KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran menyoroti derasnya minat investor asal China untuk menanamkan modal di kawasan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
Mereka menilai geliat investasi ini merupakan peluang besar, namun sekaligus menjadi pengingat bahwa pengusaha Indonesia seharusnya tampil lebih dominan di tanah sendiri.
Baca Juga:
Jakarta Bidik 50 Kota Global Dunia, MARTABAT Prabowo-Gibran: Aglomerasi Jabodetabekjur Fondasi Daya Saing
Pernyataan itu disampaikan menyusul laporan OIKN yang telah menerima 36 surat minat investasi (LoI) dari perusahaan-perusahaan China hingga 26 Mei 2025.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo–Gibran, KRT Tohom Purba, menilai derasnya minat investor asing memang menjadi sinyal positif bagi percepatan pembangunan IKN, namun harus dibarengi upaya serius mendorong partisipasi pelaku usaha nasional.
“Kalau perusahaan asing berani masuk dan melihat prospek besar, mestinya pengusaha kita justru lebih dulu berada di garis depan. Ini kesempatan besar untuk penguatan ekonomi nasional,” ujar Tohom, Senin (17/11/2025).
Baca Juga:
Menkeu Purbaya: Pelemahan IHSG Cuma Syok Sesaat
Menurutnya, pembangunan Ibu Kota Nusantara tidak boleh dipandang semata-mata sebagai proyek fisik, tetapi sebagai arena strategis untuk menumbuhkan ekosistem bisnis Indonesia.
Ia menegaskan bahwa pemerintah juga perlu memastikan kebijakan yang memberi ruang dan keberpihakan bagi pelaku usaha lokal agar tidak menjadi tamu di negaranya sendiri.
Dalam pandangannya, keberadaan 36 LoI dari China mencerminkan kepercayaan internasional terhadap IKN.