Nusantara.WAHANANEWS.CO - MARTABAT Prabowo-Gibran memberikan apresiasi atas rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) membangun jaringan kereta api pertama di Pulau Kalimantan yang diharapkan terhubung hingga ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan proyek strategis tersebut harus dirancang dengan visi besar agar tidak berhenti pada konektivitas domestik, tetapi berkembang menjadi jalur logistik internasional yang terhubung langsung dengan Malaysia dan Brunei Darussalam.
Baca Juga:
PLN Watch Minta Pemerintah Tindak Perusahaan Internet yang Pasang Kabelnya di Tiang Listrik Tanpa Izin
“Kalau proyek ini benar-benar diwujudkan, maka harus dipastikan sejak awal bahwa jalur kereta ini tersambung ke Malaysia dan Brunei. Dengan begitu, Kalimantan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dengan kawasan ASEAN,” ujar Tohom, Senin (18/5/2026).
Menurut Tohom, pembangunan kereta api di Kaltara akan menjadi game changer bagi perekonomian Kalimantan karena dapat memangkas biaya logistik, mempercepat distribusi hasil tambang, perkebunan, perikanan, dan berbagai komoditas unggulan lainnya.
“Selama ini biaya logistik di Kalimantan relatif tinggi. Kehadiran kereta api akan meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing produk daerah, dan membuka peluang investasi yang jauh lebih besar,” katanya.
Baca Juga:
PBB Sambut Positif Pembangunan Otorita IKN, MARTABAT Prabowo-Gibran: Investor Lokal Harus Bergerak Secepatnya di Nusantara
Ia menilai keputusan investor nasional menyiapkan dana hingga Rp25 triliun menunjukkan bahwa Kalimantan Utara memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan dan mendapat kepercayaan kuat dari dunia usaha.
“Ini adalah fondasi peradaban baru di Kalimantan yang akan mendorong terciptanya kawasan industri, pusat perdagangan, dan simpul pertumbuhan ekonomi lintas negara,” tutur Tohom.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan jalur kereta Kaltara-IKN perlu disinergikan dengan pelabuhan, kawasan industri, pusat logistik, dan jaringan transportasi regional agar manfaat ekonominya berlipat ganda.