Lu menyebut pelaksanaan proyek berjalan lancar berkat dukungan infrastruktur yang telah disiapkan oleh Otorita IKN.
Infrastruktur air dan listrik juga disebut telah tersedia serta terhubung langsung dengan lokasi proyek milik investor.
Baca Juga:
Satgas IKN Berantas Tambang Ilegal, MARTABAT Prabowo-Gibran: Tata Kelola Kawasan Harus Tegas dan Visioner
Tohom menilai kesiapan infrastruktur dasar menjadi bukti bahwa pembangunan IKN tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi telah bergerak menuju pembentukan ekosistem perkotaan yang siap dihuni dan dikembangkan.
“Ketersediaan air, listrik, jalan, telekomunikasi, serta fasilitas publik akan menentukan seberapa cepat investasi dapat berubah menjadi kegiatan ekonomi dan lapangan kerja,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan investor dari China, Korea Selatan, Jepang, dan Uni Emirat Arab semakin memperkuat karakter IKN sebagai calon kota dengan jaringan ekonomi global.
Baca Juga:
Plaza Seremoni IKN Raih Honour Award, MARTABAT Prabowo-Gibran: Bukti Arah Pembangunan Nusantara Diakui Dunia
Ia mengatakan keberagaman sumber investasi juga dapat memperluas kerja sama teknologi, konstruksi, properti, energi, transportasi, dan pengembangan kawasan hijau.
Investasi China di IKN hingga saat ini disebut telah mencapai sekitar 2 miliar yuan atau setara dengan Rp5,2 triliun.
Nilai tersebut diperkirakan masih bertambah seiring berjalannya pembangunan serta meningkatnya kepercayaan terhadap prospek IKN.