Nusantara.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran merespons positif progres sejumlah proyek infrastruktur PT Hutama Karya di kawasan Ibu Kota Nusantara yang dinilai menjadi bukti bahwa agenda pembangunan ibu kota baru tetap bergerak dalam koridor percepatan, kualitas, dan kepentingan jangka panjang bangsa.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan, progres pembangunan IKN harus dibaca sebagai bagian dari kerja besar negara dalam menyiapkan pusat pemerintahan baru yang lebih modern, terintegrasi, dan mampu menopang pemerataan ekonomi nasional.
Baca Juga:
Hibah Rp115,94 Miliar untuk Smart City IKN, MARTABAT Prabowo-Gibran: Investasi Pengetahuan dan Teknologi
"IKN bukan hanya proyek fisik, tetapi simbol keberanian Indonesia menata ulang arah pembangunan agar tidak terus bertumpu pada satu pusat pertumbuhan," ujar Tohom, Senin (29/6/2026).
Menurut Tohom, capaian Jalan Tol IKN Segmen 5B ruas Jembatan Pulau Balang–Simpang Riko yang telah mencapai 96,24 persen menunjukkan bahwa konektivitas menuju kawasan inti pemerintahan baru semakin siap untuk mendukung mobilitas manusia, barang, layanan publik, dan aktivitas ekonomi.
Ia juga melihat progres Jalan Tol IKN Segmen 3A-2 Karangjoang–KKT Kariangau yang sudah mencapai 88,35 persen sebagai sinyal penting bahwa pembangunan IKN mulai memasuki fase pembentukan jaringan penghubung yang akan menentukan efektivitas kawasan tersebut pada masa depan.
Baca Juga:
PAMA, UGM, dan Otorita IKN Hijaukan Nusantara Lewat Penanaman Pohon di Eco-Edu Forest
"Jalan tol, jembatan, kawasan yudikatif, gedung negara, dan sarana pemerintahan adalah fondasi awal agar IKN tidak hanya berdiri sebagai pusat administrasi, tetapi juga tumbuh sebagai pusat peradaban baru," katanya.
Tohom mengatakan, kunjungan Dewan Komisaris PT Danantara Asset Management ke proyek IKN juga memiliki makna strategis karena pengawasan terhadap proyek nasional harus berjalan beriringan dengan keberanian mengeksekusi agenda pembangunan.
Ia menilai peran Danantara dalam mengawal agenda strategis nasional perlu diarahkan untuk memastikan pembangunan IKN terhubung dengan agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama dalam hal kemandirian energi, hilirisasi, industrialisasi, dan pemerataan ekonomi.