Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan bahwa IKN akan menjadi simpul pertumbuhan yang menghubungkan berbagai kawasan strategis di Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing nasional dalam peta ekonomi global.
"IKN bukan hanya pusat pemerintahan baru, tetapi laboratorium peradaban Indonesia modern yang akan menciptakan efek berganda bagi seluruh daerah," ujarnya.
Baca Juga:
Heboh di Udara, Penumpang Qantas Mengamuk dan Gigit Pramugari
Ia menilai keterbukaan Otorita IKN terhadap PBB menunjukkan bahwa tata kelola pembangunan Nusantara berada dalam jalur yang transparan, inklusif, dan sesuai standar internasional.
Menurut Tohom, hal tersebut akan meningkatkan rasa percaya investor karena proyek yang terbuka terhadap pengawasan global cenderung memiliki kepastian dan akuntabilitas yang lebih kuat.
"Kepercayaan internasional adalah modal strategis, tetapi manfaat terbesarnya harus dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat Indonesia," tuturnya.
Baca Juga:
Konsumen Gugat Amazon, Ratusan Juta Dolar Diduga Dipungut dari Tarif Ilegal Trump
Tohom meyakini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pembangunan IKN akan dipercepat sebagai simbol transformasi ekonomi, pemerataan pembangunan, dan kemandirian bangsa.
Ia berharap investor lokal segera mengambil langkah konkret agar manfaat ekonomi Nusantara dapat dinikmati secara optimal oleh anak bangsa.
[Redaktur: Sandy]