapai Air Borneo serta wacana pembangunan jalur kereta api lintas Indonesia–Malaysia–Brunei Darussalam, sebagai upaya memperkuat konektivitas dan dinamika ekonomi kawasan Pulau Kalimantan.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir122025/martabat-prabowo-gibran-dorong-konektivitas-transportasi-iknsarawak-untuk-perkuat-ekonomi-kawasan_udXmWZU20e.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Jadi Laboratorium Etos Kerja Baru, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: OIKN sebagai Pusat Lahirnya Standar Baru Pelayanan Publik</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/jadi&#45;laboratorium&#45;etos&#45;kerja&#45;baru&#45;martabat&#45;oikn&#45;sebagai&#45;pusat&#45;lahirnya&#45;standar&#45;baru&#45;pelayanan&#45;publik&#45;dj7mKzFNCk/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/jadi&#45;laboratorium&#45;etos&#45;kerja&#45;baru&#45;martabat&#45;oikn&#45;sebagai&#45;pusat&#45;lahirnya&#45;standar&#45;baru&#45;pelayanan&#45;publik&#45;dj7mKzFNCk/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 11 Dec 2025 05:46:16 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45;&amp;nbsp;Respons positif datang dari Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran terkait penguatan etos kerja dan kultur birokrasi di Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO -&nbsp;</strong>Respons positif datang dari Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran terkait penguatan etos kerja dan kultur birokrasi di Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).&nbsp;</p><p>Organisasi ini menilai langkah pemerintah memperkuat disiplin, integritas, dan kultur kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di IKN merupakan fondasi penting untuk menempatkan Nusantara sebagai pusat tata kelola pemerintahan modern di masa depan.</p><p>MARTABAT menilai bahwa apa yang dibangun di IKN bukan sekadar gedung-gedung baru atau koridor pemerintahan, melainkan arus budaya baru yang cepat, berkarakter, dan berorientasi pada kolaborasi.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo–Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa momentum pembentukan kultur birokrasi IKN harus dibaca sebagai babak baru modernisasi negara.&nbsp;</p><p>Ia menyebut pernyataan Wamendagri Bima Arya tentang etos kerja ASN IKN sebagai penanda bahwa pemerintah serius menjadikan Nusantara pusat standar baru bagi pemerintahan Indonesia.</p><p>“IKN sedang membangun bukan hanya gedung, tapi DNA baru birokrasi nasional. Ini kesempatan langka dalam sejarah republik,” ujar Tohom.</p><p>Ia menjelaskan, generasi ASN yang ditempatkan lebih awal di Nusantara -- yang oleh Bima Arya disebut sebagai <i>As-Sabiqun Al-Awwalun -- </i>adalah kelompok yang akan menentukan wajah Indonesia 20–30 tahun mendatang.&nbsp;</p><p>Menurutnya, jika kultur kerja di IKN berhasil dibangun dengan disiplin tinggi, keberanian berinovasi, dan integritas kokoh, maka efek domino ke seluruh daerah akan sangat besar.</p><p>“Inilah alasan mengapa MARTABAT melihat OIKN sebagai role model baru Indonesia. Jika etos ini konsisten, ia akan menular ke provinsi-provinsi lain. Kita butuh pusat gravitasi baru untuk perubahan,” kata Tohom.</p><p>Dalam analisisnya, Tohom menyoroti dua aspek: pertama, bahwa pembangunan IKN adalah kebijakan politik jangka panjang yang membutuhkan keberanian untuk menata ulang pola hubungan pusat–daerah; kedua, bahwa bangsa ini sedang membutuhkan titik referensi birokrasi yang lebih tangkas dan profesional.</p><p>“Kita tidak sedang memindahkan bangunan, kita sedang memindahkan cara berpikir.<strong> </strong>Ini jauh lebih berat, tetapi jauh lebih penting,” ujarnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa keberhasilan IKN akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan ASN untuk mengelola integrasi kawasan, digitalisasi layanan, dan dinamika urban baru di wilayah yang sedang berkembang pesat.</p><p>Menurutnya, tantangan di lapangan bukan hanya soal fisik, melainkan soal menjaga konsistensi kultur kinerja yang modern dan adaptif.</p><p>“Aglomerasi Nusantara adalah laboratorium besar. Jika OIKN sukses membangun kultur kerjanya, Indonesia akan memiliki kota pemerintahan dengan standar global,” ujarnya.</p><p>Tohom menegaskan bahwa MARTABAT Prabowo–Gibran akan terus memberikan dukungan moral, kajian strategis, serta dorongan publik agar OIKN tetap berada di jalur yang progresif, baik dalam digitalisasi layanan, sistem pemerintahan berbasis elektronik, maupun transformasi budaya kerja ASN.</p><p>Ia menutup dengan optimisme bahwa IKN, jika dikelola dengan konsisten, dapat menjadi ikon kemajuan pemerintahan Indonesia dan simbol kepemimpinan nasional yang visioner.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir122025/jadi-laboratorium-etos-kerja-baru-martabat-oikn-sebagai-pusat-lahirnya-standar-baru-pelayanan-publik_8yroSo63nj.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Dorong IKN Mandiri Energi, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran Apresiasi Transfer Teknologi Hidro dari Tajikistan</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/dorong&#45;ikn&#45;mandiri&#45;energi&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;apresiasi&#45;transfer&#45;teknologi&#45;hidro&#45;dari&#45;tajikistan&#45;cK8jSdF0k3/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/dorong&#45;ikn&#45;mandiri&#45;energi&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;apresiasi&#45;transfer&#45;teknologi&#45;hidro&#45;dari&#45;tajikistan&#45;cK8jSdF0k3/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 09 Dec 2025 04:17:07 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Organisasi Relawan Nasional menyambut positif langkah Indonesia dan Tajikistan yang menjajaki kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk mendukung suplai energi bersih di Ibu Kota Nusantara (IKN).&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – </strong>Organisasi Relawan Nasional menyambut positif langkah Indonesia dan Tajikistan yang menjajaki kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk mendukung suplai energi bersih di Ibu Kota Nusantara (IKN).&nbsp;</p><p>MARTABAT menilai kolaborasi ini selaras dengan visi besar pembangunan IKN sebagai kawasan hijau, mandiri, dan berbasis energi terbarukan, sekaligus menegaskan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan Green Smart City yang berkelanjutan.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo–Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa kerja sama energi hidro dengan Tajikistan merupakan langkah strategis yang memperkuat fondasi masa depan IKN.&nbsp;</p><p>“Ini adalah arsitektur energi masa depan Indonesia. IKN harus dibangun di atas fondasi energi bersih yang stabil, dan pengalaman Tajikistan, yang telah memenuhi hingga 90 persen kebutuhannya dari tenaga air, menjadi referensi emas bagi Indonesia,” ujar Tohom, Senin (8/12/2025).</p><p>Menurutnya, kerja sama ini merupakan bukti keseriusan diplomasi energi Indonesia.&nbsp;</p><p>“Kita sedang bergerak menuju era di mana keamanan energi menjadi instrumen pertahanan dan kemandirian nasional. IKN akan menjadi etalase dunia bahwa Indonesia siap memimpin transformasi energi di Asia Tenggara,” tambahnya.</p><p>Ia menilai bahwa pemanfaatan teknologi dan pengetahuan Tajikistan dapat mempercepat pembangunan sistem kelistrikan IKN secara signifikan.&nbsp;</p><p><i>“</i>Yang kita butuhkan adalah percepatan dengan presisi. Teknologi hidro Tajikistan terbukti efektif dan efisien. Implementasinya di Indonesia, terutama untuk mendukung megaproyek PLTA seperti Sungai Kayan, akan menjadi multiplier effect bagi industri hijau,” jelas Tohom.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch menambahkan bahwa perkembangan ini memiliki implikasi lebih luas terhadap tata ruang dan pengelolaan kawasan IKN.&nbsp;</p><p>“Kawasan IKN akan tumbuh sebagai aglomerasi hijau yang memadukan teknologi, efisiensi energi, dan konektivitas antarwilayah. Sinergi PLTA dengan pembangunan infrastruktur lainnya akan menciptakan kawasan metropolitan baru yang rendah emisi dan berdaya saing global,” ungkapnya.</p><p>Dalam pandangan Tohom, langkah Indonesia memperkuat hubungan dengan negara non-tradisional seperti Tajikistan mencerminkan visi geopolitik baru yang lebih adaptif dan progresif.&nbsp;</p><p>“Ini bagian dari reposisi Indonesia dalam rantai nilai global. Kita tidak lagi sekadar mengekspor bahan mentah, tetapi membangun jejaring energi bersih dan industri bernilai tambah tinggi,” tegasnya.</p><p>Sebelumnya, kerja sama Indonesia–Tajikistan dibahas dalam pertemuan Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, M. Fadjroel Rachman, dengan Perdana Menteri Tajikistan, Qohir Rasulzoda, di Dushanbe pada 4 Juni 2025.&nbsp;</p><p>Pembahasan meliputi potensi investasi alumina senilai 2 miliar dolar AS dan pengembangan energi hidro untuk mendukung IKN.</p><p>Tajikistan, negara yang memperoleh sekitar 90 persen listriknya dari tenaga air, menawarkan kemampuan teknis dan teknologi yang relevan untuk pengembangan PLTA di Indonesia.&nbsp;</p><p>Kerja sama ini diharapkan memperkuat rencana besar PLTA Sungai Kayan berkapasitas lebih dari 13.000 MW yang sebagian energinya akan diperuntukkan bagi IKN.</p><p>Pertemuan juga membahas peluang pengolahan minyak sawit Indonesia menjadi produk hijau untuk pasar Asia Tengah, serta rencana kunjungan Menteri Luar Negeri RI Sugiono ke kawasan tersebut untuk memperkuat hubungan diplomatik dan memperluas pasar non-tradisional.