“Kita tidak hanya membangun kota, tetapi menanamkan identitas baru bangsa: Indonesia yang modern, berwawasan global, namun tetap berakar pada kearifan lokal,” ujarnya.
Sebelumnya, Otorita IKN bersama Kementerian Luar Negeri telah menyampaikan bahwa lahan seluas 62,9 hektare disiapkan untuk pembangunan diplomatic compound bagi kedutaan besar berbagai negara sahabat.
Baca Juga:
Investasi UEA Rp4 Triliun di IKN, MARTABAT Prabowo-Gibran Nilai Kepercayaan Dunia Kian Kuat
Kawasan ini akan dilengkapi fasilitas perdagangan, sekolah internasional, hunian diplomat, serta ruang terbuka hijau. Sejumlah negara, termasuk Bangladesh, telah menyatakan minat dan kesiapan untuk memindahkan kantor kedutaannya ke Nusantara pada 2028.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]