“Kalau ini terealisasi dengan konsisten, IKN tidak hanya menjadi smart city biasa, tetapi platform inovasi nasional yang mengintegrasikan tata kelola, ekonomi digital, dan keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pembangunan ekosistem digital IKN.
Baca Juga:
Investasi IKN Tembus Rp72 Triliun, MARTABAT Prabowo-Gibran: Dunia Mulai Percaya Masa Depan Nusantara
Menurut Tohom, investor global saat ini tidak hanya melihat potensi keuntungan, tetapi juga aspek transparansi, keamanan data, serta komitmen terhadap lingkungan.
“Dengan kerangka ESG yang kuat, IKN bisa menjadi magnet investasi jangka panjang. Ini bukan proyek lima tahun, tetapi fondasi peradaban baru Indonesia,” tegasnya.
Di sisi lain, Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pembangunan IKN harus diintegrasikan secara harmonis dengan kawasan penyangga dan pusat-pusat ekonomi lain di sekitarnya.
Baca Juga:
Komitmen Kabareskrim Polri Memberantas Mafia BBM Dikangkangi di Jambi, 2 Truck BBM Ilegal Diduga Milik Asri DPO Kembali Diamankan Di Tebo
Menurutnya, konsep kota kognitif tidak boleh berdiri sendiri, melainkan menjadi simpul dalam jaringan aglomerasi nasional yang saling terhubung.
“IKN harus menjadi episentrum inovasi yang memancar ke wilayah sekitarnya, menciptakan efek pengganda ekonomi dan pemerataan pembangunan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan konsorsium internasional seperti Eficens Systems Inc., Frost & Sullivan, hingga kemitraan teknologi melalui Google Cloud Platform menunjukkan bahwa Indonesia mengadopsi standar global dalam tata kelola data dan keamanan siber.