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir122025/dorong-ikn-mandiri-energi-martabat-prabowo-gibran-apresiasi-transfer-teknologi-hidro-dari-tajikistan_S6r3uwiB63.jpeg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>MARTABAT Prabowo–Gibran: Pendataan Penduduk IKN Jadi Langkah Strategis Menuju Smart Government Indonesia</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowogibran&#45;pendataan&#45;penduduk&#45;ikn&#45;jadi&#45;langkah&#45;strategis&#45;menuju&#45;smart&#45;government&#45;indonesia&#45;XQxoE86l61/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowogibran&#45;pendataan&#45;penduduk&#45;ikn&#45;jadi&#45;langkah&#45;strategis&#45;menuju&#45;smart&#45;government&#45;indonesia&#45;XQxoE86l61/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sun, 07 Dec 2025 05:13:03 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[WAHANANEWS.CO, Jakarta &#45; MARTABAT Prabowo–Gibran menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait penyediaan dan pengembangan data statistik.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>WAHANANEWS.CO, Jakarta - </strong>MARTABAT Prabowo–Gibran menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait penyediaan dan pengembangan data statistik.</p><p>Organisasi relawan nasional ini menilai pendataan penduduk IKN merupakan pondasi penting bagi tata kelola pemerintahan modern yang berbasis data akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.</p><p>“Langkah ini mempercepat lahirnya pemerintahan cerdas yang mampu merespons perubahan secara presisi,” ujar Ketua Umum MARTABAT Prabowo–Gibran, KRT Tohom Purba, Sabtu (6/12/2025).</p><p>Menurutnya, MoU tersebut menegaskan bahwa pembangunan IKN bukan semata proyek fisik, tetapi transformasi sistemik menuju tata kelola digital yang mengutamakan akurasi, transparansi, dan efisiensi.</p><p>“Data adalah bahan bakar utama smart government. Tanpa fondasi statistik yang kuat, kebijakan hanya akan bersandar pada asumsi. Dengan pendataan penduduk yang terstruktur, IKN bisa memulai masa depannya dengan pijakan yang tepat,” ungkap Tohom.</p><p>Ia menjelaskan bahwa keberadaan data kependudukan yang presisi akan menentukan kualitas perencanaan wilayah, pemetaan layanan publik, hingga desain ekosistem sosial-ekonomi di kawasan inti pemerintahan baru.</p><p>“IKN membutuhkan arsitektur data yang hidup, adaptif, dan terintegrasi lintas sektor. Pendataan ini adalah pintunya,” katanya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa IKN harus menjadi contoh terbaik bagaimana kota baru dikelola dengan pendekatan aglomerasi modern.</p><p>“Pendekatan aglomerasi itu menuntut konsolidasi data lintas ruang. Dengan data yang valid, pemerintah dapat membaca mobilitas, mengelola migrasi, memprediksi kebutuhan layanan publik, dan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kota dengan kualitas lingkungan,” tuturnya.</p><p>Lebih jauh, Tohom menekankan bahwa kerja sama Otorita IKN–BPS akan memperkuat dasar hukum dan metodologi statistik nasional, sekaligus menyelaraskan IKN dengan standar kota berkelas dunia.</p><p>“Kita sedang membangun ibu kota yang merupakan pusat inovasi dan tata kelola. Maka, setiap fondasi harus diletakkan dengan presisi,” tegasnya.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir122025/martabat-prabowogibran-pendataan-penduduk-ikn-jadi-langkah-strategis-menuju-smart-government-indonesia_Yixrim0C3k.jpeg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>MARTABAT Prabowo–Gibran Dorong BUMN dan Swasta Tiru Intiland&#45;Nindya Karya Bangun Pemukiman untuk Kementerian dan ASN</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowogibran&#45;dorong&#45;bumn&#45;dan&#45;swasta&#45;tiru&#45;intiland&#45;nindya&#45;karya&#45;bangun&#45;pemukiman&#45;untuk&#45;kementerian&#45;dan&#45;asn&#45;psmR89SncX/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowogibran&#45;dorong&#45;bumn&#45;dan&#45;swasta&#45;tiru&#45;intiland&#45;nindya&#45;karya&#45;bangun&#45;pemukiman&#45;untuk&#45;kementerian&#45;dan&#45;asn&#45;psmR89SncX/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 02 Dec 2025 05:20:16 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran menyambut positif langkah PT Intiland Development Tbk dan PT Nindya Karya (Persero) yang jadi pemrakarsa pembangunan pemukiman untuk pejabat kementerian dan ASN melalui skema KPBU di Ibu Kota Nusantara (IKN).&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran menyambut positif langkah PT Intiland Development Tbk dan PT Nindya Karya (Persero) yang jadi pemrakarsa pembangunan pemukiman untuk pejabat kementerian dan ASN melalui skema KPBU di Ibu Kota Nusantara (IKN).&nbsp;</p><p>Organisasi ini menilai inisiatif tersebut menunjukkan kolaborasi sehat antara pemerintah dan dunia usaha dalam mempercepat pemenuhan infrastruktur dasar pemerintahan di era Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo–Gibran, KRT Tohom Purba, menilai langkah Intiland dan Nindya Karya harus menjadi contoh bagi BUMN maupun perusahaan swasta lain.&nbsp;</p><p>“Model KPBU ini membuktikan bahwa dunia usaha bisa menjadi motor percepatan pembangunan sekaligus menciptakan pola kerja yang efisien, transparan, dan rendah risiko bagi pemerintah,” ujarnya, Senin (1/12/2025).</p><p>Tohom menjelaskan bahwa proyek perumahan menteri yang diprakarsai Intiland—seluas sedikitnya 7 hektare dengan nilai investasi sekitar Rp2,88 triliun—serta proyek delapan tower rumah susun ASN oleh Nindya Karya senilai Rp2,7 triliun, menunjukkan komitmen swasta dan BUMN dalam mengisi kebutuhan permukiman pemerintahan yang modern.&nbsp;</p><p>Menurutnya, keberanian dua perusahaan itu masuk lebih awal melalui status pemrakarsa membuktikan tingkat kepercayaan tinggi terhadap arah pembangunan IKN di bawah pemerintahan baru.</p><p>Ia menekankan bahwa pembangunan hunian menteri berluas 390 meter persegi dengan skema DBFOMT, serta rumah susun ASN bertipologi 190 meter persegi, adalah fondasi penting bagi efektivitas kinerja birokrasi.&nbsp;</p><p>“Hunian yang layak bukan sekadar tempat tinggal, tetapi merupakan prasyarat mental dan operasional agar pejabat negara fokus bekerja,” kata Tohom.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch menambahkan bahwa pola KPBU yang memberikan kompensasi nilai 10 persen dan jaminan pemerintah justru menjadi model kolaborasi masa depan.&nbsp;</p><p>“Skema KPBU ini strategis karena risiko finansial terukur, swasta mendapat kepastian, dan negara memperoleh infrastruktur berkualitas tanpa bebani APBN secara langsung. Inilah arsitektur pembiayaan publik modern yang perlu diperluas,” ujarnya.</p><p>Ia menilai kolaborasi seperti ini akan menciptakan pusat-pusat aglomerasi ekonomi baru yang menopang pertumbuhan kota, termasuk IKN.&nbsp;</p><p>Karena itu, ia mendorong agar BUMN karya, pengembang properti, perusahaan besar di sektor energi, telekomunikasi, hingga perbankan ikut mengadaptasi model serupa untuk membangun fasilitas lain seperti pemukiman ASN, kawasan perkantoran, pusat riset, hingga infrastruktur sosial.</p><p>“Era Prabowo–Gibran membutuhkan keberanian dan inovasi. Jika semua pihak ikut terlibat seperti Intiland dan Nindya Karya, maka lompatan pembangunan akan terjadi lebih cepat dari yang kita bayangkan,” tegas Tohom.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir122025/martabat-prabowogibran-dorong-bumn-dan-swasta-tiru-intiland-nindya-karya-bangun-pemukiman-untuk-kementerian-dan-asn_bZ5TIw9ge9.jpeg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Media International &apos;The World&apos; Sebut Otorita IKN Kota Paling Visioner, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran Minta Pemerintah dan Masyarakat Tingkatkan Dukungan</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/media&#45;international&#45;the&#45;world&#45;sebut&#45;otorita&#45;ikn&#45;kota&#45;paling&#45;visioner&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;minta&#45;pemerintah&#45;dan&#45;masyarakat&#45;tingkatkan&#45;dukungan&#45;HgOaoKNh7x/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/media&#45;international&#45;the&#45;world&#45;sebut&#45;otorita&#45;ikn&#45;kota&#45;paling&#45;visioner&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;minta&#45;pemerintah&#45;dan&#45;masyarakat&#45;tingkatkan&#45;dukungan&#45;HgOaoKNh7x/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 29 Nov 2025 05:19:13 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyatakan apresiasi atas laporan media internasional The World yang menobatkan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sebagai “kota paling visioner” di dunia.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO – </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyatakan apresiasi atas laporan media internasional The World yang menobatkan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sebagai “kota paling visioner” di dunia.&nbsp;</p><p>MARTABAT menilai pengakuan global ini merupakan sinyal kuat bahwa transformasi IKN berada di jalur yang benar dan membuka kesempatan besar bagi Indonesia untuk memperkuat reputasi internasionalnya sebagai negara yang siap memasuki era baru pembangunan modern dan berkelanjutan.&nbsp;</p><p>Atas pengakuan itu, MARTABAT mengajak seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan dukungan terhadap agenda besar IKN sebagai proyek strategis jangka panjang.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menyebut bahwa pujian The World adalah cerminan keberanian Indonesia menjalankan lompatan peradaban.&nbsp;</p><p>“Ketika media global mengakui Nusantara sebagai kota paling visioner, itu bukan sekadar penghargaan, tetapi validasi terhadap arah baru pembangunan nasional. Pemerintah telah menempatkan Indonesia pada posisi yang jarang diambil negara berkembang: memulai kota masa depan dari nol, berbasis riset, teknologi, dan keberlanjutan,” kata Tohom, Jumat (28/11/2025).</p><p>Tohom menegaskan bahwa dukungan bangsa sangat dibutuhkan agar ekosistem utama IKN, baik pemerintahan, sosial, maupun teknologi, dapat berkembang maksimal.&nbsp;</p><p>Ia menilai keberanian Presiden Prabowo Subianto melanjutkan percepatan pembangunan legislatif dan yudikatif di Nusantara menunjukkan komitmen politik yang kuat dan layak mendapat penguatan dari seluruh masyarakat.&nbsp;</p><p>“IKN ini bukan proyek lima tahunan, ini proyek peradaban. Untuk menjadikannya simbol Indonesia Maju 2045, pemerintah dan masyarakat harus berada pada frekuensi yang sama: optimistis, visioner, dan berorientasi jangka panjang,” ujarnya.