Lebih jauh, Tohom menilai pendekatan futuristik yang diusung IKN, mulai dari energi surya, transportasi listrik, tata kota berbasis AI, hingga konsep mobilitas rendah emisi, merupakan bukti bahwa Nusantara tidak hanya dibangun untuk menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga mengantisipasi tantangan global masa depan.
“Dunia sedang bergerak menuju kota yang adaptif terhadap iklim, cerdas secara teknologi, dan rendah emisi. IKN sudah berdiri di jalur itu sejak awal. Ini membuatnya punya peluang realistis menjadi role model pembangunan kota modern di Asia Tenggara,” tambahnya.
Baca Juga:
Liberika Sepaku Dicetak Jadi Emas Hijau IKN, Qatar Sudah Menunggu 20 Kontainer
Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch menambahkan bahwa ekosistem perkotaan di sekitar IKN harus diperkuat dengan perencanaan aglomerasi yang matang. Ia menilai sinergi antarwilayah akan menjadi kunci utama kesuksesan besar IKN.
“Aglomerasi Nusantara harus dikelola secara ilmiah dan berbasis data. Kota masa depan tidak boleh berdiri sendiri—ia harus menjadi episentrum pertumbuhan yang menarik wilayah sekitar. Ini momentum untuk membangun tata ruang Kalimantan paling modern dalam sejarah Indonesia,” tegasnya.
Tohom juga menyoroti kontribusi besar generasi muda, khususnya Gen Z ASN yang mulai mengisi hunian awal di Nusantara. Ia menyebut kehadiran mereka sebagai ‘energi peradaban’ yang akan menentukan kultur kerja dan kultur kota di masa depan.
Baca Juga:
Viral Tawuran Pelajar Menggunakan Enggrek di Jambi, Langsung Diringkus Polisi
“Gen Z punya idealisme, minat teknologi tinggi, dan keberanian untuk mencoba hal baru. Nusantara membutuhkan spirit seperti itu. Mereka adalah lapisan pertama yang membentuk DNA kota masa depan,” ujarnya.
MARTABAT Prabowo-Gibran menegaskan kembali bahwa Indonesia perlu menyatukan dukungan politik, sosial, dan kultural agar IKN tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi juga simbol transformasi nasional.
“Masyarakat harus ikut berperan. Proyek ini telah mendapat pengakuan dunia, sekarang tugas kita memastikan bahwa IKN tumbuh sebagai kota unggul, kota aman, kota hijau, dan kota yang membanggakan Indonesia,” kata Tohom.