"Ketika ruang publik hidup, kuliner tumbuh, interaksi sosial berkembang, itu berarti kota ini tidak dibangun secara kaku, tetapi dengan pendekatan humanis dan berorientasi pada masyarakat," jelasnya.
Tohom menilai kehadiran fasilitas edukatif seperti Sentra Massa yang menampilkan konsep kota cerdas menjadi langkah strategis dalam membangun literasi publik terhadap arah pembangunan nasional berbasis teknologi.
Baca Juga:
Wapres Gibran Apresiasi Usulan DPR Berkantor di IKN Ajak Semua Lembaga Negara
Lebih jauh, ia mengapresiasi kesiapan pelayanan dan pengamanan yang melibatkan berbagai unsur seperti TNI, Polri, hingga tenaga kesehatan dalam mengelola lonjakan pengunjung secara profesional.
"Ini adalah gambaran tata kelola modern yang kolaboratif, di mana negara hadir secara nyata dalam memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat," ujarnya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch menambahkan bahwa IKN memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan baru yang akan mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah di Indonesia.
Baca Juga:
DPR Siap ke IKN, Tapi Tunggu Mitra Eksekutif Ikut Pindah
"IKN bukan hanya memindahkan pusat pemerintahan, tetapi juga mendistribusikan kesejahteraan dan membuka peluang ekonomi baru di kawasan timur Indonesia," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan, sejalan dengan harapan pengunjung internasional yang melihat IKN sebagai kota modern di tengah hutan.
"Prinsip pembangunan hijau harus tetap dijaga, karena di situlah nilai tambah IKN di mata dunia, yakni harmoni antara kemajuan dan keberlanjutan," ucapnya.