</p><p>Lebih jauh, Tohom menilai pendekatan futuristik yang diusung IKN, mulai dari energi surya, transportasi listrik, tata kota berbasis AI, hingga konsep mobilitas rendah emisi, merupakan bukti bahwa Nusantara tidak hanya dibangun untuk menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga mengantisipasi tantangan global masa depan.&nbsp;</p><p>“Dunia sedang bergerak menuju kota yang adaptif terhadap iklim, cerdas secara teknologi, dan rendah emisi. IKN sudah berdiri di jalur itu sejak awal. Ini membuatnya punya peluang realistis menjadi role model pembangunan kota modern di Asia Tenggara,” tambahnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch menambahkan bahwa ekosistem perkotaan di sekitar IKN harus diperkuat dengan perencanaan aglomerasi yang matang. Ia menilai sinergi antarwilayah akan menjadi kunci utama kesuksesan besar IKN.</p><p>“Aglomerasi Nusantara harus dikelola secara ilmiah dan berbasis data. Kota masa depan tidak boleh berdiri sendiri—ia harus menjadi episentrum pertumbuhan yang menarik wilayah sekitar. Ini momentum untuk membangun tata ruang Kalimantan paling modern dalam sejarah Indonesia,” tegasnya.</p><p>Tohom juga menyoroti kontribusi besar generasi muda, khususnya Gen Z ASN yang mulai mengisi hunian awal di Nusantara. Ia menyebut kehadiran mereka sebagai ‘energi peradaban’ yang akan menentukan kultur kerja dan kultur kota di masa depan.&nbsp;</p><p>“Gen Z punya idealisme, minat teknologi tinggi, dan keberanian untuk mencoba hal baru. Nusantara membutuhkan spirit seperti itu. Mereka adalah lapisan pertama yang membentuk DNA kota masa depan,” ujarnya.</p><p>MARTABAT Prabowo-Gibran menegaskan kembali bahwa Indonesia perlu menyatukan dukungan politik, sosial, dan kultural agar IKN tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi juga simbol transformasi nasional.&nbsp;</p><p>“Masyarakat harus ikut berperan. Proyek ini telah mendapat pengakuan dunia, sekarang tugas kita memastikan bahwa IKN tumbuh sebagai kota unggul, kota aman, kota hijau, dan kota yang membanggakan Indonesia,” kata Tohom.</p><p>Sebelumnya, dalam laporan The World disebutkan bahwa Nusantara dinilai memiliki peluang besar menjadi kota masa depan yang memadukan teknologi modern, sistem berkelanjutan, dan ketahanan iklim.&nbsp;</p><p>Media itu juga menyoroti langkah pemerintah Indonesia mempercepat pembangunan ekosistem pemerintahan, keberadaan generasi muda sebagai pionir, serta komitmen kuat OIKN dalam menjaga kualitas pembangunan.&nbsp;</p><p>Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa IKN adalah proyek strategis jangka panjang yang “harus dirawat seperti bayi” dan akan membawa Indonesia menuju kota unggul yang layak mendapat perhatian global.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir112025/media-international-the-world-sebut-otorita-ikn-kota-paling-visioner-martabat-prabowo-gibran-minta-pemerintah-dan-masyarakat-tingkatkan-dukungan_FYDi24ii61.jpeg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Ada 36 Perusahaan China Siap Investasi di Otorita IKN, MARTABAT Prabowo–Gibran: Pengusaha Indonesia Seharusnya Lebih Banyak</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/ada&#45;36&#45;perusahaan&#45;china&#45;siap&#45;investasi&#45;di&#45;otorita&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowogibran&#45;pengusaha&#45;indonesia&#45;seharusnya&#45;lebih&#45;banyak&#45;YjQi857Igl/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/ada&#45;36&#45;perusahaan&#45;china&#45;siap&#45;investasi&#45;di&#45;otorita&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowogibran&#45;pengusaha&#45;indonesia&#45;seharusnya&#45;lebih&#45;banyak&#45;YjQi857Igl/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 18 Nov 2025 05:20:25 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran menyoroti derasnya minat investor asal China untuk menanamkan modal di kawasan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran menyoroti derasnya minat investor asal China untuk menanamkan modal di kawasan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).&nbsp;</p><p>Mereka menilai geliat investasi ini merupakan peluang besar, namun sekaligus menjadi pengingat bahwa pengusaha Indonesia seharusnya tampil lebih dominan di tanah sendiri.&nbsp;</p><p>Pernyataan itu disampaikan menyusul laporan OIKN yang telah menerima 36 surat minat investasi (LoI) dari perusahaan-perusahaan China hingga 26 Mei 2025.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo–Gibran, KRT Tohom Purba, menilai derasnya minat investor asing memang menjadi sinyal positif bagi percepatan pembangunan IKN, namun harus dibarengi upaya serius mendorong partisipasi pelaku usaha nasional.&nbsp;</p><p>“Kalau perusahaan asing berani masuk dan melihat prospek besar, mestinya pengusaha kita justru lebih dulu berada di garis depan. Ini kesempatan besar untuk penguatan ekonomi nasional,” ujar Tohom, Senin (17/11/2025).</p><p>Menurutnya, pembangunan Ibu Kota Nusantara tidak boleh dipandang semata-mata sebagai proyek fisik, tetapi sebagai arena strategis untuk menumbuhkan ekosistem bisnis Indonesia.&nbsp;</p><p>Ia menegaskan bahwa pemerintah juga perlu memastikan kebijakan yang memberi ruang dan keberpihakan bagi pelaku usaha lokal agar tidak menjadi tamu di negaranya sendiri.</p><p>Dalam pandangannya, keberadaan 36 LoI dari China mencerminkan kepercayaan internasional terhadap IKN.&nbsp;</p><p>Namun jika tidak diimbangi oleh dominasi pengusaha dalam negeri, Indonesia akan kehilangan potensi multiplier effect paling penting: penciptaan nilai tambah dan kepemilikan ekonomi nasional.</p><p>“Kalau investor asing sudah membaca peluang ini, maka pengusaha Indonesia harus jauh lebih berani. Jangan tunggu sampai seluruh sektor strategis diisi oleh mereka baru kita bergerak,” tegasnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini menambahkan bahwa pembangunan kota baru seperti IKN bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi proses pembentukan pusat ekonomi baru.&nbsp;</p><p>“Aglomerasi ekonomi adalah mesin pertumbuhan. Kalau pelaku usaha lokal tidak mengambil posisi strategis sejak awal, maka manfaat jangka panjang akan banyak mengalir ke pihak luar,” katanya.&nbsp;</p><p>Ia mengungkapkan perlunya strategi terpadu agar bisnis nasional mampu menguasai rantai pasok, terutama di sektor-sektor bernilai tambah tinggi seperti teknologi digital, industri hijau, dan layanan perkotaan modern.</p><p>Menurut Tohom, pemerintah sebaiknya memperkuat mekanisme pendampingan, pembiayaan, dan perluasan akses bagi UMKM hingga korporasi nasional agar dapat ikut serta.&nbsp;</p><p>“IKN ini laboratorium ekonomi masa depan. Kita harus memastikan bahwa yang tumbuh bukan hanya proyeknya, tapi juga pengusaha bangsanya,” ujarnya menutup pernyataannya.</p><p>Sebelumnya, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengonfirmasi telah menerima 36 LoI dari perusahaan-perusahaan China yang tertarik berinvestasi di sektor energi, perumahan, teknologi digital, pengelolaan sampah, transportasi, hingga industri gaya hidup dan penyiaran.&nbsp;</p><p>Sebagian besar minat investasi tersebut menggunakan skema KPBU, sementara sisanya melalui investasi langsung. Investor asing asal China, PT Delonix Bravo Investment, bahkan telah lebih dulu merealisasikan pembangunan Delonix Nusantara Commercial Complex dengan nilai investasi Rp500 miliar sebagai pionir.&nbsp;</p><p>Total kerja sama investasi dengan China disebut telah mencapai sekitar Rp70 triliun.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir112025/ada-36-perusahaan-china-siap-investasi-di-otorita-ikn-martabat-prabowogibran-pengusaha-indonesia-seharusnya-lebih-banyak_ljMJbakEv1.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>MARTABAT Prabowo&#45;Gibran Nilai Langkah PPU&#45;Kanada di Kawasan Otorita IKN Jadi Model Diplomasi Ekonomi Daerah Visioner</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/nusantara/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;nilai&#45;langkah&#45;ppu&#45;kanada&#45;jadi&#45;model&#45;diplomasi&#45;ekonomi&#45;daerah&#45;visioner&#45;nYCVIll4ek/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/nusantara/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;nilai&#45;langkah&#45;ppu&#45;kanada&#45;jadi&#45;model&#45;diplomasi&#45;ekonomi&#45;daerah&#45;visioner&#45;nYCVIll4ek/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 13 Nov 2025 05:16:16 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Nusantara]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang menjalin kerja sama dengan Kedutaan Besar Kanada untuk memperkuat investasi bisnis global di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang menjalin kerja sama dengan Kedutaan Besar Kanada untuk memperkuat investasi bisnis global di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).</p><p>Gerakan ini dinilai selaras dengan visi pemerintahan Prabowo-Gibran yang menempatkan Indonesia sebagai poros kemajuan baru dunia melalui penguatan diplomasi ekonomi, kemandirian energi, dan jejaring investasi hijau.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menilai kerja sama internasional yang dijajaki Pemkab PPU merupakan bentuk inovasi kepemimpinan daerah yang berorientasi masa depan.&nbsp;</p><p>Ia mengatakan, langkah itu menunjukkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya soal infrastruktur, melainkan juga penciptaan ekosistem ekonomi global yang kolaboratif dan berkelanjutan.</p><p>“Langkah Pemkab PPU menggandeng Kanada memperlihatkan visi ekonomi daerah yang maju dan adaptif. Kanada memiliki rekam jejak kuat dalam inovasi energi terbarukan dan industri hijau. ini sejalan dengan arah pembangunan IKN yang mengedepankan keberlanjutan dan efisiensi,” ujar Tohom, di Jakarta, Rabu (12/11/2025).</p><p>Tohom menilai, kolaborasi tersebut bisa menjadi contoh ideal bagi daerah lain dalam membangun diplomasi ekonomi yang cerdas dan produktif.