WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi relawan nasional MARTABAT Prabowo-Gibran memberikan apresiasi penuh atas rencana strategis pembangunan jalan tol Samarinda–Bontang (Sambo) yang akan dimulai pada tahun 2028.
Proyek infrastruktur ini dinilai sebagai langkah konkret memperkuat konektivitas antarwilayah di Kalimantan Timur dan mendukung akselerasi pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga:
HUT Ke-499 Jakarta Buka Akses Publik, MARTABAT Prabowo-Gibran: Jabodetabekjur Butuh Konektivitas Berkeadilan
“MARTABAT Prabowo-Gibran melihat proyek Tol Sambo bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi fondasi penting dalam mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi di kawasan Kalimantan Timur dengan pusat pemerintahan baru di IKN,” demikian pernyataan resmi organisasi tersebut, Jumat (30/5/2025).
Ketua Umum DPP MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menilai bahwa proyek tol ini akan menciptakan dampak ekonomi multipel yang luar biasa, terutama dalam penguatan rantai pasok antarkota dan peningkatan efisiensi logistik.
Ia menyebut konektivitas jalan sebagai kunci utama dalam mewujudkan ekosistem kota cerdas dan berkelanjutan di IKN.
Baca Juga:
Tim Anggar Jambi Raih Empat Medali Perunggu di Kejurnas Piala RDPS Cup 2026 Palembang
“Pembangunan Tol Samarinda–Bontang adalah pernyataan komitmen negara terhadap pemerataan pembangunan. Ini bukan hanya soal menghubungkan titik A ke B, tetapi bagaimana jalan itu membuka peluang ekonomi, investasi, serta menciptakan mobilitas yang lebih manusiawi dan berkelanjutan,” ujar Tohom.
Tohom menjelaskan, wilayah pesisir seperti Bontang sangat bergantung pada jalur distribusi darat yang memadai agar sektor industri, perikanan, dan pariwisata lokal bisa tumbuh lebih optimal.
Dengan hadirnya tol ini, kata dia, kawasan-kawasan yang selama ini terpinggirkan dari arus utama pembangunan akan lebih terkoneksi dan berdaya saing.