Nusantara.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif capaian investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang telah mencapai Rp72,39 triliun.
MARTABAT menilai tingginya minat investasi swasta dan masuknya investor asing menjadi indikator kuat bahwa pembangunan IKN tetap memiliki daya tarik besar dan dipandang menjanjikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.
Baca Juga:
Komitmen Kabareskrim Polri Memberantas Mafia BBM Dikangkangi di Jambi, 2 Truck BBM Ilegal Diduga Milik Asri DPO Kembali Diamankan Di Tebo
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba mengatakan masuknya investasi dari berbagai negara menunjukkan bahwa dunia internasional mulai membaca arah baru pembangunan Indonesia yang lebih modern, terintegrasi, dan berjangka panjang.
“Ketika investor asing mulai masuk dan membangun di IKN, itu berarti ada kepercayaan terhadap stabilitas, visi pembangunan, dan masa depan ekonomi Indonesia. IKN sedang dibaca dunia sebagai simbol transformasi besar bangsa ini,” ujar Tohom Purba, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, pembangunan IKN tidak bisa dilihat hanya dari pembangunan gedung pemerintahan, tetapi juga dari terbentuknya ekosistem ekonomi baru yang mampu menciptakan pusat pertumbuhan nasional di luar Pulau Jawa.
Baca Juga:
MK Tegaskan Jakarta Masih Jadi Ibu Kota RI hingga Ada Keppres Pemindahan
“Indonesia selama puluhan tahun terlalu terpusat. Kehadiran IKN membuka jalan pemerataan baru. Ini akan mengubah arah distribusi investasi, industri, infrastruktur, hingga sumber daya manusia secara lebih seimbang,” katanya.
Tohom menilai investasi yang masuk ke IKN, mulai dari apartemen, hotel, fasilitas olahraga, restoran, hingga kawasan pendidikan menunjukkan bahwa pembangunan Nusantara mulai bergerak menuju pembentukan kota hidup yang memiliki denyut ekonomi dan aktivitas sosial yang lengkap.
“Kalau investor mulai membangun hunian, pusat komersial, dan fasilitas publik, artinya mereka melihat IKN bukan proyek sementara. Mereka sedang membaca potensi jangka panjang dari pertumbuhan kota baru Indonesia,” lanjutnya.
Ia juga melihat keberanian pemerintah menjaga kesinambungan pembangunan IKN menjadi faktor penting yang membuat kepercayaan investor tetap tumbuh di tengah dinamika ekonomi global.
“Dalam dunia investasi, konsistensi kebijakan adalah faktor utama. Ketika pembangunan terus berjalan dan infrastruktur dasar terus dibangun, maka pasar akan menangkap sinyal positif bahwa Indonesia serius membangun masa depan,” ujarnya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan IKN memiliki peluang besar menjadi model kota aglomerasi modern yang mampu mengintegrasikan pusat pemerintahan, bisnis, pendidikan, teknologi, dan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
“IKN jangan hanya menjadi kota administrasi. Nusantara harus menjadi pusat inovasi nasional yang mampu melahirkan ekosistem ekonomi hijau, kota cerdas, dan pusat talenta masa depan Indonesia,” katanya.
Menurutnya, konsep pembangunan IKN juga dapat menjadi momentum lahirnya pusat ekonomi baru berbasis konektivitas kawasan timur Indonesia yang selama ini belum berkembang maksimal.
“Kalimantan memiliki posisi strategis sebagai simpul baru ekonomi nasional. Ketika infrastruktur, investasi, dan mobilitas manusia mulai terkoneksi, maka efek pertumbuhannya akan sangat besar bagi Indonesia,” tambahnya.
Sebelumnya, Otorita IKN mencatat total investasi swasta dan pembangunan pemerintah di IKN mencapai Rp72,39 triliun.
Nilai tersebut terdiri dari investasi swasta murni sebesar Rp60,29 triliun dan pembangunan fasilitas publik serta penugasan kementerian/lembaga senilai Rp12,10 triliun.
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw mengatakan terdapat 75 perjanjian kerja sama investasi swasta murni dengan 65 pelaku usaha, termasuk investor asing dari Korea Selatan, China, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura.
Sementara Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono menyebut investasi yang masuk bertujuan memperkuat ekosistem kawasan agar IKN semakin siap menjadi kota yang hidup, produktif, dan inklusif.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]