Nusantara.WAHANANEWS.CO - MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif groundbreaking Smart City Cooperation Center atau SCCC di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara sebagai langkah strategis untuk memperkuat arah pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai kota cerdas, modern, hijau, dan berbasis teknologi.
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan pembangunan SCCC melalui kerja sama Otorita IKN dan Pemerintah Korea Selatan menunjukkan bahwa Nusantara tidak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai pusat inovasi nasional.
Baca Juga:
Restorasi Mangrove Pantai Tanah Merah, MARTABAT Prabowo-Gibran: IKN Wajib Tumbuh dengan Etika Ekologi
“Groundbreaking SCCC ini adalah sinyal kuat bahwa pembangunan IKN bergerak ke arah yang benar, karena kota masa depan harus dibangun dengan ilmu pengetahuan, teknologi, tata kelola digital, dan kolaborasi internasional,” ujar Tohom Purba, Jumat (19/6/2026).
Menurut Tohom, nilai hibah kerja sama sebesar 9,9 miliar KRW atau sekitar Rp 115,94 miliar menjadi bukti kepercayaan internasional terhadap masa depan IKN dan arah pembangunan Indonesia di bawah kepemimpinan nasional yang berorientasi pada kemajuan.
Ia menilai keberadaan SCCC di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara, memiliki makna strategis karena berada di pusat pengembangan kota baru yang dirancang untuk menjadi model transformasi perkotaan Indonesia.
Baca Juga:
Ketua PWI Provinsi Jambi Lantik Irwansyah Pimpin Kepengurusan PWI Kota Jambi 2026-2029
“Indonesia membutuhkan kota yang bukan hanya tertata secara fisik, tetapi juga cerdas dalam mengelola energi, transportasi, lingkungan, data, pelayanan publik, pendidikan, dan ekosistem inovasi,” katanya.
Tohom mengatakan rencana pembangunan gedung SCCC seluas sekitar 1.098 meter persegi dengan control room, ruang pertemuan, area pameran, AI & Robotics Lab, serta urban farming merupakan gambaran nyata bahwa IKN sedang diarahkan menjadi laboratorium kehidupan perkotaan masa depan.
Menurutnya, keberadaan AI & Robotics Lab sangat penting karena generasi muda Indonesia harus diberi ruang untuk berinteraksi langsung dengan teknologi maju, bukan hanya menjadi pengguna produk teknologi dari luar negeri.
“SCCC harus menjadi tempat belajar, tempat uji coba, tempat bertemunya peneliti, pelajar, pemerintah, industri, dan masyarakat untuk membangun solusi kota cerdas yang sesuai dengan karakter Indonesia,” ujar Tohom.
Ia menilai kerja sama dengan Korea Selatan juga relevan karena negara tersebut memiliki pengalaman dalam membangun kota pintar seperti Sejong yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan Nusantara dengan tetap menyesuaikan kebutuhan nasional.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pembangunan IKN harus dilihat sebagai bagian dari agenda besar pemerataan pertumbuhan, bukan hanya pemindahan pusat administrasi pemerintahan.
“Dari perspektif aglomerasi, IKN harus mampu menjadi magnet pertumbuhan baru yang terhubung dengan daerah sekitar, membuka ruang ekonomi baru, dan menghadirkan tata kelola perkotaan yang lebih manusiawi serta berkelanjutan,” ucap Tohom.
Ia berpandangan bahwa Smart City Masterplan, Smart Building Protocol, Nusantara Smart City Forum, dan Capacity Building Program akan menjadi fondasi penting untuk memastikan transfer pengetahuan dari kerja sama Indonesia-Korea berjalan produktif.
Menurut Tohom, pembangunan kota cerdas tidak boleh berhenti pada teknologi, tetapi harus menghasilkan pelayanan publik yang lebih cepat, lingkungan yang lebih sehat, mobilitas yang lebih efisien, serta kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.
“Visi besar Prabowo-Gibran tentang Indonesia maju harus diterjemahkan melalui proyek-proyek konkret seperti SCCC, karena kemajuan bangsa lahir dari keberanian membangun pusat inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman,” tuturnya.
MARTABAT Prabowo-Gibran berharap SCCC dapat menjadi pusat kolaborasi kota cerdas Indonesia-Korea, ruang demonstrasi teknologi, pusat pembelajaran, serta ekosistem inovasi yang mempercepat lahirnya Nusantara sebagai kota masa depan Indonesia.
[Redaktur: Sandy]