&nbsp;</p><p>Ia mengungkapkan bahwa hubungan lintas negara bukan sekadar urusan investasi modal, tetapi juga pertukaran pengetahuan dan teknologi yang memberi nilai tambah bagi masyarakat lokal.</p><p>“Yang kita dorong sekarang adalah investment with purpose, investasi yang menghadirkan manfaat sosial, teknologi, dan kapasitas sumber daya manusia. PPU berada di jalur yang tepat untuk menjadi pilot project pembangunan hijau terintegrasi di kawasan IKN,” tambahnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini menilai, langkah kolaboratif tersebut sejalan dengan konsep aglomerasi ekonomi yang menjadi pendorong utama daya saing wilayah sekitar IKN.</p><p>“Sebagai Ketua Aglomerasi Watch, saya melihat PPU telah membaca arah kebijakan nasional dengan sangat baik. Integrasi kawasan penyangga IKN membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, investor global, dan lembaga pendidikan. Model PPU-Kanada bisa menjadi benchmark bagi daerah lain,” jelasnya.</p><p>Lebih lanjut, Tohom menilai keberanian pemerintah daerah untuk membuka pintu kolaborasi global seperti ini mencerminkan semangat baru Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, yakni membangun kemajuan berbasis nilai, etika, dan keberlanjutan.</p><p>“Inilah makna sesungguhnya dari Indonesia Emas 2045. Jadi, bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tapi tentang kedaulatan dalam kolaborasi global. PPU telah memulainya,” tutup Tohom.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir112025/martabat-prabowo-gibran-nilai-langkah-ppu-kanada-jadi-model-diplomasi-ekonomi-daerah-visioner_MS88hXEr2n.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Investasi ke OIKN Tembus Rp225 Triliun, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran Dorong Benahi Fasilitas Publik di Daerah Penyangga Kawasan Otorita IKN</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/investasi&#45;ke&#45;oikn&#45;tembus&#45;rp225&#45;triliun&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dorong&#45;benahi&#45;fasilitas&#45;publik&#45;di&#45;daerah&#45;penyangga&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;l7Dx2NpQ8W/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/investasi&#45;ke&#45;oikn&#45;tembus&#45;rp225&#45;triliun&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dorong&#45;benahi&#45;fasilitas&#45;publik&#45;di&#45;daerah&#45;penyangga&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;l7Dx2NpQ8W/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 10 Nov 2025 05:20:08 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terus menunjukkan progres signifikan.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terus menunjukkan progres signifikan.</p><p>Otorita IKN (OIKN) mencatat total komitmen investasi yang masuk telah menembus Rp225,02 triliun, menjadi bukti kuat bahwa proyek strategis nasional ini semakin diminati oleh investor dalam dan luar negeri.&nbsp;</p><p>Menyikapi capaian tersebut, Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap langkah pemerintah dalam mempercepat pembangunan IKN.</p><p>Menurut MARTABAT, besarnya investasi ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas fasilitas publik di daerah penyangga kawasan otorita, agar manfaat pembangunan IKN dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat lokal.&nbsp;</p><p>Organisasi ini menilai bahwa arah kebijakan Presiden Prabowo yang menekankan pemerataan pembangunan nasional sejalan dengan semangat “Indonesia Maju dari Pinggiran”.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menilai bahwa momentum investasi besar di IKN tidak boleh berhenti pada pembangunan infrastruktur inti saja.&nbsp;</p><p>Ia menekankan pentingnya menata kawasan penyangga seperti Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Kartanegara agar terintegrasi dengan sistem IKN.</p><p>“Investasi sebesar Rp225 triliun harus menjadi lokomotif kemajuan wilayah sekitar. Jangan sampai kawasan inti modern, tapi daerah penyangga tertinggal dalam hal fasilitas publik, transportasi, air bersih, dan pelayanan sosial,” ujar Tohom, Minggu (9/11/2025).</p><p>Lebih lanjut, Tohom menilai bahwa peran masyarakat lokal, pelaku UMKM, serta sektor pendidikan harus mendapat porsi besar dalam kebijakan pembangunan kawasan penyangga.&nbsp;</p><p>Ia menyoroti pentingnya membangun ekosistem sosial dan ekonomi yang berkelanjutan agar IKN tidak menjadi “pulau urban” di tengah ketimpangan regional.</p><p>“Pemerintah sudah benar memperkuat pelatihan dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Tapi perlu langkah lebih agresif, terutama dalam akses pendidikan vokasi, infrastruktur dasar, dan transportasi penghubung,” jelasnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini menambahkan bahwa keberhasilan IKN sangat ditentukan oleh kualitas aglomerasi di kawasan penyangga.&nbsp;</p><p>Ia menekankan pentingnya konsep “kota-kota pendukung IKN” yang saling terkoneksi dan berfungsi sebagai simpul ekonomi baru.</p><p>“Konsep aglomerasi harus menjadi fondasi perencanaan jangka panjang. Artinya, Balikpapan, Samarinda, Penajam, dan Kutai bukan hanya hinterland, tapi bagian dari ekosistem kota cerdas yang menopang IKN secara fungsional,” ujar Tohom.</p><p>Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan fasilitas publik harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan tata ruang hijau.&nbsp;</p><p>Dengan begitu, pembangunan IKN dan kawasan pendukungnya dapat menjadi model percontohan kota masa depan Indonesia.</p><p>“Presiden Prabowo memiliki visi kuat untuk mewujudkan IKN sebagai simbol pemerataan dan kemajuan nasional. MARTABAT siap menjadi jembatan aspirasi masyarakat agar semangat pembangunan itu benar-benar terasa dari pusat hingga daerah penyangga,” tutupnya.</p><p><strong>[Redaktur: Sobar Bahtiar]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir112025/investasi-ke-oikn-tembus-rp225-triliun-martabat-prabowo-gibran-dorong-benahi-fasilitas-publik-di-daerah-penyangga-kawasan-otorita-ikn_3w8sHj7VA1.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Batas Wilayah Disepakati, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran Dukung Otorita IKN Jadi Pemda Khusus Tahun 2028</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/batas&#45;wilayah&#45;disepakati&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dukung&#45;otorita&#45;ikn&#45;jadi&#45;pemda&#45;khusus&#45;tahun&#45;2028&#45;f2u8oXw1D4/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/batas&#45;wilayah&#45;disepakati&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dukung&#45;otorita&#45;ikn&#45;jadi&#45;pemda&#45;khusus&#45;tahun&#45;2028&#45;f2u8oXw1D4/0#komentar</comments>
                <pubDate>Wed, 29 Oct 2025 06:08:46 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis pemerintah dalam menetapkan batas wilayah administratif Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis pemerintah dalam menetapkan batas wilayah administratif Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.</p><p>Menurut organisasi ini, kesepakatan batas wilayah bukan hanya pencapaian teknis, tetapi momentum penting untuk memastikan transformasi IKN menjadi Pemerintah<strong> </strong>Daerah Khusus (Pemdasus) pada tahun 2028 berjalan sesuai arah visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.</p><p>Dalam pernyataannya, MARTABAT menilai penegasan batas wilayah ini merupakan tonggak penting yang akan memperkuat kepastian hukum, efisiensi tata kelola, serta mencegah tumpang tindih kewenangan antara Otorita IKN dengan pemerintah daerah di sekitarnya.&nbsp;</p><p>Langkah ini juga dianggap krusial dalam membangun kepercayaan publik dan investor terhadap masa depan IKN sebagai pusat pemerintahan yang modern, terintegrasi, dan berkeadilan.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menyebut kesepakatan batas wilayah tersebut sebagai “titik balik administrasi yang bersejarah”.&nbsp;</p><p>Menurutnya, kepastian batas bukan semata soal peta atau koordinat, melainkan pondasi dari sistem pemerintahan baru yang akan mengedepankan efisiensi dan kemandirian.</p><p>“Dengan batas yang jelas, Otorita IKN bisa melangkah ke fase berikutnya, yakni menjadi Pemerintah Daerah Khusus yang mandiri dalam mengatur, mengelola, dan mengembangkan wilayahnya tanpa bergantung pada struktur administratif provinsi atau kabupaten. Ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan desentralisasi cerdas yang dicanangkan pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujar Tohom di Jakarta, Selasa (28/10/2025).</p><p>Tohom menilai, kejelasan batas ini akan memudahkan sinkronisasi tata ruang dan pelayanan publik, termasuk urusan administrasi kependudukan, perizinan investasi, dan penataan infrastruktur.&nbsp;</p><p>Ia menekankan bahwa langkah ini harus diiringi dengan pembenahan kelembagaan dan kesiapan sumber daya manusia agar Otorita IKN dapat menjalankan fungsi pemerintahan yang efektif dan akuntabel.</p><p>“Pemdasus IKN 2028 bukan sekadar perubahan status hukum, tetapi perwujudan tata kelola baru yang menempatkan efisiensi dan integritas sebagai roh pemerintahan. Ini akan menjadi model baru bagi daerah lain di Indonesia,” tegas Tohom.</p><p>Lebih jauh, Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch menyoroti pentingnya kolaborasi lintas wilayah dalam memastikan IKN tidak berdiri eksklusif, tetapi menjadi pusat pertumbuhan aglomerasi Kalimantan Timur yang terhubung dengan Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara. Menurutnya, batas wilayah yang jelas justru memperkuat integrasi ekonomi dan sosial kawasan.</p><p>“Dalam konteks aglomerasi, batas itu bukan untuk memisahkan, melainkan untuk memperjelas tanggung jawab dan memperkuat sinergi. Dengan delineasi yang presisi, pembangunan antarwilayah akan saling menopang, bukan saling tumpang tindih,” jelasnya.</p><p>Tohom juga menekankan perlunya pendekatan berkeadilan dalam pembangunan IKN agar manfaatnya dirasakan hingga pelosok Kalimantan Timur.