Lebih lanjut, Tohom menyoroti bahwa target penyelesaian pada 2028 merupakan tantangan besar yang membutuhkan sinergi lintas sektor.
“Target ini realistis jika didukung koordinasi yang solid antara pemerintah pusat, otorita IKN, dan seluruh pemangku kepentingan. Ini bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi transformasi peradaban,” ungkapnya.
Baca Juga:
Arus Investasi Terus Bertambah, Investor Kakap China dan Korea Serbu IKN Bangun Ini!
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan harus terintegrasi dengan konsep aglomerasi wilayah di sekitarnya.
“IKN tidak boleh berdiri sendiri. Harus ada konektivitas ekonomi, sosial, dan infrastruktur dengan wilayah penyangga agar dampak ekonominya merata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan gedung yudikatif dan legislatif juga harus mengedepankan prinsip keberlanjutan dan efisiensi.
Baca Juga:
TKDN IKN Dinilai Perkuat Ekonomi Nasional, MARTABAT Prabowo-Gibran: Jaga Identitas dan Kemandirian Nasional
“IKN harus menjadi contoh kota masa depan yang mengedepankan green infrastructure, digital governance, dan efisiensi energi. Ini peluang Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan global dalam pembangunan kota modern,” katanya.
Di sisi lain, MARTABAT Prabowo-Gibran menilai keberlanjutan proyek IKN di bawah pemerintahan saat ini menunjukkan adanya kepastian arah pembangunan nasional.
Hal ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.