Menurut Tohom, kerja sama dengan Malaysia dan Brunei tidak hanya memperkuat mobilitas manusia, tetapi juga mempercepat arus barang, pariwisata, dan investasi ke kawasan IKN dan sekitarnya.
Selain berdampak ekonomi, Tohom menilai interkoneksi angkutan umum bus lintas negara juga sejalan dengan konsep pembangunan hijau yang diusung IKN.
Baca Juga:
Tahap Kritis IKN Dimulai, 28 Paket Proyek Siap Ubah Nusantara Tahun Ini
Transportasi massal, kata dia, merupakan solusi jangka panjang untuk menekan emisi dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
“Jika sejak awal IKN dibangun dengan fondasi transportasi publik yang kuat dan terintegrasi secara regional, maka Indonesia sedang meletakkan standar baru pembangunan kota masa depan di Asia Tenggara,” pungkasnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]