Nusantara.WAHANANEWS.CO - MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif rencana operasional penuh Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tahun 2027.
Organisasi relawan nasional tersebut menilai proyek ini sebagai langkah strategis dalam mempercepat konektivitas nasional serta memperkuat fondasi pembangunan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Baca Juga:
Menuju Negara Maju, MARTABAT Prabowo-Gibran: Semua Daerah Bisa Tiru Kawasan Otorita IKN Bebas Kabel Semrawut dan Lubang Galian
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menyatakan bahwa kehadiran Jalan Tol IKN merupakan simbol nyata dari transformasi infrastruktur Indonesia yang semakin modern dan terintegrasi.
“Tol IKN ini bukan sekadar proyek jalan, tetapi representasi dari visi besar pembangunan yang berorientasi masa depan dan pemerataan,” ujarnya.
Menurut Tohom, pengoperasian penuh tol yang menghubungkan berbagai segmen strategis seperti Sepinggan-Karang Joang hingga akses menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi mobilitas dan logistik.
Baca Juga:
Libur Lebaran 2026 Berubah! IKN Disulap Jadi Wisata Masa Depan
“Pemangkasan waktu tempuh dari dua jam menjadi sekitar 30–45 menit adalah lompatan besar yang akan meningkatkan produktivitas kawasan secara menyeluruh,” katanya.
Ia menilai, keberadaan tol tersebut juga akan mendorong pertumbuhan kawasan industri, perdagangan, serta investasi baru di sekitar IKN dan wilayah penyangga seperti Balikpapan dan Penajam Paser Utara.
“Konektivitas adalah kunci. Ketika akses semakin cepat dan efisien, maka arus barang, jasa, dan manusia akan semakin dinamis,” ucapnya.
Lebih lanjut, Tohom menekankan pentingnya pengelolaan tol melalui skema profesional seperti Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) agar operasional berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Manajemen yang profesional akan memastikan kualitas layanan tetap terjaga serta memberikan kepastian bagi investor,” jelasnya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan bahwa pembangunan Tol IKN harus dilihat sebagai bagian dari desain besar pengembangan kawasan aglomerasi nasional.
“IKN tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus terhubung dengan pusat-pusat ekonomi lain dalam satu ekosistem terintegrasi yang saling menguatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penyelesaian infrastruktur pendukung seperti Istana Wakil Presiden, masjid negara, serta sistem sanitasi dan pengelolaan air limbah akan semakin memperkuat kesiapan IKN sebagai ibu kota masa depan.
“Kita melihat progresnya sudah sangat maju, tinggal penyempurnaan di beberapa aspek teknis,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan proyek Tol IKN akan menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan infrastruktur nasional di era pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu membangun infrastruktur kelas dunia dengan perencanaan matang dan eksekusi yang konsisten,” ujarnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]