Nusantara.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif keberhasilan Plaza Seremoni Ibu Kota Nusantara meraih Honour Award pada ajang Malaysia Landscape Architecture Awards 2026 sebagai bukti bahwa pembangunan Nusantara mulai mendapat pengakuan dunia.
“Penghargaan internasional untuk Plaza Seremoni IKN ini menunjukkan bahwa arah pembangunan yang dibawa pemerintahan Prabowo-Gibran bukan hanya mengejar infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas ruang hidup, estetika kota, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga:
OIKN Dongkrak Kapasitas UMKM, MARTABAT Prabowo-Gibran: IKN Jadi Ruang Tumbuh Pelaku Usaha Lokal
Menurut Tohom, Plaza Seremoni IKN menjadi contoh bahwa ibu kota baru Indonesia tidak dibangun dengan pendekatan lama yang kaku, melainkan dirancang sebagai ruang publik modern yang menyatukan fungsi kenegaraan, interaksi sosial, budaya, ekonomi kreatif, dan rekreasi masyarakat.
Ia menilai penghargaan Honour Award dalam kategori Landscape Design Award Professional Category pada MLAA 2026 menjadi sinyal kuat bahwa karya anak bangsa mampu bersaing dalam percakapan global tentang kota masa depan.
“Plaza Seremoni bukan hanya wajah depan IKN, tetapi etalase peradaban baru Indonesia yang ingin menunjukkan bahwa pembangunan nasional dapat indah, fungsional, inklusif, dan ramah lingkungan,” kata Tohom.
Baca Juga:
Jenderal Listyo Sigit Mutasi 1.121 Perwira Polri, Bentuk Polresta Baru di IKN
Tohom berpandangan bahwa keberadaan amfiteater terbuka, jalur pejalan kaki, jalur sepeda, area hijau, galeri UMKM, dan ruang komunal di Plaza Seremoni memperlihatkan bahwa IKN tidak dirancang hanya untuk seremoni negara, tetapi juga untuk kehidupan warga sehari-hari.
Ia mengatakan konsep Plaza Seremoni yang mereinterpretasi alun-alun Indonesia merupakan langkah cerdas karena menghubungkan identitas budaya bangsa dengan kebutuhan kota modern yang lebih terbuka, sehat, dan partisipatif.
“Di titik ini, kita melihat IKN bukan hanya proyek pemindahan pusat pemerintahan, melainkan proyek pembentukan standar baru kota Indonesia yang lebih manusiawi dan visioner,” ucap Tohom.