Nusantara.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif pernyataan Otorita Ibu Kota Nusantara bahwa hingga Juni 2026 sudah tidak ada tambang ilegal di kawasan hutan konservasi dalam delineasi IKN sebagai bukti keseriusan negara menjaga kawasan strategis nasional dari aktivitas yang merusak lingkungan.
“Penertiban tambang ilegal di kawasan hutan konservasi IKN adalah langkah penting karena Nusantara harus dibangun dengan kepastian hukum, disiplin tata ruang, dan keberpihakan pada keberlanjutan lingkungan,” ujar Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, Sabtu (4/7/2026).
Baca Juga:
Infrastruktur IKN Capai Progres Signifikan, MARTABAT Prabowo-Gibran: Visi Besar Harus Dikawal Serius
Menurut Tohom, pembangunan IKN tidak boleh hanya dilihat dari gedung, jalan, dan fasilitas pemerintahan, tetapi juga dari keberanian negara memulihkan kawasan yang rusak serta mencegah aktivitas ilegal masuk kembali ke ruang ekologis yang vital.
Ia menilai keberhasilan membersihkan tambang ilegal di kawasan hutan konservasi menunjukkan bahwa pengelolaan IKN bergerak pada arah yang benar, yakni membangun kota masa depan tanpa mengabaikan daya dukung alam.
“Nusantara harus menjadi contoh bahwa pembangunan modern bisa berjalan bersama penegakan hukum, rehabilitasi lingkungan, dan tata kelola kawasan yang transparan,” kata Tohom.
Baca Juga:
OIKN Dongkrak Kapasitas UMKM, MARTABAT Prabowo-Gibran: IKN Jadi Ruang Tumbuh Pelaku Usaha Lokal
Tohom berpandangan bahwa langkah revegetasi di Tahura Bukit Soeharto dengan penanaman sekitar 1.000 pohon pada area bekas tambang ilegal merupakan pesan kuat bahwa kerusakan lingkungan harus dijawab dengan pemulihan yang nyata.
Ia mengatakan jenis pohon seperti Balangeran, Tanjung, dan Trembesi dapat menjadi simbol pemulihan ekologis karena pembangunan IKN perlu terus menjaga tutupan vegetasi, keseimbangan ekosistem, dan kualitas lingkungan hidup di sekitarnya.
“Kalau IKN ingin menjadi kota dunia, maka ukuran keberhasilannya bukan hanya kemegahan kawasan inti, tetapi juga kemampuan menjaga hutan, air, tanah, udara, dan kehidupan sosial masyarakat sekitar,” ucap Tohom.