Ia juga menyoroti bahwa langkah TNI AL yang memperkuat wilayah strategis seperti IKN sejalan dengan agenda besar menjadikan kawasan ini sebagai simpul pertumbuhan Kalimantan dan Indonesia Timur.
“Jika kawasan otorita IKN aman, maka konektivitas dengan kota-kota satelit akan berkembang pesat. Ini selaras dengan konsep aglomerasi yang mendorong pertumbuhan wilayah secara terpadu,” imbuhnya.
Baca Juga:
Tol Kutepat Kantongi SLFO Bintang 5, MARTABAT Prabowo-Gibran Apresiasi Lompatan Infrastruktur Danau Toba
Sebelumnya, Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI Endi Supardi mengungkapkan rencana pembentukan lima batalyon infanteri marinir baru, salah satunya akan ditempatkan di IKN. Batalyon lainnya akan dibangun di Jakarta, Lampung, Ambon, dan Natuna.
Penempatan di IKN disebut sebagai prioritas, sementara lokasi lain seperti Natuna masih dalam kajian logistik.
“Masalah logistik dan anggaran menjadi faktor penting, namun untuk IKN, sinyal penguatan pertahanan sudah jelas,” kata Endi.
Baca Juga:
Dialog Mahasiswa dan BPODT Jadi Momentum Baru, MARTABAT Prabowo-Gibran Dorong Akselerasi Danau Toba
Selain itu, Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali juga mengumumkan peningkatan status 14 Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) menjadi Komando Daerah TNI AL (Kodaeral), termasuk yang berada di wilayah strategis seperti Jakarta dan IKN, untuk memperkuat pertahanan maritim nasional.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]