Nusantara.WAHANANEWS.CO - Pembangunan jembatan satwa endemik di atas Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) menuai apresiasi dari Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran.
Infrastruktur tersebut dinilai menjadi indikator bahwa kawasan Otorita IKN tidak hanya dibangun untuk mengejar konektivitas, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan ekosistem hutan Kalimantan.
Baca Juga:
Hibah Rp115,94 Miliar untuk Smart City IKN, MARTABAT Prabowo-Gibran: Investasi Pengetahuan dan Teknologi
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menilai kehadiran jembatan satwa sebagai langkah strategis yang menandai perubahan paradigma pembangunan nasional.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur besar kini mulai ditempatkan sejalan dengan prinsip perlindungan lingkungan.
“Jembatan satwa ini merupakan simbol bahwa pembangunan Indonesia sedang bergerak menuju standar kelas dunia,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga:
PAMA, UGM, dan Otorita IKN Hijaukan Nusantara Lewat Penanaman Pohon di Eco-Edu Forest
Ia mengungkapkan bahwa kota masa depan harus dibangun dengan kesadaran ekologis, bukan dengan mengorbankan ruang hidup satwa demi percepatan proyek.
Tohom juga menegaskan bahwa kehadiran jembatan satwa di atas Tol IKN bukan keputusan teknis semata, melainkan pilihan politik pembangunan.
“Negara sedang mengirim pesan bahwa pembangunan tidak boleh memutus rantai ekologi. Ini keputusan yang berani dan tidak populis, tapi sangat penting,” ujarnya.