Nusantara.WAHANANEWS.CO - MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif aksi pemulihan ekosistem pesisir Pantai Tanah Merah di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, yang berada dalam garis delineasi Ibu Kota Nusantara atau IKN.
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan penanaman mangrove dan pembersihan sampah pesisir merupakan langkah penting untuk memastikan pembangunan IKN berjalan selaras dengan agenda perlindungan lingkungan.
Baca Juga:
YBM PLN Tasikmalaya Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Mahasiswi STIT Al Hidayah
“IKN bisa jadi tonggak lahirnya tata kelola kota masa depan yang hijau, sehat, berketahanan iklim, dan berpihak kepada masyarakat pesisir,” kata Tohom, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, posisi Pantai Tanah Merah sebagai bagian dari koridor pesisir IKN menjadikannya kawasan strategis yang harus dijaga dari ancaman abrasi, pencemaran, dan tekanan aktivitas manusia yang tidak terkendali.
Ia menilai aksi Otorita IKN bersama lintas sektor dalam menanam ratusan bibit mangrove dan membersihkan kawasan pantai dari material polutan menunjukkan bahwa pembangunan ibu kota baru tidak bisa dipisahkan dari pemulihan daya dukung alam.
Baca Juga:
MK Putuskan Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota Indonesia, Bagaimana Nasib IKN?
“Pembangunan besar seperti IKN membutuhkan fondasi ekologis yang kuat, sebab kota yang maju tanpa perlindungan lingkungan hanya akan mewariskan beban bagi generasi berikutnya,” ujar Tohom.
Tohom mengatakan mangrove memiliki peran vital sebagai pelindung alami kawasan pesisir, penyerap karbon, penahan abrasi, tempat hidup biota laut, sekaligus penyangga ekonomi masyarakat yang bergantung pada ekosistem pantai.
Ia menilai pengangkutan 202,7 kilogram sampah domestik dan plastik dari garis pantai menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan di kawasan pesisir tidak cukup dijawab dengan penanaman pohon, tetapi juga harus disertai perubahan perilaku publik.