Nusantara.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif turunnya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp6 triliun.
Mereka menilai langkah ini sebagai sinyal kuat keberlanjutan pembangunan IKN sekaligus momentum strategis untuk mendorong masuknya investasi domestik maupun global ke pusat pemerintahan baru Indonesia.
Baca Juga:
Menuju Negara Maju, MARTABAT Prabowo-Gibran: Semua Daerah Bisa Tiru Kawasan Otorita IKN Bebas Kabel Semrawut dan Lubang Galian
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa kepastian anggaran tersebut menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kepercayaan investor.
“Turunnya DIPA 2026 ini adalah bukti konkret bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serius menjadikan IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ini momentum yang harus ditangkap oleh para investor,” ujar Tohom, Jumat (27/3/2026).
Menurut Tohom, fase pembangunan IKN kini telah bergeser dari sekadar infrastruktur dasar menuju penguatan fungsi kota modern berbasis teknologi dan pelayanan publik.
Baca Juga:
Libur Lebaran 2026 Berubah! IKN Disulap Jadi Wisata Masa Depan
Ia menilai arah ini sejalan dengan tren global, di mana kota-kota masa depan mengedepankan konsep smart city, keberlanjutan, dan inklusivitas sosial.
Lebih lanjut, Tohom menilai penekanan pada transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran, seperti yang ditegaskan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono melalui penandatanganan pakta integritas, merupakan faktor kunci dalam menarik kepercayaan pasar.
“Investor tidak hanya melihat potensi proyek, tetapi juga governance. Ketika tata kelola dijaga ketat dan bebas conflict of interest, maka risiko investasi akan jauh lebih terukur,” jelasnya.