WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran memandang apresiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai sinyal kuat bahwa proyek strategis nasional tersebut telah memperoleh legitimasi global.
Momentum ini dinilai menjadi saat yang tepat bagi investor lokal untuk mengambil posisi terdepan dalam pembangunan pusat pertumbuhan baru Indonesia.
Baca Juga:
Heboh di Udara, Penumpang Qantas Mengamuk dan Gigit Pramugari
"Ketika badan Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan perhatian dan menunjukkan ketertarikan terhadap Ibu Kota Nusantara, itu berarti dunia internasional melihat IKN sebagai proyek yang kredibel, terukur, dan memiliki masa depan yang sangat menjanjikan," ujar Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Tohom, pengakuan dari United Nations Department of Safety and Security (UNDSS) menjadi penanda bahwa pembangunan IKN tidak lagi dipandang sebagai gagasan semata, melainkan sebagai realitas yang terus berkembang dan menarik perhatian komunitas internasional.
Ia menilai investor dalam negeri tidak boleh hanya menjadi penonton ketika kepercayaan global terhadap Nusantara terus menguat.
Baca Juga:
Konsumen Gugat Amazon, Ratusan Juta Dolar Diduga Dipungut dari Tarif Ilegal Trump
"Investor lokal harus bergerak secepatnya untuk berpartisipasi di IKN, karena kawasan ini akan menjadi episentrum ekonomi baru Indonesia dengan peluang bisnis yang terbuka sangat luas," katanya.
Tohom menilai IKN akan melahirkan ekosistem ekonomi modern yang mencakup properti, energi, transportasi, teknologi, pendidikan, kesehatan, hingga sektor jasa yang saling terintegrasi.
Menurut dia, pelaku usaha nasional memiliki kesempatan historis untuk menjadi aktor utama dalam pembangunan kota masa depan yang dirancang hingga 2045.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan bahwa IKN akan menjadi simpul pertumbuhan yang menghubungkan berbagai kawasan strategis di Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing nasional dalam peta ekonomi global.
"IKN bukan hanya pusat pemerintahan baru, tetapi laboratorium peradaban Indonesia modern yang akan menciptakan efek berganda bagi seluruh daerah," ujarnya.
Ia menilai keterbukaan Otorita IKN terhadap PBB menunjukkan bahwa tata kelola pembangunan Nusantara berada dalam jalur yang transparan, inklusif, dan sesuai standar internasional.
Menurut Tohom, hal tersebut akan meningkatkan rasa percaya investor karena proyek yang terbuka terhadap pengawasan global cenderung memiliki kepastian dan akuntabilitas yang lebih kuat.
"Kepercayaan internasional adalah modal strategis, tetapi manfaat terbesarnya harus dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat Indonesia," tuturnya.
Tohom meyakini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pembangunan IKN akan dipercepat sebagai simbol transformasi ekonomi, pemerataan pembangunan, dan kemandirian bangsa.
Ia berharap investor lokal segera mengambil langkah konkret agar manfaat ekonomi Nusantara dapat dinikmati secara optimal oleh anak bangsa.
[Redaktur: Sandy]