Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pengembangan IKN harus terus dijaga agar menjadi pusat pertumbuhan baru yang mampu memberi dampak ekonomi dan sosial bagi kawasan sekitarnya.
Menurutnya, keberhasilan desain Plaza Seremoni perlu dibaca sebagai pesan bahwa pembangunan kota masa depan harus memperhatikan hubungan antara manusia, ruang publik, lingkungan, transportasi, ekonomi lokal, dan kualitas hidup.
Baca Juga:
OIKN Dongkrak Kapasitas UMKM, MARTABAT Prabowo-Gibran: IKN Jadi Ruang Tumbuh Pelaku Usaha Lokal
Ia juga menilai arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 dalam mempersiapkan IKN sebagai ibu kota politik pada 2028 menjadi fondasi penting agar pembangunan Nusantara berjalan lebih terarah.
“Kalau IKN konsisten dibangun dengan prinsip kualitas, estetika, teknologi, dan keberlanjutan, maka Nusantara bisa menjadi laboratorium besar bagi wajah baru pembangunan kota di Indonesia,” tutur Tohom.
MARTABAT Prabowo-Gibran berharap penghargaan dunia tersebut menjadi pemacu bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga mutu pembangunan IKN, memperkuat partisipasi masyarakat, serta memastikan Nusantara benar-benar tumbuh sebagai kota yang nyaman, layak huni, dan membanggakan Indonesia.
Baca Juga:
Jenderal Listyo Sigit Mutasi 1.121 Perwira Polri, Bentuk Polresta Baru di IKN
[Redaktur: Sobar Bahtiar]