&nbsp;</p><p>Ia memuji langkah pemerintah yang mengintegrasikan peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia ke dalam agenda pembangunan IKN.</p><p>“Keberhasilan IKN bukan hanya diukur dari megahnya gedung, tetapi dari sejauh mana masyarakat lokal menjadi bagian dari ekosistem kemajuan itu. Itulah esensi pembangunan yang berkeadilan,” pungkas Tohom.</p><p>Dengan penetapan batas wilayah yang kini sudah disepakati, berbagai pihak berharap IKN semakin siap menapaki fase baru dalam tata kelola pemerintahan yang efisien, modern, dan berbasis kepastian hukum, sebuah visi yang selaras dengan arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir102025/batas-wilayah-disepakati-martabat-prabowo-gibran-dukung-otorita-ikn-jadi-pemda-khusus-tahun-2028_KrmfgzzAay.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Pakistan Akan Investasi di Sektor Perumahan dan Pendidikan, MARTABAT Prabowo–Gibran Dorong OIKN Ajak Semua Negara Tanam Modal di IKN</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/pakistan&#45;akan&#45;investasi&#45;di&#45;sektor&#45;perumahan&#45;dan&#45;pendidikan&#45;martabat&#45;prabowogibran&#45;dorong&#45;oikn&#45;ajak&#45;semua&#45;negara&#45;tanam&#45;modal&#45;di&#45;ikn&#45;exw76w0TzU/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/pakistan&#45;akan&#45;investasi&#45;di&#45;sektor&#45;perumahan&#45;dan&#45;pendidikan&#45;martabat&#45;prabowogibran&#45;dorong&#45;oikn&#45;ajak&#45;semua&#45;negara&#45;tanam&#45;modal&#45;di&#45;ikn&#45;exw76w0TzU/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 24 Oct 2025 05:12:52 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran menyambut positif langkah Pakistan yang menyatakan minat untuk berinvestasi di sektor perumahan dan pendidikan di Ibu Kota Nusantara (IKN).&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO –</strong> Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran menyambut positif langkah Pakistan yang menyatakan minat untuk berinvestasi di sektor perumahan dan pendidikan di Ibu Kota Nusantara (IKN).&nbsp;</p><p>Organisasi ini menilai, langkah tersebut merupakan bukti bahwa proyek IKN telah mendapat pengakuan internasional dan menjadi magnet baru bagi investasi global.</p><p>MARTABAT Prabowo–Gibran mendorong Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk tidak berhenti pada kerja sama bilateral semata, tetapi memperluas jejaring hingga ke berbagai negara di kawasan Asia, Eropa, dan Timur Tengah.&nbsp;</p><p>Menurut organisasi ini, semakin banyak negara yang berinvestasi, semakin kuat pula posisi IKN sebagai simbol kemajuan Indonesia di mata dunia.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo–Gibran, KRT Tohom Purba, menilai langkah Pakistan merupakan sinyal positif sekaligus momentum untuk mempercepat penguatan ekosistem investasi di IKN.&nbsp;</p><p>“Ini saat yang tepat bagi OIKN untuk membuka pintu lebih lebar. Jangan hanya menunggu, tapi aktif menjemput investor dari berbagai belahan dunia,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).</p><p>Tohom menilai sektor pendidikan dan perumahan menjadi dua fondasi vital dalam membangun sebuah kota yang berkelanjutan.</p><p>Menurutnya, kehadiran investor dari Pakistan di kedua sektor tersebut akan membawa dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan penduduk IKN.</p><p>“Ketika negara seperti Pakistan menaruh kepercayaan dengan membangun sekolah internasional dan proyek perumahan, itu berarti mereka melihat potensi besar Nusantara sebagai kota masa depan yang terbuka dan inklusif,” kata Tohom.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini menekankan bahwa keberhasilan IKN tidak hanya diukur dari nilai investasi yang masuk, tetapi dari sejauh mana pembangunan tersebut mampu menciptakan keseimbangan antara pusat pemerintahan, pusat bisnis, dan kawasan pemukiman rakyat.&nbsp;</p><p>“Konsep aglomerasi di IKN harus terintegrasi secara sosial, ekonomi, dan lingkungan. Jangan sampai IKN menjadi kota elitis yang hanya bisa dinikmati kelompok tertentu,” tegasnya.</p><p>Ia juga mendorong pemerintah melalui OIKN agar memastikan bahwa kerja sama investasi luar negeri tetap sejalan dengan prinsip kedaulatan ekonomi nasional.&nbsp;</p><p>“Investasi asing harus menjadi katalis pembangunan, bukan pengendali arah pembangunan. Kuncinya adalah tata kelola yang transparan, adil, dan berpihak pada rakyat,” tambah Tohom.</p><p>Lebih jauh, Tohom menilai forum seperti Mahakam Investment Forum (MIF) 2025 merupakan langkah cerdas yang perlu digencarkan. Forum tersebut bukan hanya mempertemukan investor, tetapi juga memperlihatkan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah investasi dunia.&nbsp;</p><p>“IKN harus menjadi etalase peradaban baru Indonesia. Dengan pendekatan terbuka dan profesional, kita bisa mengundang partisipasi dari negara manapun tanpa kehilangan kendali atas kedaulatan,” ujarnya.</p><p>Sebagai penutup, Tohom mengingatkan agar semangat kolaborasi internasional di IKN tidak sekadar bersifat seremonial.&nbsp;</p><p>“Semua negara harus diberi ruang berkontribusi. Tapi yang terpenting, manfaatnya harus kembali ke rakyat Indonesia,” pungkasnya.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir102025/pakistan-akan-investasi-di-sektor-perumahan-dan-pendidikan-martabat-prabowogibran-dorong-oikn-ajak-semua-negara-tanam-modal-di-ikn_GkWzj841W0.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Menuju Kota Dunia, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran Dukung OIKN Bentuk Guru Berstandar Internasional di Kawasan Nusantara</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/menuju&#45;kota&#45;dunia&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dukung&#45;oikn&#45;bentuk&#45;guru&#45;berstandar&#45;internasional&#45;di&#45;kawasan&#45;nusantara&#45;PQn0nytGDz/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/menuju&#45;kota&#45;dunia&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dukung&#45;oikn&#45;bentuk&#45;guru&#45;berstandar&#45;internasional&#45;di&#45;kawasan&#45;nusantara&#45;PQn0nytGDz/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 13 Oct 2025 05:20:42 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) yang mulai membangun pilar pendidikan berstandar internasional melalui pelatihan peningkatan kapasitas guru.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) yang mulai membangun pilar pendidikan berstandar internasional melalui pelatihan peningkatan kapasitas guru.&nbsp;</p><p>Bagi MARTABAT, transformasi menuju kota dunia tidak akan pernah tercapai jika kualitas sumber daya manusia -- khususnya para guru -- tidak ditingkatkan secara serius dan berkelanjutan.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran,<strong> </strong>KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa pendidikan adalah urat nadi dari peradaban sebuah kota.&nbsp;</p><p>“IKN tidak boleh hanya menjadi kota baru dengan bangunan megah. Ia harus memiliki ruh, dan ruh itu lahir dari guru yang memiliki pola pikir global dan bermental kompetitif,” ujar Tohom, Minggu (12/10/2025).</p><p>Menurutnya, komitmen OIKN menghadirkan pendidikan kelas dunia patut diapresiasi karena dimulai dari fondasi paling strategis: pembentukan growth mindset para pendidik.&nbsp;</p><p>“Selama ini pembangunan sering dimulai dari infrastruktur fisik. IKN mengawali dari manusia. Ini langkah visioner yang harus disorot,” lanjutnya.</p><p>Pada Senin (6/10/2025), ratusan guru dari wilayah delineasi IKN berkumpul di Multifunction Hall Kantor Kemenko 3, KIPP IKN, mengikuti pelatihan intensif yang menghadirkan pendidik lulusan University College London (UCL), Galih Sulistyaningra.&nbsp;</p><p>Program ini menekankan pentingnya kepercayaan diri guru lokal untuk naik kelas dan beradaptasi dengan standar internasional.</p><p>MARTABAT Prabowo-Gibran menilai hadirnya sosok pendidik berkelas dunia ke dalam ekosistem guru IKN adalah penanda bahwa Nusantara tidak sekadar memindahkan administrasi pemerintahan, tetapi sedang membangun pusat peradaban baru yang menyerap praktik pendidikan terbaik dunia.&nbsp;</p><p>“Jika guru dilatih untuk berpikir seperti pendidik global, maka murid-muridnya kelak tidak hanya menjadi warga kota, tetapi warga dunia,” kata Tohom.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini menambahkan bahwa pendekatan ini sejalan dengan konsep kota modern yang tidak lagi bertumpu pada beton dan aspal, melainkan pada jejaring pengetahuan dan daya saing manusia.&nbsp;</p><p>“Saya mengamati dinamika aglomerasi kota-kota maju dunia. Semuanya punya satu kesamaan: mereka memulai dari sistem pendidikan yang adaptif. IKN sedang menuju ke arah itu,” ujarnya.</p><p>Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan akses pelatihan, tidak hanya terfokus pada kawasan inti IKN.&nbsp;</p><p>“Guru di luar lingkar pusat IKN juga harus disertakan. Kalau hanya inti kota yang maju, maka ekosistem aglomerasi tidak terbentuk. Kita tidak ingin IKN menjadi menara gading, tetapi pusat gravitasi kemajuan yang menyebar ke wilayah sekitarnya,” tegasnya.</p><p>MARTABAT Prabowo-Gibran berharap OIKN melanjutkan pola ini sebagai gerakan nasional.&nbsp;</p><p>Menurut mereka, ketika guru lokal mulai percaya diri dan mendapat akses pada standar global, maka Indonesia tidak hanya membangun ibu kota baru, tetapi juga membangun cara berpikir baru sebagai bangsa.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir102025/menuju-kota-dunia-martabat-prabowo-gibran-dukung-oikn-bentuk-guru-berstandar-internasional-di-kawasan-nusantara_k3Xrx8T8Gp.