“Jika terintegrasi dengan pelabuhan dan kawasan industri, maka Kaltara dapat menjadi gerbang utama perdagangan Indonesia di bagian utara Kalimantan. Dampaknya akan sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ucapnya.
Menurut dia, proyek tersebut selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk membangun Indonesia dari pinggiran, memperkuat konektivitas nasional, dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa.
Baca Juga:
Transportasi Publik Rp8 Saat HUT RI, MARTABAT Prabowo-Gibran: Bisa Jadi Model Kolaborasi Jabodetabekjur
MARTABAT Prabowo-Gibran optimistis pembangunan kereta api pertama di Kalimantan akan menjadi tonggak penting transformasi ekonomi kawasan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan logistik dan perdagangan ASEAN.
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Paliwang menyatakan investor nasional telah menunjukkan keseriusan untuk membangun jalur kereta api yang menghubungkan Malinau, Tana Tidung, hingga Tanjung Selor.
Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp25 triliun dan diharapkan dapat terhubung ke IKN, Malaysia, serta Brunei Darussalam.
Baca Juga:
Laba BUMN Melesat di Semester I 2026, MARTABAT Prabowo-Gibran: Danantara Mulai Tunjukkan Arah Positif
Dukungan penuh juga datang dari DPRD Kaltara yang menilai proyek ini sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antardaerah.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]