Nusantara.WAHANANEWS.CO – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyatakan apresiasi atas laporan media internasional The World yang menobatkan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sebagai “kota paling visioner” di dunia.
MARTABAT menilai pengakuan global ini merupakan sinyal kuat bahwa transformasi IKN berada di jalur yang benar dan membuka kesempatan besar bagi Indonesia untuk memperkuat reputasi internasionalnya sebagai negara yang siap memasuki era baru pembangunan modern dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Liberika Sepaku Dicetak Jadi Emas Hijau IKN, Qatar Sudah Menunggu 20 Kontainer
Atas pengakuan itu, MARTABAT mengajak seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan dukungan terhadap agenda besar IKN sebagai proyek strategis jangka panjang.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menyebut bahwa pujian The World adalah cerminan keberanian Indonesia menjalankan lompatan peradaban.
“Ketika media global mengakui Nusantara sebagai kota paling visioner, itu bukan sekadar penghargaan, tetapi validasi terhadap arah baru pembangunan nasional. Pemerintah telah menempatkan Indonesia pada posisi yang jarang diambil negara berkembang: memulai kota masa depan dari nol, berbasis riset, teknologi, dan keberlanjutan,” kata Tohom, Jumat (28/11/2025).
Baca Juga:
Viral Tawuran Pelajar Menggunakan Enggrek di Jambi, Langsung Diringkus Polisi
Tohom menegaskan bahwa dukungan bangsa sangat dibutuhkan agar ekosistem utama IKN, baik pemerintahan, sosial, maupun teknologi, dapat berkembang maksimal.
Ia menilai keberanian Presiden Prabowo Subianto melanjutkan percepatan pembangunan legislatif dan yudikatif di Nusantara menunjukkan komitmen politik yang kuat dan layak mendapat penguatan dari seluruh masyarakat.
“IKN ini bukan proyek lima tahunan, ini proyek peradaban. Untuk menjadikannya simbol Indonesia Maju 2045, pemerintah dan masyarakat harus berada pada frekuensi yang sama: optimistis, visioner, dan berorientasi jangka panjang,” ujarnya.
Lebih jauh, Tohom menilai pendekatan futuristik yang diusung IKN, mulai dari energi surya, transportasi listrik, tata kota berbasis AI, hingga konsep mobilitas rendah emisi, merupakan bukti bahwa Nusantara tidak hanya dibangun untuk menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga mengantisipasi tantangan global masa depan.
“Dunia sedang bergerak menuju kota yang adaptif terhadap iklim, cerdas secara teknologi, dan rendah emisi. IKN sudah berdiri di jalur itu sejak awal. Ini membuatnya punya peluang realistis menjadi role model pembangunan kota modern di Asia Tenggara,” tambahnya.
Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch menambahkan bahwa ekosistem perkotaan di sekitar IKN harus diperkuat dengan perencanaan aglomerasi yang matang. Ia menilai sinergi antarwilayah akan menjadi kunci utama kesuksesan besar IKN.
“Aglomerasi Nusantara harus dikelola secara ilmiah dan berbasis data. Kota masa depan tidak boleh berdiri sendiri—ia harus menjadi episentrum pertumbuhan yang menarik wilayah sekitar. Ini momentum untuk membangun tata ruang Kalimantan paling modern dalam sejarah Indonesia,” tegasnya.
Tohom juga menyoroti kontribusi besar generasi muda, khususnya Gen Z ASN yang mulai mengisi hunian awal di Nusantara. Ia menyebut kehadiran mereka sebagai ‘energi peradaban’ yang akan menentukan kultur kerja dan kultur kota di masa depan.
“Gen Z punya idealisme, minat teknologi tinggi, dan keberanian untuk mencoba hal baru. Nusantara membutuhkan spirit seperti itu. Mereka adalah lapisan pertama yang membentuk DNA kota masa depan,” ujarnya.
MARTABAT Prabowo-Gibran menegaskan kembali bahwa Indonesia perlu menyatukan dukungan politik, sosial, dan kultural agar IKN tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi juga simbol transformasi nasional.
“Masyarakat harus ikut berperan. Proyek ini telah mendapat pengakuan dunia, sekarang tugas kita memastikan bahwa IKN tumbuh sebagai kota unggul, kota aman, kota hijau, dan kota yang membanggakan Indonesia,” kata Tohom.
Sebelumnya, dalam laporan The World disebutkan bahwa Nusantara dinilai memiliki peluang besar menjadi kota masa depan yang memadukan teknologi modern, sistem berkelanjutan, dan ketahanan iklim.
Media itu juga menyoroti langkah pemerintah Indonesia mempercepat pembangunan ekosistem pemerintahan, keberadaan generasi muda sebagai pionir, serta komitmen kuat OIKN dalam menjaga kualitas pembangunan.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa IKN adalah proyek strategis jangka panjang yang “harus dirawat seperti bayi” dan akan membawa Indonesia menuju kota unggul yang layak mendapat perhatian global.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]