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Siapkan Lahan 63 Hektare untuk Kedutaan Besar Buktikan Kesiapan Kawasan Otorita IKN Jadi Kota Dunia</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;siapkan&#45;lahan&#45;63&#45;hektare&#45;untuk&#45;kedutaan&#45;besar&#45;buktikan&#45;kesiapan&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;jadi&#45;kota&#45;dunia&#45;DzLU58ks4x/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;siapkan&#45;lahan&#45;63&#45;hektare&#45;untuk&#45;kedutaan&#45;besar&#45;buktikan&#45;kesiapan&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;jadi&#45;kota&#45;dunia&#45;DzLU58ks4x/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 07 Oct 2025 05:32:22 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[WAHANANEWS.CO, Jakarta &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menilai langkah Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menyiapkan lahan seluas 63 hektare untuk kawasan diplomatik merupakan bukti nyata bahwa pembangunan IKN semakin matang menuju status sebagai kota dunia.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>WAHANANEWS.CO, Jakarta - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menilai langkah Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menyiapkan lahan seluas 63 hektare untuk kawasan diplomatik merupakan bukti nyata bahwa pembangunan IKN semakin matang menuju status sebagai kota dunia.&nbsp;</p><p>MARTABAT menegaskan, kesiapan infrastruktur ini bukan hanya simbol administrasi, melainkan sinyal kuat bagi komunitas internasional bahwa Nusantara siap menjadi pusat diplomasi dan investasi global.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menyebut langkah Otorita IKN tersebut sebagai <i>milestone</i> penting dalam pembangunan kota yang berstandar internasional.&nbsp;</p><p>“Penyediaan lahan seluas 63 hektare untuk kompleks kedutaan besar menunjukkan bahwa IKN tidak sekadar proyek pemindahan ibu kota, tetapi transformasi menuju kota diplomatik berkelas dunia. Ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam membangun ibu kota yang inklusif dan berdaya saing global,” ujar Tohom di Jakarta, Senin (7/10)/2025.</p><p>Menurutnya, penyiapan kawasan diplomatik juga menandakan kepercayaan diri Indonesia di mata dunia.&nbsp;</p><p>“Kawasan diplomatik bukan hanya tempat perwakilan negara sahabat, tapi juga simbol keterbukaan dan stabilitas politik. Negara mana pun yang memindahkan kedutaannya ke IKN berarti memberi pengakuan terhadap kredibilitas Indonesia sebagai pusat pemerintahan yang visioner dan aman,” tambahnya.</p><p>Tohom menilai, langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menempatkan IKN sebagai kota global yang berlandaskan teknologi hijau dan tata ruang cerdas.&nbsp;</p><p>Ia menilai, pembangunan kompleks diplomatik tersebut harus diikuti dengan ketersediaan fasilitas modern seperti area bisnis, hunian ramah lingkungan, hingga akses transportasi publik yang efisien.</p><p>“Diplomatic compound itu tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus terintegrasi dengan sistem transportasi massal, infrastruktur digital, dan keamanan cerdas yang menjadikan diplomat merasa nyaman dan produktif di IKN,” jelasnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini menegaskan bahwa pembangunan kawasan diplomatik harus menjadi bagian dari rencana besar aglomerasi IKN sebagai pusat pertemuan peradaban dunia.&nbsp;</p><p>“IKN dirancang bukan hanya sebagai ibu kota pemerintahan, tapi juga episentrum ekonomi, teknologi, dan budaya baru Indonesia. Penyiapan lahan untuk kedutaan besar ini adalah bagian dari upaya menyiapkan Nusantara agar sejajar dengan kota dunia seperti Canberra, Brasília, atau Putrajaya,” ungkapnya.</p><p>Ia menambahkan, keberadaan kompleks diplomatik seluas 63 hektare akan memberi efek domino pada pertumbuhan kawasan sekitarnya, terutama sektor jasa, pendidikan internasional, dan perdagangan.&nbsp;</p><p>“Bayangkan dampak ekonominya. Dengan hadirnya kedutaan dari berbagai negara, akan tumbuh sekolah internasional, kawasan bisnis, pusat kuliner, hingga ekosistem ekonomi kreatif. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi katalis transformasi sosial-ekonomi di Kalimantan Timur,” kata Tohom.</p><p>Tohom juga menyoroti pentingnya koordinasi antara Otorita IKN, Kementerian Luar Negeri, dan pemerintah daerah agar pembangunan kawasan diplomatik berjalan selaras dengan nilai keberlanjutan dan efisiensi lahan.&nbsp;</p><p>“Kita harus memastikan kawasan ini ramah lingkungan, menggunakan energi hijau, dan menjadi contoh kota masa depan yang harmonis antara teknologi dan alam,” tegasnya.</p><p>Menurut Tohom, langkah IKN menyiapkan lahan diplomatik menunjukkan bahwa Indonesia sudah menyiapkan wajah baru untuk dunia internasional.&nbsp;</p><p>“Kita tidak hanya membangun kota, tetapi menanamkan identitas baru bangsa: Indonesia yang modern, berwawasan global, namun tetap berakar pada kearifan lokal,” ujarnya.</p><p>Sebelumnya, Otorita IKN bersama Kementerian Luar Negeri telah menyampaikan bahwa lahan seluas 62,9 hektare disiapkan untuk pembangunan <i>diplomatic compound</i> bagi kedutaan besar berbagai negara sahabat.&nbsp;</p><p>Kawasan ini akan dilengkapi fasilitas perdagangan, sekolah internasional, hunian diplomat, serta ruang terbuka hijau. Sejumlah negara, termasuk Bangladesh, telah menyatakan minat dan kesiapan untuk memindahkan kantor kedutaannya ke Nusantara pada 2028.</p><p><strong>[Redaktur: Sobar Bahtiar]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir102025/martabat-prabowo-gibran-siapkan-lahan-63-hektare-untuk-kedutaan-besar-buktikan-kesiapan-kawasan-otorita-ikn-jadi-kota-dunia_cjR0myQXqa.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Sebut Game Changer ASEAN, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran Apresiasi Rencana Sarawak Investasi di Kawasan Otorita IKN</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/sebut&#45;game&#45;changer&#45;asean&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;apresiasi&#45;rencana&#45;sarawak&#45;investasi&#45;di&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;8kF5vUHfdx/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/sebut&#45;game&#45;changer&#45;asean&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;apresiasi&#45;rencana&#45;sarawak&#45;investasi&#45;di&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;8kF5vUHfdx/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 04 Oct 2025 05:04:49 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran memberikan apresiasi terhadap rencana investasi Pemerintah Sarawak di Ibu Kota Nusantara (IKN).&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran memberikan apresiasi terhadap rencana investasi Pemerintah Sarawak di Ibu Kota Nusantara (IKN).&nbsp;</p><p>Bagi MARTABAT, komitmen Negeri Sarawak untuk menanamkan modalnya di kawasan Otorita IKN adalah sinyal penting yang menegaskan posisi IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Asia Tenggara.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menilai pernyataan Wakil Perdana Menteri Sarawak, Datuk Amar Haji Awang Tengah bin Ali Hasan, yang menyebut IKN sebagai <i>game changer</i> ASEAN, memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekadar simbol kerja sama lintas negara.&nbsp;</p><p>“Investasi dari Sarawak bukan hanya memberi nilai tambah pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat legitimasi IKN sebagai magnet ekonomi kawasan. Ini bisa menjadi model integrasi baru di Asia Tenggara,” ungkap Tohom, Jumat (3/10/2025).</p><p>Menurut Tohom, kehadiran delegasi Sarawak yang dipimpin langsung oleh Wakil Perdana Menteri dan sejumlah pejabat strategis menunjukkan adanya keseriusan serta arah yang jelas.&nbsp;</p><p>Ia menegaskan, investasi lintas sektor yang ditawarkan Sarawak akan memberi manfaat bagi Indonesia, khususnya dalam mempercepat pembangunan ekosistem ekonomi hijau, inklusif, dan berbasis kolaborasi regional.</p><p>“Jika IKN mampu menjadi simpul konektivitas bisnis, investasi, dan kebudayaan ASEAN, maka dampaknya akan sangat besar bagi Indonesia. Kita bicara tentang multiplier effect yang menyentuh banyak sektor, dari perdagangan hingga pariwisata, dari UMKM hingga industri kreatif,” jelasnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini menambahkan, investasi Sarawak akan memberi akselerasi bagi IKN untuk menjadi pusat gravitasi baru di Asia Tenggara.&nbsp;</p><p>“Dalam konteks aglomerasi, IKN berpotensi menjadi episentrum pertumbuhan lintas batas. Dukungan Sarawak akan mempertegas peran IKN bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tapi juga sebagai penghubung antarwilayah yang strategis,” tegasnya.</p><p>Ia menilai, simbolik penanaman pohon Meranti di Plaza Bhineka oleh delegasi Sarawak bersama Otorita IKN bukan sekadar seremoni, melainkan pesan kuat tentang komitmen pembangunan berkelanjutan.&nbsp;</p><p>Menurutnya, langkah-langkah seperti ini perlu terus dikembangkan agar investasi yang masuk benar-benar membawa keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.</p><p>Tohom juga menggarisbawahi bahwa kolaborasi lintas negara ini akan semakin memperkokoh posisi Indonesia dalam peta geopolitik kawasan.&nbsp;</p><p>“Dengan adanya investasi dari Sarawak, maka IKN benar-benar akan tampil sebagai <i>game changer</i> ASEAN. Ini momentum yang harus dijaga, karena bisa memperkuat bargaining position Indonesia dalam diplomasi ekonomi dan politik regional,” tandasnya.</p><p>Sebelumnya, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menegaskan pihaknya siap memfasilitasi masuknya investasi dari Sarawak, baik skala besar maupun usaha kecil.&nbsp;</p><p>Menurutnya, minggu depan Otorita IKN akan menyampaikan prosedur serta rencana proyek kepada calon investor.</p><p><strong>[Redaktur: Sobar Bahtiar]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir102025/sebut-game-changer-asean-martabat-prabowo-gibran-apresiasi-rencana-sarawak-investasi-di-kawasan-otorita-ikn_9cG0r7Rysr.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Jadi Pusat Investasi Dunia, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran Apresiasi Kazakhstan Investasi di IKN</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/nusantara/jadi&#45;pusat&#45;investasi&#45;dunia&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;apresiasi&#45;kazakhstan&#45;investasi&#45;di&#45;ikn&#45;Oo6YRGk7Gz/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/nusantara/jadi&#45;pusat&#45;investasi&#45;dunia&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;apresiasi&#45;kazakhstan&#45;investasi&#45;di&#45;ikn&#45;Oo6YRGk7Gz/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 30 Sep 2025 05:00:46 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Nusantara]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mendapat sorotan positif dari dunia internasional. Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyampaikan apresiasi besar atas langkah Kazakhstan yang mulai menanamkan komitmen investasi di kawasan strategis tersebut.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mendapat sorotan positif dari dunia internasional. Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyampaikan apresiasi besar atas langkah Kazakhstan yang mulai menanamkan komitmen investasi di kawasan strategis tersebut.</p><p>MARTABAT menilai, masuknya 15 calon investor asal Kazakhstan ke dalam radar pembangunan IKN menunjukkan bahwa proyek ini bukan sekadar gagasan, melainkan sudah menjadi magnet global.&nbsp;</p><p>“Ini bukti bahwa Indonesia tengah berdiri sejajar dengan negara-negara yang mampu menawarkan iklim investasi berkualitas,” demikian sikap resmi organisasi tersebut.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa kehadiran Kazakhstan membawa pesan penting bagi dunia internasional.&nbsp;</p><p>Menurutnya, Astana yang baru berusia 28 tahun telah membuktikan diri sebagai kota modern dengan tata ruang visioner.&nbsp;</p><p>“Astana adalah model yang tepat untuk IKN. Mereka datang bukan hanya untuk menjajaki, tapi untuk berbagi pengalaman konkret dan menanamkan modal. Ini langkah yang harus disambut dengan kebijakan yang gesit dan strategi yang berorientasi jangka panjang,” ujar Tohom.</p><p>Lebih lanjut, Tohom mengingatkan bahwa sektor investasi yang ditawarkan Kazakhstan—mulai dari konstruksi, transportasi, kecerdasan buatan, hingga solusi kota pintar—sangat relevan dengan kebutuhan IKN.&nbsp;</p><p>“Inilah saatnya Indonesia membuka pintu selebar-lebarnya, namun tetap cermat dalam memilih mitra. Jangan sampai kita hanya mengejar jumlah investasi, tapi mengabaikan kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap masyarakat lokal,” katanya.</p><p>Ia juga menyoroti peran diplomasi ekonomi yang dimainkan oleh Duta Besar RI untuk Kazakhstan, Fadjroel Rachman, yang memimpin langsung pertemuan hybrid dengan para calon investor.&nbsp;</p><p>“Diplomasi yang efektif akan menciptakan jembatan antara visi pembangunan IKN dengan kepercayaan investor global. Dari sinilah reputasi Indonesia sebagai pusat investasi dunia bisa terus dikukuhkan,” tambahnya.</p><p>Tohom, yang juga Ketua Aglomerasi Watch, menilai bahwa investasi internasional di IKN tidak hanya memberi nilai finansial, tetapi juga memperkuat pertumbuhan ekonomi di sekitar Kalimantan Timur.&nbsp;</p><p>“Kita harus melihat ini sebagai pemicu lahirnya pusat pertumbuhan baru. Investasi Kazakhstan akan menarik ekosistem pendukung: industri kreatif, teknologi, transportasi modern, hingga jasa keuangan. Jika dikelola dengan benar, ini akan menjadi katalis Indonesia menuju 2045,” tegasnya.</p><p>Dengan semakin derasnya arus modal dari berbagai negara, Tohom menekankan pentingnya pengawasan publik.&nbsp;</p><p>“IKN harus menjadi etalase transparansi. Rakyat berhak tahu sejauh mana investasi asing berkontribusi bagi kesejahteraan nasional. Ke depan, saya optimistis IKN bukan hanya pusat pemerintahan, tapi juga episentrum ekonomi dunia,” pungkasnya.</p><p><strong>[Redaktur: Sobar Bahtiar]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir092025/jadi-pusat-investasi-dunia-martabat-prabowo-gibran-apresiasi-kazakhstan-investasi-di-ikn_Qgy75vOpSA.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Jadi Objek Vital, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran Dorong Pemerintah Perbesar Pelabuhan KKT untuk Dukung Kawasan Industri Kaltim dan Otorita IKN</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/jadi&#45;objek&#45;vital&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dorong&#45;pemerintah&#45;perbesar&#45;pelabuhan&#45;kkt&#45;untuk&#45;dukung&#45;kawasan&#45;industri&#45;kaltim&#45;dan&#45;otorita&#45;ikn&#45;cdfuiIMCPl/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/jadi&#45;objek&#45;vital&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dorong&#45;pemerintah&#45;perbesar&#45;pelabuhan&#45;kkt&#45;untuk&#45;dukung&#45;kawasan&#45;industri&#45;kaltim&#45;dan&#45;otorita&#45;ikn&#45;cdfuiIMCPl/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 27 Sep 2025 05:02:22 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[WAHANANEWS.CO, Jakarta &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menilai Pelabuhan PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) sudah selayaknya ditempatkan sebagai objek vital nasional dalam menopang pembangunan Kawasan Industri Kalimantan Timur sekaligus Ibu Kota Nusantara (IKN).&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>WAHANANEWS.CO, Jakarta - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menilai Pelabuhan PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) sudah selayaknya ditempatkan sebagai objek vital nasional dalam menopang pembangunan Kawasan Industri Kalimantan Timur sekaligus Ibu Kota Nusantara (IKN).&nbsp;</p><p>Dukungan penuh terhadap perluasan kapasitas KKT disuarakan langsung oleh jajaran pengurus MARTABAT sebagai bentuk kontribusi nyata bagi agenda strategis pemerintahan Prabowo-Gibran.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa KKT bukan sekadar terminal peti kemas biasa, melainkan simpul logistik yang menentukan kepercayaan investor dan kelancaran rantai pasok.&nbsp;</p><p>“Jika pemerintah serius menjadikan IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, maka infrastruktur logistik seperti KKT harus diperbesar kapasitasnya. Tanpa itu, suplai material dan distribusi barang bisa tersendat, yang akhirnya menurunkan daya tarik investasi,” kata Tohom di Jakarta, Jumat (26/9/2025).</p><p>Ia menyoroti kapasitas penanganan 240.000 TEU per tahun yang dimiliki KKT saat ini masih tergolong terbatas, terutama untuk menopang proyek jangka panjang seperti pembangunan IKN dan kawasan industri berbasis energi hijau di Kalimantan.&nbsp;</p><p>“Kita bicara masa depan puluhan tahun, bukan sekadar lima tahun ke depan. Maka perencanaan kapasitas KKT harus dikalibrasi ulang, minimal dua kali lipat dari yang ada saat ini,” ujarnya.</p><p>Tohom menjelaskan bahwa KKT memiliki posisi strategis karena berada di Teluk Balikpapan dan langsung terhubung dengan jalur ALKI II.&nbsp;</p><p>“Inilah pintu gerbang maritim Kalimantan. Jadi, memperbesar KKT sama artinya dengan memperbesar peluang ekspor-impor, memperlancar distribusi antarpulau, dan memperkuat bargaining Indonesia di jalur logistik global,” jelasnya.</p><p>Lebih jauh, Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini menambahkan bahwa pengembangan KKT bukan hanya urusan teknis pelabuhan, tetapi menyangkut tata ruang aglomerasi wilayah Kalimantan Timur.&nbsp;</p><p>“Pelabuhan adalah nadi aglomerasi. Tanpa logistik yang andal, konektivitas kawasan industri Balikpapan, Samarinda, hingga kawasan penyangga IKN akan timpang. Maka penguatan KKT harus dipandang sebagai strategi aglomerasi ekonomi, bukan proyek parsial,” tegasnya.</p><p>Tohom juga mengingatkan bahwa transformasi digital yang sudah dilakukan KKT, seperti sistem informasi terintegrasi dan elektrifikasi container crane, harus ditingkatkan lebih jauh.&nbsp;</p><p>“Digitalisasi ini bagus, tapi ke depan perlu ada dukungan penuh dari pemerintah pusat dalam hal kebijakan fiskal, regulasi, hingga kepastian investasi. Jangan sampai KKT menjadi bottleneck justru di saat IKN membutuhkan logistik tercepat dan terandal,” ujarnya.</p><p>Sebelumnya, Direktur Utama KKT, Enriany Muis, menyebut pelabuhan ini telah berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Kalimantan Timur melalui aktivitas bongkar muat antarpulau maupun ekspor-impor selama 13 tahun terakhir.&nbsp;</p><p>Enriany juga menegaskan bahwa elektrifikasi crane di KKT sudah membantu mengurangi emisi, sejalan dengan visi pembangunan IKN yang berwawasan lingkungan.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir092025/jadi-objek-vital-martabat-prabowo-gibran-dorong-pemerintah-perbesar-pelabuhan-kkt-untuk-dukung-kawasan-industri-kaltim-dan-otorita-ikn_sDXJqLvH3V.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Desa Wisata Jadi Jantung Ekonomi Otorita IKN, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran Dorong Sosialisasi Masif ke Masyarakat</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/desa&#45;wisata&#45;jadi&#45;jantung&#45;ekonomi&#45;otorita&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dorong&#45;sosialisasi&#45;masif&#45;ke&#45;masyarakat&#45;3lTZG034s1/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/desa&#45;wisata&#45;jadi&#45;jantung&#45;ekonomi&#45;otorita&#45;ikn&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dorong&#45;sosialisasi&#45;masif&#45;ke&#45;masyarakat&#45;3lTZG034s1/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 22 Sep 2025 05:00:29 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyatakan dukungan penuh terhadap strategi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menjadikan desa wisata sebagai jantung ekonomi dan penggerak budaya lokal.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyatakan dukungan penuh terhadap strategi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menjadikan desa wisata sebagai jantung ekonomi dan penggerak budaya lokal.&nbsp;</p><p>Menurut organisasi ini, konsep ini bukan hanya soal menghadirkan destinasi wisata, melainkan menciptakan fondasi ekonomi kreatif yang akan menopang keberlanjutan IKN di masa depan.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa kunci keberhasilan desa wisata di IKN adalah sosialisasi masif kepada masyarakat lokal.