Nusantara.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif gagasan pembangunan Trans Borneo Railway yang diproyeksikan menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam dalam satu jaringan kereta cepat lintas negara.
“Ini gagasan besar yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam membangun konektivitas Indonesia dari pinggiran, memperkuat IKN, dan membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan,” kata Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, Jumat (12/06/2026).
Baca Juga:
Kisah Abadi Pantur Silaban, Profesor Fisika ITB Kelahiran Sidikalang yang Namanya Lekat dengan Einstein
Tohom mengatakan, rencana Trans Borneo Railway dapat menjadi lompatan strategis bagi Kalimantan karena jaringan tersebut tidak hanya bicara soal transportasi, tetapi juga masa depan logistik, perdagangan, investasi, pariwisata, dan pemerataan ekonomi kawasan.
Menurut dia, apabila proyek itu benar-benar terealisasi, Ibu Kota Nusantara atau IKN berpeluang menjadi simpul utama konektivitas regional yang menghubungkan Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Brunei Darussalam, Sarawak, hingga Sabah.
“Bayangkan ketika Otorita IKN, wilayah Indonesia di Kalimantan, Malaysia, dan Brunei tersambung dalam satu koridor modern, maka yang bergerak bukan hanya manusia, tetapi juga barang, modal, teknologi, ide, dan peluang ekonomi baru,” ujar Tohom.
Baca Juga:
Anggaran MBG Rp268 Triliun Bakal Dihitung Ulang, Pemerintah Ungkap Alasannya
Ia menilai, konsep Trans Borneo Railway perlu dilihat sebagai bagian dari transformasi besar Pulau Kalimantan menuju kawasan strategis yang lebih terintegrasi dengan ekonomi ASEAN.
Tohom berpandangan, pembangunan IKN akan semakin kuat apabila ditopang oleh infrastruktur lintas wilayah yang mampu menurunkan biaya logistik dan mempercepat mobilitas masyarakat.
“IKN tidak boleh berdiri sendiri sebagai pusat pemerintahan, tetapi harus menjadi pusat gravitasi ekonomi baru yang terhubung dengan kawasan sekitarnya, termasuk negara-negara tetangga di Pulau Borneo,” katanya.