Ia juga melihat keberanian pemerintah menjaga kesinambungan pembangunan IKN menjadi faktor penting yang membuat kepercayaan investor tetap tumbuh di tengah dinamika ekonomi global.
“Dalam dunia investasi, konsistensi kebijakan adalah faktor utama. Ketika pembangunan terus berjalan dan infrastruktur dasar terus dibangun, maka pasar akan menangkap sinyal positif bahwa Indonesia serius membangun masa depan,” ujarnya.
Baca Juga:
Satgas IKN Berantas Tambang Ilegal, MARTABAT Prabowo-Gibran: Tata Kelola Kawasan Harus Tegas dan Visioner
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan IKN memiliki peluang besar menjadi model kota aglomerasi modern yang mampu mengintegrasikan pusat pemerintahan, bisnis, pendidikan, teknologi, dan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
“IKN jangan hanya menjadi kota administrasi. Nusantara harus menjadi pusat inovasi nasional yang mampu melahirkan ekosistem ekonomi hijau, kota cerdas, dan pusat talenta masa depan Indonesia,” katanya.
Menurutnya, konsep pembangunan IKN juga dapat menjadi momentum lahirnya pusat ekonomi baru berbasis konektivitas kawasan timur Indonesia yang selama ini belum berkembang maksimal.
Baca Juga:
Plaza Seremoni IKN Raih Honour Award, MARTABAT Prabowo-Gibran: Bukti Arah Pembangunan Nusantara Diakui Dunia
“Kalimantan memiliki posisi strategis sebagai simpul baru ekonomi nasional. Ketika infrastruktur, investasi, dan mobilitas manusia mulai terkoneksi, maka efek pertumbuhannya akan sangat besar bagi Indonesia,” tambahnya.
Sebelumnya, Otorita IKN mencatat total investasi swasta dan pembangunan pemerintah di IKN mencapai Rp72,39 triliun.
Nilai tersebut terdiri dari investasi swasta murni sebesar Rp60,29 triliun dan pembangunan fasilitas publik serta penugasan kementerian/lembaga senilai Rp12,10 triliun.