&nbsp;</p><p>“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan fisik dan infrastruktur. Keterlibatan masyarakat adalah faktor penentu agar desa wisata benar-benar menjadi motor ekonomi yang hidup. Sosialisasi harus menyentuh langsung warga, memberi pemahaman bahwa mereka bukan sekadar penonton, tetapi pemain utama dalam ekosistem IKN,” ujarnya, Minggu (21/9/2025).</p><p>Tohom menilai, desa wisata mampu menghadirkan <i>multiplier effect</i> yang luas. Mulai dari UMKM, kerajinan tangan, kuliner lokal, hingga seni pertunjukan bisa mendapat ruang tumbuh.&nbsp;</p><p>“Kalau desa wisata dikelola secara profesional, dampaknya bukan hanya pada turis, tetapi juga pada daya hidup masyarakat asli Kalimantan. Mereka akan menjadi pelaku ekonomi yang mandiri, sekaligus penjaga budaya,” katanya.</p><p>Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya model pembangunan yang inklusif. Menurutnya, pemerintah dan otorita IKN harus memastikan bahwa desa wisata tidak hanya menjadi etalase untuk pendatang, melainkan ruang pemberdayaan bagi warga lokal.</p><p>“Inilah momentum besar untuk memutus ketergantungan pada sumber daya alam tak terbarukan. Desa wisata bisa menjadi wajah baru ekonomi hijau dan berkelanjutan,” jelasnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pembangunan IKN tidak bisa dipandang hanya sebagai proyek urban modern, melainkan sebagai proyek aglomerasi sosial-ekonomi yang menuntut integrasi.&nbsp;</p><p>“IKN akan didatangi ratusan ribu penduduk baru. Kalau tidak dikelola dengan kearifan lokal, ada risiko ketimpangan. Desa wisata adalah cara elegan untuk menyeimbangkan modernitas dengan akar budaya,” tegasnya.</p><p>Sebelumnya, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyampaikan bahwa desa wisata akan menjadi ujung tombak estetika dan ekonomi IKN.&nbsp;</p><p>Ia menilai Kalimantan Timur perlu mencontoh keberhasilan Bali dalam mengelola pariwisata secara profesional, serta mengajak pihak swasta, termasuk perusahaan tambang dan perkebunan, untuk menyalurkan CSR mereka demi mendukung desa wisata.</p><p><strong>[Redaktur: Sobar Bahtiar]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir092025/desa-wisata-jadi-jantung-ekonomi-otorita-ikn-martabat-prabowo-gibran-dorong-sosialisasi-masif-ke-masyarakat_7BotV6DC2f.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>MARTABAT Prabowo&#45;Gibran Dukung Instruksi Presiden: IKN Harus Selesai dalam 3 Tahun</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dukung&#45;instruksi&#45;presiden&#45;ikn&#45;harus&#45;selesai&#45;dalam&#45;3&#45;tahun&#45;T1Mf5xDjzD/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;dukung&#45;instruksi&#45;presiden&#45;ikn&#45;harus&#45;selesai&#45;dalam&#45;3&#45;tahun&#45;T1Mf5xDjzD/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 13 Sep 2025 05:00:05 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyatakan dukungan penuh terhadap ketegasan Presiden Prabowo Subianto yang mewajibkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) selesai dalam waktu tiga tahun.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyatakan dukungan penuh terhadap ketegasan Presiden Prabowo Subianto yang mewajibkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) selesai dalam waktu tiga tahun.&nbsp;</p><p>Dukungan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa relawan siap mengawal keberhasilan proyek strategis nasional tersebut hingga tuntas.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menilai instruksi Presiden merupakan langkah berani yang menunjukkan konsistensi dalam membangun visi besar bangsa.&nbsp;</p><p>“Target tiga tahun adalah sinyal politik yang jelas bahwa negara tidak boleh berlama-lama dalam transisi. IKN harus berdiri dengan perangkat lengkap, dari eksekutif, legislatif, hingga yudikatif, agar pemindahan ibu kota benar-benar bermakna,” ujarnya di Jakarta, Jumat (12/9/2025).</p><p>Menurut Tohom, ketegasan Presiden Prabowo sekaligus menjadi dorongan moral bagi seluruh kementerian, lembaga, hingga otorita IKN untuk bergerak cepat.&nbsp;</p><p>Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada alasan teknis maupun birokratis yang memperlambat pembangunan.&nbsp;</p><p>“Proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan transformasi peradaban. Jika kita konsisten, IKN akan menjadi simbol kedaulatan dan modernitas Indonesia,” tegasnya.</p><p>Lebih lanjut, Tohom menyebut bahwa pembangunan IKN harus dipandang bukan hanya sebagai proyek infrastruktur, tetapi juga sebagai pusat gravitasi ekonomi baru di luar Jawa.&nbsp;</p><p>“IKN akan menciptakan ekosistem baru yang membuka ruang investasi, mendorong pemerataan pembangunan, dan memecah konsentrasi penduduk Jakarta yang sudah terlalu padat,” katanya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa percepatan pembangunan IKN akan berdampak besar terhadap pertumbuhan wilayah penyangga.&nbsp;</p><p>Menurutnya, kota-kota satelit di Kalimantan Timur harus dipersiapkan dengan matang, baik dari segi transportasi, energi, maupun konektivitas digital.&nbsp;</p><p>“Jangan sampai IKN menjadi pulau megah di tengah ketimpangan. Konsep aglomerasi harus dikawal agar IKN menyatu dengan daerah sekitarnya, bukan berdiri sendiri,” jelasnya.</p><p>Ia menambahkan, konsumen dan masyarakat luas akan merasakan manfaat nyata jika pembangunan IKN dipercepat secara terukur.&nbsp;</p><p>Mulai dari pembukaan lapangan kerja baru, peningkatan layanan publik, hingga terciptanya standar hidup yang lebih layak.&nbsp;</p><p>“Visi Presiden Prabowo ini harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata yang terukur, bukan wacana yang berlarut-larut,” pungkas Tohom.</p><p>Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, untuk menuntaskan pembangunan IKN dalam waktu tiga tahun.&nbsp;</p><p>Prasetyo memastikan seluruh perangkat eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus segera diselesaikan agar syarat pemindahan ibu kota dari Jakarta terpenuhi.</p><p><strong>[Redaktur: Sobar Bahtiar]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir092025/martabat-prabowo-gibran-dukung-instruksi-presiden-ikn-harus-selesai-dalam-3-tahun_bonni7A16y.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>MARTABAT Prabowo&#45;Gibran Apresiasi Rencana Brunei Investasi di Kawasan Otorita IKN</title>
                <link>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;apresiasi&#45;rencana&#45;brunei&#45;investasi&#45;di&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;kunpQ7AjWp/0</link>
                <comments>https://nusantara.wahananews.co/utama/martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;apresiasi&#45;rencana&#45;brunei&#45;investasi&#45;di&#45;kawasan&#45;otorita&#45;ikn&#45;kunpQ7AjWp/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 05 Sep 2025 05:38:13 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nusantara.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran menyampaikan apresiasi terhadap langkah Brunei Darussalam yang menunjukkan ketertarikan berinvestasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nusantara.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran menyampaikan apresiasi terhadap langkah Brunei Darussalam yang menunjukkan ketertarikan berinvestasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).&nbsp;</p><p>Menurut organisasi ini, minat investor dari negara tetangga merupakan sinyal positif bahwa IKN benar-benar menjadi pusat perhatian kawasan regional maupun internasional.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo–Gibran, KRT Tohom Purba, menilai ketertarikan Brunei merupakan bukti bahwa pembangunan IKN tidak hanya dilihat dari perspektif domestik, tetapi juga dari kacamata global.&nbsp;</p><p>“Kehadiran investor Brunei menunjukkan bahwa IKN memiliki daya tarik dan kredibilitas. Ini bukan hanya proyek nasional, tapi sudah menjadi magnet investasi kawasan. Dengan masuknya Brunei, peluang kerja sama lintas sektor akan semakin terbuka,” ujar Tohom di Jakarta, Kamis (4/9/2025).</p><p>Tohom menegaskan bahwa Brunei memiliki rekam jejak kuat dalam investasi sektor energi, konstruksi, hingga pariwisata. Kehadiran perusahaan-perusahaan besar dari Brunei, menurutnya, bisa menjadi katalis penting bagi ekosistem bisnis di Nusantara.&nbsp;</p><p>“Investor asing cenderung melihat faktor kepastian, akses, dan stabilitas. Jika Brunei saja sudah berani melangkah, maka ini akan mendorong negara lain untuk ikut berpartisipasi,” tegasnya.</p><p>Lebih lanjut, Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa rencana investasi tersebut sejalan dengan misi IKN sebagai kota masa depan yang berbasis kemitraan global.&nbsp;</p><p>Ia menilai, Brunei memiliki kesamaan visi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan efisiensi birokrasi.&nbsp;</p><p>“Kehadiran investor Brunei bisa memperkuat aglomerasi ekonomi di Kalimantan, terutama dalam sektor logistik dan pariwisata yang memiliki potensi luar biasa. Dari sudut pandang kawasan, ini akan mempercepat konektivitas regional,” tambahnya.</p><p>Ia juga menekankan bahwa investasi asing harus tetap diarahkan pada prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal.</p><p>“Yang paling penting adalah memastikan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Jangan sampai IKN hanya menjadi etalase megaproyek, tetapi harus benar-benar menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat,” ujarnya.</p><p>Sebelumnya, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut baik kunjungan Dubes RI untuk Brunei Darussalam Achmad Ubaedillah bersama rombongan pengusaha Brunei.&nbsp;</p><p>Ia menegaskan, Otorita IKN berkomitmen memberikan kemudahan berusaha dan menjadikan Nusantara sebagai kawasan percontohan birokrasi yang efisien sekaligus adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.&nbsp;</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir092025/martabat-prabowo-gibran-apresiasi-rencana-brunei-investasi-di-kawasan-otorita-ikn_3xGL6em0hG.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
    </channel>

</rss>
<!-- RSS GENERATOR CREATED BY GHIVARRA SR -->