“UMKM harus ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem utama IKN karena merekalah yang akan menghidupkan kegiatan ekonomi sehari-hari ketika kawasan tersebut semakin berkembang.”
Tohom berpandangan penyediaan booth usaha, pusat aktivitas masyarakat, dan kawasan komersial perlu dikelola dengan skema yang memberi ruang wajar bagi pelaku usaha lokal.
Baca Juga:
Investor China Apresiasi Kelanjutan IKN, MARTABAT Prabowo-Gibran: Kepercayaan Global Terus Menguat
Ia mengingatkan agar pertumbuhan pusat bisnis modern tidak membuat UMKM hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pembangunan IKN perlu dihubungkan dengan pengembangan kawasan penyangga secara terencana.
Konektivitas antara IKN, Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, dan daerah sekitarnya akan menentukan pemerataan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
Baca Juga:
Wastra IKN Dikembangkan Jadi Identitas Nusantara, MARTABAT Prabowo-Gibran: Ini Ekonomi Kreatif yang Berakar Budaya
Menurutnya, pembangunan jalan, transportasi publik, logistik, telekomunikasi, dan layanan dasar harus dirancang sebagai satu kesatuan wilayah.
Pendekatan tersebut akan menghindari kesenjangan antara Kawasan Inti Pusat Pemerintahan dan daerah yang menopang aktivitas Nusantara.
Tohom juga melihat potensi IKN sebagai destinasi wisata dan pusat kegiatan pertemuan, insentif, konferensi, serta pameran berskala nasional maupun internasional.