Lebih lanjut, Tohom menekankan pentingnya pengelolaan tol melalui skema profesional seperti Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) agar operasional berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Manajemen yang profesional akan memastikan kualitas layanan tetap terjaga serta memberikan kepastian bagi investor,” jelasnya.
Baca Juga:
Tinjau Langsung Kondisi IKN, Ini Respons Tak Terduga dari PBB
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan bahwa pembangunan Tol IKN harus dilihat sebagai bagian dari desain besar pengembangan kawasan aglomerasi nasional.
“IKN tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus terhubung dengan pusat-pusat ekonomi lain dalam satu ekosistem terintegrasi yang saling menguatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penyelesaian infrastruktur pendukung seperti Istana Wakil Presiden, masjid negara, serta sistem sanitasi dan pengelolaan air limbah akan semakin memperkuat kesiapan IKN sebagai ibu kota masa depan.
Baca Juga:
Pertamina Akan Kelola 13 Sumur Baru di Kaltim, MARTABAT Prabowo-Gibran: Waspadai Dampak Terhadap Kawasan Otorita IKN
“Kita melihat progresnya sudah sangat maju, tinggal penyempurnaan di beberapa aspek teknis,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan proyek Tol IKN akan menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan infrastruktur nasional di era pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu membangun infrastruktur kelas dunia dengan perencanaan matang dan eksekusi yang konsisten,” ujarnya.